Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Phylum : Tracheophyta
Class : Magnoliopsida
Ordo : Solanalaes
Family : Solanaceae
Genus : Solanum L.
Species : Solanum lycopersicum L.
MORFOLOGI
Tanaman Solanum lycopersicum L. atau tomat merupakan tumbuhan herba yang memiliki sistem akar tunggang dengan banyak cabang yang menyebar ke segala arah dan mampu menembus tanah hingga kedalaman sekitar satu meter. Batangnya berbentuk bulat, lunak, beruas-ruas, dan ditutupi oleh rambut halus yang membuatnya terasa agak kasar. Daunnya tersusun secara berseling, berbentuk majemuk menyirip dengan tepi yang bergerigi serta memiliki permukaan berbulu halus. Daun tomat mengeluarkan aroma khas ketika diremas. Bunganya berwarna kuning berbentuk bintang dan tersusun dalam tandan, termasuk bunga sempurna karena memiliki benang sari dan putik. Buah tomat berbentuk bulat hingga lonjong, berwarna hijau ketika muda dan berubah menjadi merah, oranye, atau kuning saat matang. Daging buahnya berair, berbiji banyak, dan memiliki rasa yang segar sedikit asam. Biji tomat berbentuk pipih kecil, berwarna kuning pucat, dan dilapisi bulu halus.
KANDUNGAN BAHAN KIMIA
Tomat mengandung berbagai senyawa kimia penting yang bermanfaat bagi kesehatan. Kandungan utamanya adalah likopen (lycopene), yaitu pigmen merah alami yang berfungsi sebagai antioksidan kuat untuk melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Selain itu, tomat juga mengandung beta-karoten (provitamin A), vitamin C, vitamin E, vitamin K, serta berbagai mineral seperti kalium, kalsium, dan magnesium. Tomat juga memiliki senyawa fenolik, flavonoid, dan asam folat yang berperan dalam menjaga kesehatan tubuh dan sistem imun.
MANFAAT
Tomat memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Kandungan likopen berfungsi membantu mencegah penyakit jantung, kanker prostat, dan menurunkan kadar kolesterol. Vitamin C dan E dalam tomat berperan sebagai antioksidan yang memperkuat daya tahan tubuh serta menjaga kesehatan kulit. Beta-karoten bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata, sedangkan kandungan airnya yang tinggi membantu menjaga hidrasi tubuh. Selain itu, tomat juga sering digunakan dalam dunia kecantikan sebagai bahan alami untuk mencerahkan dan menyegarkan kulit wajah.
CARA PERAWATAN
Tanaman tomat membutuhkan sinar matahari penuh dan tanah yang gembur serta kaya bahan organik. Penyiraman dilakukan secara rutin, terutama pada fase pertumbuhan dan pembentukan buah, namun harus dihindari genangan air agar akar tidak membusuk. Penyiangan gulma dilakukan secara berkala agar tidak bersaing dengan tanaman tomat dalam menyerap nutrisi. Pemupukan dapat dilakukan dengan pupuk organik atau NPK secara teratur. Selain itu, perlu dilakukan pengendalian hama seperti kutu daun dan ulat buah dengan pestisida nabati agar tanaman tetap sehat.
CARA BUDIDAYA
Budidaya tomat dimulai dari penyemaian benih pada media semai yang lembab dan gembur. Setelah bibit berumur sekitar 2–3 minggu dan memiliki 4–5 helai daun sejati, bibit dapat dipindahkan ke lahan tanam atau pot. Jarak tanam yang ideal sekitar 50–60 cm antar tanaman. Tanaman perlu diberi ajir (penopang batang) agar tumbuh tegak dan buah tidak menyentuh tanah. Pemupukan dilakukan secara bertahap selama masa pertumbuhan hingga menjelang panen. Panen dilakukan ketika buah sudah berwarna merah cerah, biasanya 70–90 hari setelah tanam.
CARA PENGOLAHAN
Tomat dapat diolah menjadi berbagai produk makanan dan minuman. Pengolahan yang umum dilakukan antara lain menjadi saus tomat, jus tomat, sambal tomat, sop, salad, atau bahan masakan lainnya. Tomat juga dapat diolah menjadi produk olahan industri seperti pasta tomat, puree, dan ketchup. Dalam pengolahan, sebaiknya tomat tidak dimasak terlalu lama agar kandungan vitamin tidak banyak berkurang, meskipun proses pemanasan justru dapat meningkatkan ketersediaan likopen bagi tubuh.
PETA SEBARAN
REFERENSI
Solanum lycopersicum L. in GBIF Secretariat (2023). GBIF Backbone Taxonomy. Checklist dataset https://doi.org/10.15468/39omei accessed via GBIF.org on 2025-10-18.