Swietenia macrophylla King, atau dikenal sebagai mahoni, adalah pohon tropis dari famili Meliaceae yang berasal dari Amerika Tengah dan Selatan, namun kini telah tersebar luas di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Pohon ini dapat tumbuh hingga ketinggian 40–60 meter, dengan batang lurus dan kayu yang keras, kuat, serta tahan lama, sehingga sering dimanfaatkan dalam industri perkayuan untuk pembuatan furnitur, lantai, dan kerajinan. Selain nilai ekonomis dari kayunya, mahoni juga dikenal memiliki potensi dalam bidang kesehatan. Biji mahoni mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, saponin, alkaloid, dan limonoid (terutama swietenin dan swietenolide), yang berfungsi sebagai antioksidan, antidiabetes, antihipertensi, serta pelindung hati (hepatoprotektif). Ekstrak biji dan kulit batangnya telah digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi gangguan sirkulasi darah, kolesterol tinggi, dan diabetes. Karena nilai ekologis dan ekonomisnya yang tinggi, Swietenia macrophylla juga sering ditanam sebagai pohon peneduh dan reboisasi.
KLASIFIKASI :
Kingdom : Plantae
Divisi : Tracheophyta
Class : Magnoliopsida
Ordo : Sapindales
Family : Meliaceae
Genus : Sweitenia
Species : Sweitenia macrophylla G.King
MORFOLOGI
Bunga di malai ketiak. Anak daun 6-12, hingga 15 × 5 cm, lanset asimetris, ujung pendek. Ditanam di Uganda untuk tujuan kehutanan (tanpa keberhasilan yang mencolok) dan ornamen. Kapsul 12-15 (-22) cm. panjang. Pohon tinggi
HABITAT
Tumbuh secara alami di wilayah tropis, terutama di hutan hujan dataran rendah Amerika Tengah dan Amerika Selatan, seperti Meksiko, Peru, Brasil, dan Bolivia. Di Indonesia, tanaman ini diperkenalkan dan dibudidayakan secara luas, khususnya di pulau Jawa, Sumatra, dan Kalimantan, karena nilai ekonomis dan ekologisnya yang tinggi. Mahoni tumbuh optimal pada ketinggian antara 0–800 meter di atas permukaan laut, dengan curah hujan tahunan sekitar 1.000–3.000 mm dan suhu rata-rata 24–30°C. Tanaman ini menyukai tanah yang gembur, berdrainase baik, dan sedikit asam hingga netral (pH 5,5–7,0). Mahoni juga dikenal tahan terhadap kekeringan sedang dan mampu tumbuh baik di lahan terbuka maupun hutan sekunder. Karena kemampuan adaptasinya yang baik serta pertumbuhannya yang relatif cepat, mahoni sering digunakan dalam program penghijauan, konservasi tanah, dan reboisasi di kawasan tropis.
KANDUNGAN FITOKIMIA
Swietenia macrophylla King (mahoni) mengandung berbagai senyawa kimia aktif yang memberikan beragam efek farmakologis. Bagian yang paling banyak diteliti adalah biji, kulit batang, dan daunnya, yang masing-masing memiliki kandungan fitokimia khas. Berikut adalah kandungan bahan kimia utamanya yaitu limonoid, flavonoid, saponin, alkaloid, tanindan, steroid dan terpenoid
POTENSI
Swietenia macrophylla King berpotensi besar sebagai sumber bahan obat herbal alami dengan aktivitas antidiabetes, antihipertensi, dan antioksidan, sekaligus sebagai komoditas unggulan dalam industri perkayuan bernilai tinggi.
MANFAAT
Swietenia macrophylla King (mahoni) memiliki banyak manfaat yang mencakup bidang kesehatan, kehutanan, dan industri. Dalam bidang kesehatan tradisional, biji mahoni telah lama digunakan sebagai obat alami untuk membantu menurunkan tekanan darah, kadar gula darah, dan kolesterol. Senyawa aktif seperti swietenin dan swietenolide dalam bijinya memiliki efek antidiabetes, antihipertensi, antioksidan, dan antiperadangan. Selain itu, ekstrak kulit kayu dan daun mahoni juga menunjukkan potensi sebagai antibakteri, analgesik, serta memperkuat daya tahan tubuh.
Di bidang kehutanan dan lingkungan, mahoni bermanfaat sebagai pohon peneduh dan penyerap karbon karena kanopinya yang rindang dan kemampuannya tumbuh cepat. Dalam bidang industri, kayu mahoni sangat dihargai karena kuat, tahan lama, dan memiliki tekstur serta warna yang menarik, menjadikannya bahan baku utama untuk furnitur, lantai, ukiran, hingga alat musik berkualitas tinggi. Dengan manfaat yang meluas, mahoni merupakan tanaman multi guna yang bernilai tinggi baik secara ekologis, ekonomis, maupun medis.
PETA SEBARAN
REFERENSI
Hendra, R., et al. (2011). Antioxidant, anti-inflammatory and anticancer activities of methanolic extracts from Swietenia macrophylla leaves. Journal of Medicinal Plants Research, 5(14), 3131–3137.
Swietenia macrophylla G.King in GBIF Secretariat (2023). GBIF Backbone Taxonomy. Checklist dataset https://doi.org/10.15468/39omei accessed via GBIF.org on 2025-07- 14.
'WFO (2025): Swietenia macrophylla King. Published on the Internet; http://www.worldfloraonline.org/taxon/wfo-0000505131. Accessed on: 14 Jul 2025'