Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Phylum : Tracheophyta
Class : Liliopsida
Ordo : Asterales
Family : Asteraceae
Genus : Gynura Cass.
Species : Gynura procumbens (Lour.) Merr.
MORFOLOGI
Daun sambung nyawa (Gynura procumbens (Lour.)Merr.) merupakan salah satu terna tahunan yang mempunyai batang tegak yang bercabang dan basah, berwarna keungunan, panjang sampai 6 m. Tanaman sambung nyawa jarang berbunga. Kalaupun ada, warna jingga kuning, berkelamin ganda. Daun sambung nyawa biasa dimakan sebagai lalap mentah, mudah diperbanyak dengan stek.
KANDUNGAN BAHAN KIMIA
Senyawa golongan glikosida, flavonoid, minyak atsiri, saponin, tanin, triterpenoid, polifenol, steroida, alkaloid.
MANFAAT
Memiliki aktivitas antioksidan, antihipertensi, antiinflamasi dan antikanker.
Mengobati penyakit ginjal, menghentikan pendarahan, penawar racun gigitan hewan berbisa, menurunkan demam, asam urat, dan bisul
CARA PERAWATAN
Cara merawat tanaman ini cukup mudah karena biasanya tanaman ini tumbuh di lingkungan yang teduh (tidak terpapar sinar matahari langsung).
CARA BUDIDAYA
Perbanyakan secara vegetatif (stek batang, tunas akar dan umbi).
Kedalaman lobang tanam yang disarankan adalah 6-8 cm, jarak tanam 50 cm x 75 cm.
Panen daun dilakukan setelah tanaman berumur 1-2 bulan setelah tanam, sedangkan panen umbi setelah berumur 4-5 bulan setelah tanam.
CARA PENGOLAHAN
Daun sambung nyawa dapat dikonsumsi dengan berbagai cara. Bisa memakannya dalam keadaan mentah sebagai lalapan atau mengolahnya menjadi lauk. Rebusan daun sambung nyawa juga dapat diminum seperti meminum teh dengan cara merebus beberapa helai daunnya dan meminum air rebusannya.
PETA SEBARAN
REFERENSI
KHOIRUNNISA, A. (2022). EFEKTIVITAS ESKTRAK DAUN SAMBUNG NYAWA (Gynura procumbens (Lour.) Merr) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Salmonella typhiATCC 1408 (Doctoral dissertation, Poltekkes Tanjungkarang).