Cycas revoluta merupakan spesies gymnospermae dengan nama lain sikas, vredeplam, cycas du japon, atau sering kali disebut juga sebagai penawar jambe. Negara Inggris menamainya dengan sebutan sago palm, sago cycas, atau fern palm, sedangkan portugis menyebutnya dengan nama Palmeira-sagu atau sagu. Habitat Cycas revoluta yaitu dari negara Jepang selatan yang termasuk kepulauan Ryukyu. Cycas revoluta adalah salah satu Cycas yang paling banyak tumbuh di daerah subtropis atau di rumah kaca di daerah yang lebih dingin. Cycas berkembag biak dengan biji, pucuk stek batang dan dalam kondisi kultur jaringan.
KLASIFIKASI
Kingdom : Plantae
Sub Kingdom : Tracheophyta
Super Divisi : Spermatophyta
Divisi : Cycadophyta
Class : Cycadopsida
Ordo : Cycadales
Famili : Cycadaceae
Genus : Cycas
Spesies : Cycas revoluta Thunb.
MORFOLOGI
Cycas revoluta atau penawar jambe yang berasal dari Jepang, dengan tinggi tanaman 2-3 meter, dan biasa ditanam sebagai tanaman hias. Batang tanaman ini berbentuk bulat panjang, tidak bercabang, dengan pangkal tangkai daun majemuk menyirip ganda dengan panjang 0,5-2 m. Anak daunnya sangat banyak, berbangun garis dengan panjang 9-18 cm, tebal, keras, warna hijau tua. Bunga penawar jambe ini berkelamin tunggal, bunga jantan tersusun dalam bentuk kerucut bulat yang panjangnya sekitar 30-70 cm, dan diameter 8-15 cm,warna kuning kecoklatan, sedangkan bunga betina bentuknya setengah bola. Tanaman ini berbiji lonjong, gepeng, dengan panjang 4 cm, keras, dan berwarna coklat merah.
HABITAT
Cycas revoluta, atau lebih dikenal dengan sebutan pohon sagu adalah tanaman yang berasal dari wilayah subtropis dan tropis di Asia Timur, seperti Jepang, Korea, China. tanaman ini dapat tumbuh di berbagai jenis tanah, termasuk tanah liat, berpasir, dan berbatu. Tanaman ini juga tumbuh dengan baik pada suhu antara 15 hingga 30 derajat Celsius dan dapat tertahan pada suhu rendah hingga 0 derajat Celsius. Memiliki kebutuhan air yang cukup tinggi, namun tidak tahan terhadap genangan air. Cycas revoluta dapat ditanam dari biji dengan cara memisahkan tunasnya. Tanaman ini juga menghasilkan biji-biji besar yang dapat dimakan oleh berbagai jenis hewan, seperti burung, tupai, dan babi hutan. Namun, biji ini juga mengandung racun dan tidak dapat dikonsumsi secara mentah. Tanaman ini memiliki daya tahan yang kuat terhadap kondidi lingkungan yang keras, seperti angin kencang, kekeringan, dan panas terik.
KANDUNGAN FITOKIMIA
Cycas revoluta mengandung berbagai senyawa fitokimia, termasuk alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin.
Cycasin: senyawa racun yang diteukan dalam semua bagian tanaman Cycas revoluta, terutama pada biji dan daun. diketahui memiliki efek hepatotoksik dan karsinogenik.
Beta-sitosterol: termasuk golongan sterol dan diketahui memiliki efek antiinflamasi, antivirus, dan antikanker.
Quercetin: termasuk golongan flavonoid dan diketahui memiliki efek antioksidan, antikanker, dan antiinflamasi.
Cycadine: merupakan alkaloid dan diketahui memiliki efek neurotoksik.
POTENSI
Cycas revoluta memiliki beberapa potensi, diantaranya:
Potensi sebagai tanaman hias: tanaman ini sangat populer sebagai tanaman hias di berbagai negara, terutama di daerah subtropis dan tropis. Tanaman ini memiliki bentuk yang unik dan menarik, sehingga sering digunakan sebagai dekorasi di taman, halaman, atau bahkan di dalam ruangan.
Potensi sebagai sumber pangan: meskipun biji pohon sagu mengandung racun, biji tersebut dapat dimakan seteah diolah secara khusus untuk menghilangkan racunnya.
Potensi sebagai bahan industri: bahan kimia yang dihasilkan dari tanaman ini seperti, selulosa dan lignin, digunakan dalam industri kertas, pulp, dan tekstil.
Potensi sebagai bahan bakar alternatif: beberapa negara sedang mengembangkan penggunaan pohon sagu sebagai bahan bakar alternatif, seperti di Australia yang memanfaatkan biji sagu sebagai bahan bakar biomassa untuk menghasilkan listrik.
ETNOBOTANI
Cycas revoluta memiliki nilai etnobotani yang cukup tinggi, teutama di Jepang dan China. Diantaranya:
Bahan makanan: di Jepang, biji tanaman ini atau disebut “sotetsu” digunakan sebagai bahan makanan tradisional yang disebut “mochi”. Biji ini diolah secara khusus untuk menghilangkan racunnya dan kemudian dijadikan bahan dasar untuk membuat hidangan yang disajikan pada acara-acara tertentu, seperti Tahun Baru
Pengobatan tradisional: beberapa bagian tanaman ini, seperti daun, dan akar, digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan seperti sakit kepala, sakit perut, dan luka.
Simbol keberuntungan: tanaman ini dianggap sebagai simbol keberuntungan dan kesuburan di beberapa budaya. Di Jepang, tanaman ini sering ditanam si sekitar rumah atau di halaman kuil sebagai perlambang keberuntungan dan kemakmuran.
PETA SEBARAN
REFERENSI
Cite taxon page as 'WFO (2023): Cycas revoluta Thunb. Published on the Internet;http://www.worldfloraonline.org/taxon/wfo-0000631639. Accessed on: 26 Apr 2023'
Cycas revoluta Thunb. in GBIF Secretariat (2022). GBIF Backbone Taxonomy. Checklist dataset https://doi.org/10.15468/39omei accessed via GBIF.org on 2023-04-25.
Kaviani, B., Mahtabi, H., Mehrvarz, S. S., & GHAZIANI, M. V. F. (2014). IDENTIFICATION OF MALE AND FEMALE Cycas revoluta Thunb. BEFORE MATURITY USING MORPHOLOGICAL AND ANATOMICAL FEATURES. Scientific Papers-Series B, Horticulture, (58), 327-336.