Perbedaan Khadam Malaikat Dan Khadam Jin

Al-Kisah no.14/2004

Assalamu’alaikum Wr Wb

Pengasuh rubrik konsultasi spiritual yang saya hormati. Ditengah keawaman kami mengenai dunia spiritual, terlebih dalam masalah mahluk Allah yang disebut khadam (karena sangat menarik hati kami, bersama ini kami menyampaikan sebuah permaslahan. Dengan harapan bisa menambah pengetahuan kami berkaitan dengan masalah tersebut. 

Majalah Alkisah terbitan no. 5, halamana 82-83, menerangkan tentang seorang penanya yang mendapat bisikan gaib setelah mengamalkan sekian lama doa Nurbuwat. Pengasuh menjawab bahwa yang memberi bisikan adalah jin, bukan malaikat, karena malaikat sudah mendapata tugas sendiri dari Allah SWT.

Dari sisni muncul pertanyaan: mengapa Allah mengutus jin dalam membantu manusia yang rajin dan banyak membaca doa? Padahal dalam kasus yang sama (Alkisah n0 4 halaman 81) pengasuh menegaskan seburuk-buruknya manusia masih lebih baik daripada jin terbaik. Lha, ini bagaimana? Kok jadinya bersebrangan?

Menyimak penglaman penanya diatas, ada rasa khawatir dibenak kami manakala akan mengamalkan wirid-wirid yang tertera pada rubrik bonus. Jangan–jangan nanti kami didatangi jin. Bagaimana solusinya?

Ataukah untuk mendekati Allah meniru metode Pak Dokter Kadarisman (Alkisah nomor 2, halaman 61), yaitu setiap ada kesempatan membaca wirid “Subhanallah walhamdulillah wala ilaha ilallah dan la hawla wala quwata illa billah” sampai 33 kali? Salat tahujud tiap malam? (“kalau berlama-lama wirid, nanti yang datang jin Islam,” katanya.

Dalam Alkisah nomor 4 juga dibahas bahwa kalau tidak kuat wirid, bisa gila. Apa tidak bertentangan dengan firman Allah surah Al Ahzab yang intinya justru kita harus banyak berzikir “Ya Ayyuhalladzina Amnaudzikurullaha Dzikran katsira”? dan hadis Nabi, “berzikirlah kamu sampai majenun”? bagaimana ini?

Atas komentar dan nasihat pengasuh, kami sampaikan syukran katsira. 

Wassalum’alaikum Wr Wb.

 

FAWZI MACHBUB, S. Thi.

Pengajar perguruan islam Al Muna,

Banda Aceh 23234

 

Wa’alaikumsalam Wr Wb

Saudara Fawzi…. Pertama, yang patut Anda ketahui adalah setiap ayat Allah diberikan satu kelebihan oleh-Nya, yaitu adanya penjaga yang disebut khadamul ayat. Khadamul ayat terdiri dari para malaikat. Untuk membantu malaikat diutuslah wakalah (wakil) yang diambil dari kalangan jin yang terpilih.

Dalam hal ini kita harus yakin, mana mungkin Allah memerintah jin biasa, seperti yang tersebut dalam pertanyaan saudara. Allah SWT Mahatahu , mana yang bisa dititipi, mana yang bisa diamanati.

Khadam atau jin itu banyak yang menjadi waliullah. Coba kita lihat salah satu ayat: “wa ma khalaqtul jinna wal insa illa liya’budun. ”dan tidak Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk bersujud dan beribadah kepada-Ku.”(Adz Dzariyat ayat 56)

Mengapa disebut sehalus jin lebih buruk dari sekasar manusia? Jelas, sebab jin mempunyai alam yang berbeda. Ia tidak terpengaruh gravitasi (daya tarik) bumi. Sedangkan manusia hidup di bumi, manusia terpengaruh daya tarik bumi yang sangat kuat.

Alam jin yang sebenarnya itu ada dilepas Atmosfer. Setelah itu ada udara hampa. Itulah yang membatasi jin dan manusia. Mereka sendirilah yang mau “bertransmigrasi” atau pindah kebumi. Tapi, sekali lagi, kehidupan mereka tidak terpengaruh daya tarik bumi. Alam mereka begitu kuat mempengaruhi. Magnetnya juga kuat sekali.

Satu contoh, pengaruh magnet atas pergerakan jin terhadap manusia. Satu meter jarak manusia denganjin, akan berakibat terpentalnya manusia, jika mahluk jin itu bergerak. Orang akan terjatuh mendadak karena gerakan lari jin meskipun telah satu jam berlalu. Hal tersebut karena daya tarik dan magnetnya yang kuat sekali. Karena itu disebut sehalus-halusnya jin itu sekasar-kasarnya manusia.

Kemudian banyak juga tokoh jin. Dari kalangan jin juga banyak yang belajar kepada ulama-ulama dari kalangan manusia. Turunnya surah jin dalam al Quran menisyaratkan hal itu. Coba kita pelajari itu, karena itu juga ada asal-usulnya, sama seperti ketika Islam masih ditangan Baginda Rasulullah SAW.

Yang kedua, anda juga patut tahu, tidak semua awrad (wirid-wirid) itu mengandung khadam. Penjagaan malaikat memang diperuntukkan pada semua ayat. Ada malaikat yang menjaga bagian seluruh ayat, tapi ada juga yang menjaga bagian yang terkait dengan ilmu hikmah atau kandungan yang ada dalam ayat itu. Hal satu ini tidak bisa dilihat dari kacamata maknawi semata. 

Tapi, jangan sampai semua keterangan yang saya berikan itu, membuat anda takut berdoa dan berzikir karena takut didatangi jin. Sebab masalah itu ada bagian dan tempatnya masing-masing. 

Kalau anda berpegang teguh pada ketakutan itu, lalu pertanyaannya, bagaimana orang yang selalu membaca Al Quran? Apakah orang yang Hafizhul Quran (penghafal Al Quran) itu jinnya banyak. Yang jelas tidak sesederhana itu. Semoga anda puas. 

 

Habib Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya, (Pekalongan)

Ra’is Am Idarah ‘aliyyah Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah