Tradescantia zebrina merupakan salah satu genus dari famili Commelinaceae. Nama tersebut di gunakan sebagai sebutan umum bagi tanaman-tanaman dari genus Tradescantia.
Tanaman ini berasal dari Amerika Selatan (Brazil tenggara, Argentina,dan Uruguay). Dalam sejarahnya, Tradescantia diambil dari John Tradescant (1608-1662), sebagai seorang pengurus kebun kerajaan Inggris pada masa pemerintahan Charles pada tahun 1638. Ia banyak berjasa memperkenalkan jenis- jenis tanaman baru ke tempat yang ia kenal. Sebagai penghormatan jasanya,tanaman tersebut di beri nama “Tradescantia”.
KLASIFIKASI
Kingdom : Plantae
Subkingdom : Tracheobionta
Superdivisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Subkelas : Commelinidae
Ordo : Commelinales
Famili : Commelinaceae
Genus : Tradescantia
Spesies : Tradescantia zebrina
MORFOLOGI
Daun Tradescantia zebrina berwarna kebiruan dengan dua garis memanjang yang permukaannya berwarna ungu dan permukaan bawahnya berwarna ungu. Tanaman hias gantung ini mempunyai seludang daun tipis dan tembus cahaya. Selain itu, ada sedikit bulu yang tumbuh di mulut daun. Panjang daun ini kisaran 8 hingga 12 mm dengan lebar 5 hingga 8 mm.
Tanaman hias dari genus Tradescantia ini mempunyai bunga dengan tiga kelopak berwarna merah muda dengan organ seksual berwarna putih, sama halnya dengan bunga dari spesies yang lainnya. Namun, memiliki karakteristik yang sedikit berbeda.
Tradescantia zebrina mempunyai bunga berkelompok yang didukung dengan bracts besar dan sempit layaknya seperti daun. Bunga tradescantia termasuk dalam jenis bunga hermafrodit, dimana radial-simetrisnya berlipat tiga. Tiga sepal akan tumbuh sepanjang 2 hingga 3 mm.
Selain itu, sepal tersebut hanya tumbuh pada kelopak dasar dengan bentuk bulat-bulat telur berwarna merah muda keunguan dengan panjang 5 hingga 9 mm. Benang sari dengan ukuran yang sama mempunyai rambut halus berwarna ungu. Tiga karpel tersebut nantinya akan menjadi ovarium permanent dan akan membentuk kapsul yang berisi biji berwarna abu-abu kecoklatan.
HABITAT
Tradescantia zebrina berasal dari Meksiko,Amerika Tengah, dan Kolombia, tetapi juga dapat ditemukan dikepulauan Karibia. Tumbuhan ini tumbuh di semak-semak dilahan basahdan hutan hujan, seringkali di atas batu di tempat teduh dan terbuka atau ditepi sungaipada ketinggian 2000 meter atau lebih rendah, tetapi terutama pada ketinggian yang lebih rendah.
Saat ini tanaman Tradescantia zebrina sudah sangat mudah dijumpai di Indonesia karena telah mengalami naturalisasi ke benua Asia. Tanaman rumput belang dikenal sebagai tanaman hias gantung yang merambat dengan warna dan motifnya yang khas. Mudahnya perawatan serta memiliki ketahanan yang kuat terhadap suhu ekstrim merupakan kelebihan tanaman ini. Hal ini membuat tanaman ini cukup diminati oleh kalangan masyarakat dan pencinta tanaman hias di Indonesia.
KANDUNGAN FITOKIMIA
Senyawa warna atau pigmen yang diduga terkandung dalam daun rumput belang (tradescantia zebrina)adalah Antosianin dan klorofil. Anthocyanin (anthos Yunani = bunga dan kianos = biru) adalah pigmen Terpenting tanaman vaskular, mereka tidak berbahaya dan mudah larut dalam media polar. Pigmen Ini memberikan perubahan warna jingga, merah muda, merah, ungu pada suasana tertentu. Ciri Umum dari adanya senyawa ini adalah memiliki kilap warna biru pada bunga dan buah dari Beberapa tanaman. Antosianin juga merupakan metabolit sekunder senyawa flavonoid dan juga Merupakan pigmen yang larut air (polar) yang secara alami memiliki kemampuan bereaksi khas dengan asam ataupun basa. Dalam suasana asam, antosianin akan berwarna merah dan pada media basa, antosianin akan berubah menjadi ungu dan biru.
POTENSI
Tradescantia zebrina ,juga dikenal sebagai tanaman jew atau inci pengembara, adalah tanaman dalam ruangan yang populer karena dedaunannya yang menarik dan persyaratan perawatan yang rendah. Ini asli Meksiko dan Amerika Tengah dan dapat ditanam sebagai penutup tanah atau sebagai tanaman trailing.
Salah satu potensi Tradescantia zebrina adalah kemampuannya menghilangkan polutan berbahaya dari udara. Seperti banyak tanaman hias lainnya, dapat menyerap racun seperti formaldehida dan benzena, menjadikannya pilihan yang sangat baik untuk meningkatkan kualitas udara dalam ruangan.
Selain itu, Tradescantia zebrina relatif mudah diperbanyak, artinya Anda dapat dengan mudah menumbuhkan tanaman baru dari setek, menjadikannya pilihan yang bagus untuk berbagi dengan teman atau memperluas koleksi tanaman Anda. Secara keseluruhan, Tradescantia zebrina adalah pilihan yang sangat baik bagi siapa saja yang mencari tanaman hias cantik dengan perawatan rendah yang juga dapat membantu meningkatkan kualitas udara dalam ruangan.
ETNOBOTANI
Tradescantia zebrina, umumnya dikenal sebagai Wandering Jew yang merupakan tanaman hias populer yang berasal dari Meksiko, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan. Ini adalah tanaman trailing yang umumnya ditanam karena daun ungu dan hijaunya yang menarik.
Dalam botani etno, tanaman ini telah digunakan untuk khasiat pengobatannya. Daun dan batangnya mengandung senyawa yang telah digunakan secara tradisional untuk mengobati berbagai penyakit seperti sakit kepala, sakit telinga, dan masalah pencernaan. Tanaman ini juga telah digunakan sebagai obat alami untuk iritasi kulit, luka, dan memar.
Selain kegunaan obatnya, Tradescantia zebrina juga telah digunakan dalam berbagai praktik budaya. Misalnya, di beberapa daerah di Meksiko, tumbuhan ini digunakan sebagai persembahan dalam upacara keagamaan. Di budaya lain, tanaman ini dipercaya membawa keberuntungan dan ditanam di dekat pintu atau jendela.
Di beberapa bagian Amerika Selatan, tanaman ini digunakan sebagai pewarna alami. Warna ungu daunnya dapat diekstraksi dan digunakan untuk mewarnai kain dan bahan lainnya. Secara keseluruhan, Tradescantia zebrina memiliki sejarah penggunaan yang kaya di berbagai budaya, baik untuk khasiat pengobatan maupun signifikansi budayanya.
PETA SEBARAN
REFERENSI
Tradescantia zebrina Bosse diSekretariat GBIF (2022). Taksonomi Tulang Punggung GBIF. Dataset daftar periksa https://doi.org/10.15468/39omei diakses melalui GBIF.org pada 29-04-2023.
Kartikawati SM. 2004. Pemanfaatan Sumber daya Tumbuhan oleh Masyarakat Dayak Meratus di Kawasan Hutan Pegunungan Meratus, Kabupaten Hulu Sungai Tengah. [tesis]. Bogor: Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Kristianti. 201
Widjaya, E.A. and Dransfield. 1989. Bamboos of South Asia. In: Siemonsma, J.S. & Wulijarni, S.N. (Eds.), Plant Resources of South Asia. The Netherlands: Pudoc, Wangeningen: 107-120