Aloe vera L. adalah tanaman sukulen dari famili Asphodelaceae yang telah dikenal luas karena manfaatnya dalam bidang kesehatan, kecantikan, dan pengobatan tradisional. Tanaman ini memiliki daun tebal berisi gel bening yang kaya akan air dan senyawa bioaktif seperti aloenin, aloin, saponin, flavonoid, vitamin (A, C, E, B12), mineral (kalsium, magnesium, seng), serta enzim dan asam amino esensial. Gel dari daun Aloe vera memiliki sifat antiinflamasi, antibakteri, antioksidan, dan penyembuhan luka, sehingga banyak digunakan untuk mengatasi luka bakar, iritasi kulit, jerawat, serta mempercepat regenerasi kulit. Selain itu, ekstraknya juga dimanfaatkan dalam produk kesehatan sebagai pencahar alami (laxative) dan pendukung sistem pencernaan. Aloe vera tumbuh optimal di daerah beriklim kering dan hangat, serta memerlukan sinar matahari penuh dengan tanah berdrainase baik. Karena kemudahan budidayanya dan tingginya kandungan fitonutrien, tanaman ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut dalam bidang farmasi, kosmetik, dan nutraseutikal
KLASIFIKASI :
Kingdom : Plantae
Divisi : Tracheophyta
Class : Liliopsida
Ordo : Asparagales
Family : Asphodelaceae
Genus : Aloe L.
Species : Aloe Vera (L.) Brum.f
MORFOLOGI
Batang tanaman lidah buaya berserat atau berkayu. Pada umumnya sanagt pendek dan hampir tidak terlihat karena tertutup oleh daun yang rapat dan sebagian terbenam dalam tanah. Namun, ada juga beberapa species yang berbentuk pohon dengan ketinggian 3-5m. Daunnya berdaging tebal tidak bertulang, berwarna hijau keabu-abuan dan mempunyai lapisan lilin dipermukaan; serta bersifat sukulen, yakni mengandung air, getah, atau lendir yang mendominasi daun. Bagian atas daun rata dan bagian bawahnya membulat (cembung). Di daun lidah buaya muda dan anak (sucker) terdapat bercak berwarna hijau pucat sampai putih. Bercak ini akan hilang saat lidah buaya dewasa. Bunga lidah buaya berbentuk terompet atau tabung kecil sepanjang 2-3cm, berwarna kuning sampai orange tersusun sedikit berjungkai melingkari ujung tangkai yang menjulang keatas sepanjang sekitar 50-100cm.
HABITAT
Tumbuh secara alami di daerah beriklim kering dan hangat, seperti wilayah Afrika Utara, Timur Tengah, dan kawasan tropis serta subtropis lainnya. Tanaman ini sangat adaptif terhadap lingkungan panas dan kering karena kemampuannya menyimpan air di dalam jaringan daun sukulen yang tebal. Aloe vera tumbuh optimal pada ketinggian rendah hingga sedang (0–800 mdpl), dengan suhu ideal antara 20–30°C dan intensitas cahaya matahari penuh. Tanah yang cocok untuk pertumbuhannya adalah tanah berpasir atau tanah berdrainase baik dengan pH netral hingga sedikit asam (sekitar pH 6,0–7,0). Tanaman ini tidak tahan terhadap genangan air atau kelembapan tinggi dalam jangka waktu lama karena dapat menyebabkan akar membusuk. Karena kemampuannya bertahan di lingkungan ekstrem, Aloe vera sering dibudidayakan di pekarangan rumah, kebun herbal, maupun skala industri di wilayah tropis dan subtropis di seluruh dunia.
KANDUNGAN FITOKIMIA
Aloin, barbaloin, isobarbaloin, aloe-emodin, emodin, aloenin, aloesin, β-barboloin, flavonoid, sterol, anthraquinones, saponin, salicylic acid.
POTENSI
Memiliki potensi yang sangat besar dalam berbagai bidang, terutama kesehatan, kosmetik, farmasi, dan pangan. Kandungan bioaktifnya yang melimpah—seperti aloin, aloenin, flavonoid, saponin, vitamin, mineral, dan enzim—menjadikan tanaman ini sebagai agen antiinflamasi, antimikroba, antioksidan, imunomodulator, dan penyembuh luka yang efektif. Dalam industri kosmetik, Aloe vera banyak digunakan sebagai bahan dasar produk perawatan kulit dan rambut karena kemampuannya melembapkan, menyembuhkan luka, dan mengurangi iritasi. Di bidang farmasi, ekstraknya dikembangkan sebagai obat luka bakar, salep penyembuh luka, serta bahan dalam suplemen pencernaan dan detoksifikasi. Aloe vera juga berpotensi sebagai bahan alami dalam produk makanan dan minuman kesehatan (nutraseutikal), seperti jus, teh, dan gel konsumsi, karena efek pendinginan dan kandungan nutrisinya yang baik untuk sistem pencernaan. Selain itu, kemudahan budidaya dan daya adaptasinya yang tinggi menjadikan Aloe vera sebagai komoditas unggulan yang layak dikembangkan secara ekonomi maupun terapeutik.
MANFAAT
Mengobati sembelit, menjaga kesehatan pencernaan (asam lambung/maag), merawat kesehatan kulit, mengobati pusing/sakit kepala, mengatasi kurang gizi, kencing manis, wasir, menyuburkan rambut, penyembuh luka, mengurangi ketombe
PETA SEBARAN
REFERENSI
Aloe vera (L.) Burm.f. in GBIF Secretariat (2023). GBIF Backbone Taxonomy. Checklist dataset https://doi.org/10.15468/39omei accessed via GBIF.org on 2025-07-14.
Amrul, H. M. Z., Pasaribu, N., Harahap, R. H., & Aththorik, T. A. 2018. Studi pada Masyarakat Batak Parmalim Tumbuhan Obat.
Boudreau, M. D., & Beland, F. A. (2006). An evaluation of the biological and toxicological properties of Aloe barbadensis (miller), Aloe vera. Journal of Environmental Science and Health Part C, 24(1), 103–154.