Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Phylum : Tracheophyta
Class : Liliopsida
Ordo : Zingiberales
Family : Zingiberaceae
Genus : Zingiber Mill.
Species :Zingiber officinale var. rubrum.
MORFOLOGI
Zingiber officinale var. rubrum atau jahe merah merupakan tanaman herba tahunan dengan tinggi 50–100 cm. Tanaman ini memiliki rimpang yang besar, berdaging tebal, bercabang, dan berwarna merah keunguan dengan aroma khas yang kuat. Batangnya semu, terbentuk dari pelepah daun yang saling menutupi. Daunnya tunggal, memanjang seperti pita, ujung runcing, tepi rata, dan berwarna hijau tua. Bunganya muncul dari rimpang, tersusun dalam bulir padat, berwarna putih kekuningan dengan semburat merah atau ungu, dan bersifat hermaprodit. Buah jahe merah jarang dijumpai, berbentuk bulat kecil dan berwarna cokelat.
KANDUNGAN BAHAN KIMIA
Jahe merah mengandung berbagai senyawa kimia aktif, antara lain gingerol, shogaol, zingeron, paradol, serta minyak atsiri (zingiberene dan bisabolene). Selain itu, terdapat flavonoid, vitamin C, dan mineral seperti kalsium, fosfor, serta zat besi. Kandungan ini berfungsi sebagai antioksidan, antiinflamasi, antibakteri, dan memberikan aroma serta rasa pedas khas jahe merah.
MANFAAT
Manfaat jahe merah sangat beragam. Dalam bidang kesehatan, jahe merah digunakan untuk meningkatkan daya tahan tubuh, menghangatkan badan, meredakan masuk angin, batuk, mual, nyeri otot, serta membantu melancarkan peredaran darah dan menurunkan kolesterol. Dalam kuliner, jahe merah digunakan sebagai bumbu masak, minuman hangat, atau bahan olahan kue dan makanan tradisional.
CARA PERAWATAN
Perawatan jahe merah dilakukan dengan penyiraman rutin, terutama pada musim kemarau, pemberian pupuk organik atau kompos secara berkala, dan penyiangan gulma agar rimpang tumbuh optimal. Tanah harus gembur dan tidak tergenang air untuk mencegah rimpang busuk.
CARA BUDIDAYA
Budidaya dimulai dengan memilih rimpang sehat sebagai bibit. Rimpang dipotong-potong dengan 2–3 mata tunas, lalu ditanam pada tanah gembur dengan kedalaman 5–10 cm dan jarak tanam 40–50 cm. Tanaman dirawat dengan penyiraman, pemupukan, dan pengendalian hama secara rutin. Panen dilakukan setelah 8–10 bulan ketika daun menguning dan mengering, menandakan rimpang siap dipanen.
CARA PENGOLAHAN
Jahe merah dapat diolah menjadi berbagai produk seperti jahe kering, bubuk jahe, minyak jahe, wedang jahe, permen jahe, atau ekstrak herbal. Pengolahan dilakukan dengan mencuci rimpang hingga bersih, dikeringkan atau disuling untuk menghasilkan minyak atsiri, kemudian dijadikan bahan masakan, minuman, atau produk obat tradisional
PETA SEBARAN
REFERENSI
Amrul, H. M. Z., Pasaribu, N., Harahap, R. H., & Aththorik, T. A. 2018. Studi pada Masyarakat Batak Parmalim Tumbuhan Obat.