Buchozia japonica, sebelumnya dikenal dengan nama Serissa foetida atau Serissa japonica, adalah semak berbunga dari keluarga Rubiaceae yang banyak dimanfaatkan sebagai tanaman hias, terutama bonsai. Tanaman ini dikenal dengan nama umum “Snow Rose” atau “Tree of a Thousand Stars” karena penampakan bunganya yang kecil, berwarna putih cerah, dan muncul dalam jumlah banyak. Tumbuhan ini berasal dari wilayah Asia Timur, terutama Tiongkok selatan, Taiwan, dan Jepang. Secara taksonomi, tanaman ini sebelumnya termasuk dalam genus Serissa, namun dalam revisi terbaru oleh Callmander (2021), diklasifikasikan ulang ke dalam genus Buchozia.
Nama “foetida” pada sinonim lamanya merujuk pada bau tidak sedap yang khas muncul saat daun atau batangnya diremas, sebuah ciri khas yang dikenal oleh para penggemar bonsai dan tanaman hias.
KLASIFIKASI :
Kingdom : Plantae
Divisi : Tracheophyta
Class : Magnoliopsida
Ordo : Gentianales
Family : Rubiaceae
Genus : Buchozia
Species : Buchozia japonica (Thunb.) Callm.
MORFOLOGI
Buchozia japonica adalah semak berkayu yang tumbuh padat dan bercabang banyak, dengan tinggi berkisar antara 30 hingga 60 cm. Daunnya kecil, berbentuk lonjong hingga elips, berwarna hijau tua mengilap di bagian atas, dan tersusun berhadapan. Daun ini mengeluarkan aroma busuk yang khas bila diremas, sehingga dalam beberapa literatur disebut sebagai tanaman dengan bau tidak sedap.
Bunganya kecil dan berbentuk bintang, berwarna putih bersih hingga kemerahan pucat tergantung varietasnya. Kelopak bunga berbentuk corong dengan lima lobus yang menyebar. Bunga ini muncul terus-menerus sepanjang tahun di daerah beriklim hangat dan dikenal sangat melimpah, sehingga menutupi hampir seluruh pucuk ranting seperti “salju” kecil. Buahnya sangat jarang terbentuk dalam budidaya hias.
Akar tanaman ini serabut dengan kemampuan adaptasi tinggi terhadap pemangkasan, membuatnya ideal untuk dijadikan bonsai.
HABITAT
Secara alami, Buchozia japonica tumbuh di daerah berhutan yang lembap, padang rumput, dan tepi sungai di wilayah subtropis Asia Timur seperti Tiongkok selatan, Jepang, dan Taiwan. Di alam liar, tanaman ini mampu tumbuh di tanah yang berdrainase baik, cukup kelembaban, dan paparan sinar matahari sedang hingga penuh.
Dalam budidaya, tanaman ini disukai karena keindahan bunganya dan responsnya yang baik terhadap teknik pemangkasan. Ia bisa ditanam di pot sebagai bonsai, atau di taman sebagai border tanaman hias rendah. Karena daunnya kecil dan perawakannya kompak, Buchozia japonica juga sering digunakan sebagai bahan edukatif untuk teknik hortikultura seperti pemangkasan dan pembentukan tanaman.
KANDUNGAN FITOKIMIA
Penelitian tentang kandungan fitokimia Buchozia japonica masih sangat terbatas. Namun berdasarkan famili Rubiaceae dan tanaman kerabat dekatnya, tumbuhan ini diduga mengandung senyawa flavonoid, iridoid, dan fenolik yang umum terdapat dalam tanaman beraroma khas dan memiliki efek farmakologis. Beberapa penelitian pendahuluan menunjukkan adanya aktivitas anti-inflamasi, antioksidan, dan antimikroba dari ekstrak tanaman ini, meskipun masih perlu validasi lebih lanjut secara biokimia.
POTENSI
Potensi utama dari Buchozia japonica adalah sebagai tanaman hias, khususnya dalam seni bonsai. Daun kecil, bentuk simetris, dan respons yang baik terhadap pemangkasan menjadikan tanaman ini ideal bagi pemula maupun penghobi tingkat lanjut dalam seni tanaman miniatur.
Selain itu, kemampuannya untuk berbunga terus-menerus sepanjang tahun di daerah tropis menjadikan Buchozia japonica populer sebagai tanaman taman dan pekarangan. Potensi fitofarmaka masih perlu dieksplorasi, namun sifat aromatik dan struktur metabolit sekundernya menunjukkan kemungkinan aktivitas terapeutik, terutama sebagai antiinflamasi alami.
MANFAAT
Manfaat utama Buchozia japonica bersifat estetika dan edukatif. Tanaman ini banyak dimanfaatkan sebagai bonsai karena mudah dibentuk, memiliki struktur ranting yang rapi, dan berbunga lebat. Dalam beberapa budaya Asia Timur, tanaman ini juga dipercaya membawa keberuntungan dan keseimbangan karena bentuknya yang harmonis.
Secara herbal, belum ditemukan penggunaan tradisional yang luas dari spesies ini, terutama karena bau khasnya yang menyengat dan berpotensi iritatif. Oleh karena itu, penggunaan untuk konsumsi atau obat perlu melalui pengujian toksisitas yang cermat.
PETA SEBARAN
REFERENSI
https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:77219732-1 https://www.worldfloraonline.org/taxon/wfo-1000025849
https://www.flowersofindia.net/catalog/slides/Snow%20Rose.html https://www.selinawamucii.com/plants/rubiaceae/buchozia-japonica/