Imam Abul Abbas ibnu Suraij As-Syafi'i Al-Baghdadi

Imam Abul Abbas ibnu Suraij As-Syafi’i Al-Baghdadi (Ahmad ibnu Umar ibnu Suraij, 248-306 H) yang bergelar Asy-Syafi’i Ats-Tsani yang sezaman dengan Imam Abul Hasan Al-Asy’ari berkata:

“Janganlah kamu mengatakan dengan ta’wilnya mu’tazilah, Asy’ariyyah, jahmiyyah, mulhidah, mujassimah, musyabbihah, karramiyyah, dan mukayyifah, tetapi terimalah ia tanpa ta’wil dan kita mengimaninya tanpa tamtsil.”

IBN SURAIJ (249-306 H / 863-908 M)

Ulama Faqih Madzhab Syafi’i

      Tokoh / syekh (guru besar) madzhab Syafi’i yang berperan dalam penyebaran Madzhab Syafi’i dan menjadi pembela yang tangguh madzhab ini.

    Nama aslinya : Imam Ahmad bin Umar bin suraij, dan dikenal dengan nama Abu Al Abbas. Lahir di baghdad. Ia dikenal dengan julukan Al Baz al Asyhab (burung elang bermata tajam) dan Al Asad Al Dari (Singa buas).

     Ia belajar fiqih kepada Al Muzani, dan Abu Qosim Al Ambati atau Abu Sa`id Al-Ambati. Belajar hadits kepada Hasan ibn Muhammad Al Zafarani, Abu Abbas bin Muhammad Al Duri, Muhammad bin Abdul Malik Ad Daqiqi, Abu Dawud Al Sijistani.

    Ia pernah menjadi hakim di Syiraz, dan menjadi teladan dengan penegakan keadilan dan moral. Dalam keilmuan ia mengungguli pendahulu-pendahulunya termasuk Al Muzani (gurunya) sendiri.

    Ia merupakan penulis produktif , karyanya mencapai 400 buah . Ia meninggal di baghdad. Dan murid-muridnya yang pernah belajar padanya, antara lain : Sulaiman bin Ahmad al Tabrani (seorang ahli hadits terkenal dan penulis 3 buah ensiklopedia.

Karya