Ficus ingens (Miq.) Miq.
Ficus ingens (Miq.) Miq.
Ficus ingens, juga dikenal sebagai pohon ara merah besar atau "red-leaved fig", merupakan spesies pohon dari genus Ficus dalam famili Moraceae. Tanaman ini tersebar luas di wilayah Afrika sub-Sahara, mulai dari Senegal di barat hingga Somalia dan Afrika Selatan, serta tercatat pula di bagian selatan Oman. Ficus ingens dikenal karena bentuk pertumbuhannya yang unik, sering kali tumbuh sebagai epifit di batuan, lalu mengembangkan akar besar yang mampu membelah batu, sehingga dijuluki sebagai “rock-splitting fig”. Tanaman ini sering dijumpai di daerah kering, tebing bebatuan, hutan terbuka, hingga lereng bukit pada ketinggian hingga 1.600 meter di atas permukaan laut. Kemampuannya beradaptasi di berbagai kondisi ekstrem menjadikannya tanaman penting dalam konservasi lahan dan pengendalian erosi.
KLASIFIKASI :
Kingdom : Plantae
Divisi : Tracheophyta
Class : Magnoliopsida
Ordo : Rosales
Family : Moraceae
Genus : Ficus
Species : Ficus ingens (Miq.) Miq.
MORFOLOGI
Ficus ingens dapat tumbuh sebagai semak besar atau pohon dengan tinggi antara 5 hingga 15 meter. Daunnya tebal, berbentuk lonjong hingga lanset, berukuran sekitar 4,5–16,5 cm panjang dan 2,7–8,5 cm lebar, dengan permukaan licin dan mengkilap. Daun muda sering kali berwarna merah muda terang, mencolok dan khas, yang menjadi ciri visual penting dari tanaman ini. Buahnya berupa sikon (buah khas Ficus) yang kecil, bulat, berdiameter 9–13 mm, berwarna merah atau ungu saat matang. Kulit batang tanaman ini halus, berwarna abu-abu muda, dan menghasilkan getah putih tidak beracun.
HABITAT
Tanaman ini tumbuh secara alami di lingkungan kering seperti savana, lereng berbatu, tebing sungai, dan kawasan hutan terbuka. Ficus ingens toleran terhadap kekeringan, mampu tumbuh di tanah miskin unsur hara, serta dapat ditemukan di berbagai HABITAT dengan pencahayaan penuh. Di banyak daerah, tanaman ini juga tumbuh pada bebatuan dan memanfaatkan celah batu untuk menancapkan akarnya, yang menjadikannya penting dalam ekosistem berbatu.
KANDUNGAN FITOKIMIA
Penelitian fitokimia menunjukkan bahwa Ficus ingens mengandung senyawa aktif seperti tanin, flavonoid, saponin, fenol, dan glikosida. Kandungan ini ditemukan terutama pada daun dan akar, dengan konsentrasi senyawa fitokimia yang lebih tinggi dibandingkan dengan bagian kulit batang. Tanaman ini juga mengandung serat kasar dalam jumlah tinggi (~37%) dan lemak yang rendah (~2%), menjadikannya berpotensi sebagai sumber bahan obat alami dan suplemen nabati.
POTENSI
Dengan kandungan bioaktif yang beragam dan kemampuannya bertahan di lingkungan ekstrem, Ficus ingens memiliki potensi besar untuk dikembangkan dalam bidang farmasi herbal, konservasi lahan, dan lanskap ekologis. Senyawa aktif yang dimilikinya menunjukkan efek antibakteri, antimalaria, antioksidan, dan potensi analgesik. Selain itu, karakteristik morfologinya yang kuat dan menarik menjadikannya pilihan populer untuk penghijauan lahan kering dan berbatu.
MANFAAT
Secara tradisional, berbagai bagian dari Ficus ingens telah dimanfaatkan dalam pengobatan etnobotani di Afrika. Lateks (getah) dari batang digunakan dalam penyembuhan luka, meskipun bukan sebagai antiseptik pengganti iodin. Daunnya diketahui bersifat toksik bagi ternak dalam jumlah besar, namun bagian lainnya digunakan sebagai obat malaria, pelancar ASI pada hewan, dan pengobatan diare. Buahnya juga menjadi sumber makanan bagi burung dan serangga penyerbuk seperti tawon fig (Platyscapa soraria), dan memainkan peran penting dalam ekologi setempat.
PETA SEBARAN
REFERENSI
World Flora Online (2025). Ficus ingens (Miq.) Miq. http://www.worldfloraonline.org/taxon/wfo-0000688813
Olayinka, A.O., et al. (2017). Phytochemical and Proximate Composition of Ficus ingens. Journal of Medicinal Plants Studies, 5(1), 88–92.
Flora of Zimbabwe & Useful Tropical Plants Database (2025)