Averrhoa carambola atau yang dikenal dengan sebutan belimbing manis, juga terdapat beberapa pendapat mengenai asalnya, beberapa penulis melaporkan bahwa belimbing ini berasal dari Sri Lanka dan Maluku (Indonesia) yang kemudian tersebar luas ke daratan Asia Selatan dan Malaysia serta ke beberapa negara lainnya (Morton, 1987; Dasgupta, et al., 2013;). Morton (1987) juga menginformasikan bahwa belimbing manis didatangkan ke Florida bagian selatan sejak tahun 1887 atau sekitar 94 tahun setelah belimbing wuluh masuk ke Amerika Selatan. Berdasarkan data tersebut di atas bahwa Indonesia kemungkinan besar merupakan kawasan penting sebagai daerah asal tanaman belimbing. Nama Averrhoa ini digunakan untuk memberikan penghargaan kepada seorang filsuf Arab yakni Averhoes (1126–1198). Tercatat ada dua jenis anggota marga Averrhoa yaitu Averrhoa bilimbi L. dan A. carambola L. (Corner, 1940; Payal et al., 2012).
KLASIFIKASI
Divisio : Spermatophyta
Kelas : Angiospermae
Subkelas : Dicotyledonae
Ordo : Oxalidales
Famili : Oxalidaceae
Genus : Averrhoa
Species : Averrhoa carambola L.
MORFOLOGI
Struktur morfologi tanaman belimbing manis terdiri atas akar, batang, cabang, ranting, bunga, buah dan biji.
Akar tanaman belimbing manis cukup dalam dan menyebar kesegala arah.
Batang berkayu keras, tidak teratur.
Daun termasuk dalam daun majemuk. Tangkai daunnya pendek, pangkal daun agak besar pada bagian atasnya.
Bunga belimbing manis memiliki 5 helai daun bunga (sepala), berbentuk bujur telur memanjang dengan buku pendek bergabung dalam satu kuncup. Bunga mempunyai 4-5 tangkai putik (stylus) sepanjang 0,2 cm yang mempunyai beberapa rambut panjang. Letak daun bunga tegak, pada bagian pangkalnya lepas, dan pada bagian agak tengah menyatu (berdekatan). Kepala sari (anthera) berwarna putih kekuningan, ukurannya kecil dan terdiri dari dua ruang. Bakal buah (ovarium) berwarna putih kehijauan, beralur, terdiri dari lima bagian, dan berbulu sepanjang tepinya. memiliki bakal biji (ovule) dalam tiap ruang, dan berwarna hijau muda.
Buah belimbing manis berupa buah buni, berbentuk lonjong dengan 5 rusuk (belimbingan) yang tajam, mengilap, dan berlilin. Biji belimbing manis berbentuk pipih lonjong dengan ujung runcing, tertutup oleh aril yang berlendir, dan testanya berwarna coklat muda mengilap dan tipis.
HABITAT
Iklim. Secara umum tanaman Belimbing akan tumbuh baik di daerah beriklim tropis. Faktor-faktor seperti curah hujan, sinar matahari, Kelembapan, dan angin sangat mempengaruhi keberhasilan pertumbuhan pohon Belimbing. Buah Belimbing memerlukan curah hujan yang tinggi.
Keadaan Tanah. Tanaman Belimbing menghendaki hidup di tanah yang gembur, berdrainase baik, dan mampu menahan air sehingga keadaan tanahnya selalu lembap. Keasaman yang cukup baik dan masih bisa ditolerir oleh tanaman berada di antara 5,5 sampai 7,0.
Ketinggian Tempat. Tanaman Belimbing merupakan salah satu jenis tanaman yang tahan terhadap suhu tinggi. Pertumbuhannya akan semakin baik jika ditanam di daerah dekat pantai atau di dataran rendah yang panas dan lembap.
ZAT FITOKIMIA
Buah belimbing manis kaya akan kandungan vitamin A, vitamin C yang bersifat antioksidan dan kalium. Hal yang terpenting dan perlu diperhitungkan adalah seratnya, terutama serat pektin yang berguna bagi kesehatan pembuluh darah. Dalam 100 mg buah belimbing itu terkandung kalori 36 kalori, protein 0,4 g, lemak 0,4 g, karbohidrat 8,8 g, serat 4 gram, kalsium 12 mg, fosfor 1,1 mg, zat besi 170 m, vitamin A 0,03 IU, vitamin B1 35 mg dan vitamin C 24 mg.
POTENSI ETOBOTANI
Selain sebagai buah segar, ternyata belimbing manis ini banyak sekali manfaatnya salah satunya digunakan sebagai obat. Tumbuhan ini dapat mengobati beberapa jenis penyakit seperti pencernaan, kanker, antioksidan, tekanan darah tinggi, kolesterol, dan gangguan ginjal. Selain itu, tumbuhan ini juga sangat baik untuk merawat kecantikan, dan meningkatkan kerja enzim.
PETA SEBARAN
REFERENSI
Averrhoa belimbing L. di Sekretariat GBIF (2022). Taksonomi Tulang Punggung GBIF. Dataset daftar periksa https://doi.org/10.15468/39omei diakses melalui GBIF.org pada 30-04-2023.
Astuti Puji Inggit, 2017. Averrhoa bilimbi L., Averrhoa carambola L. forma acidis dan Averrhoa carambola L. forma dulcis: BELIMBING TUA KOLEKSI BERSEJARAH DI KEBUN RAYA
Corner, E.J.H. 1940; Belimbing Family (Oxalidaceae) in Wayside Trees of Malaya. Volume 1. 516 - 517
Anitha R, Geetha, R.V. and Lakshmi T, 2011. Averrhoa bilimbi L. International Journal of Drug Development & Research Vol. 3 (3)