Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Pylum : Tracheophyta
Class : Magnoliopsida
Ordo : Malpighiales
Family : Euphorbiaceae
Genus : Euphorbia L.
Spesies : Euphorbia abyssinica
MORFOLOGI
Euphorbia abyssinica merupakan tumbuhan yang mirip dengan tanaman besar, segar dan tegak dengan ketinggian sekitar 9-10 m. tanaman ini bisa tumbuh sendiri-sendiri atau membentuk rumpun seperti lilin, batang utama menjadi berkayu seiring bertambahnya usia dan mengeluarkan cabang samping yang hijau dengan jumlah 5-8 tulang rusuk atau cabang, bagian tulang rusuk pucuk baru memiliki tonjolan bulat kecil dan di sinilah bunga, daun, dan bunga tumbuh. Daunnya kasar, kecil, lonjong, dan akan gugur ketika musim kemarau. Bunganya memiliki bracts kekuningan yang khas tetapi tidak memiliki kelopak, bunga jantan memiliki benang sari tunggal, dan bunga betina memiliki putik bertangkai dan kepala putih bercabang, buahnya berbentuk kapsul dengan tiga kompartemen, tumbuhan ini mengeluarkan getah beracun yang menyebabkan kebutaan, iritasi da kulit melepuh.
HABITAT
Euphorbia berasal dari daerah Afrika dimana ia tumbuh di Ethiophia, Somalia, Sudan, dan Eritrea. Tanaman ini tedapat biasanya di lereng gunung yang gersang, di hutan pegunungan dan di sabana yang lebat, dan terkadang tumbuh di lain tempat dengan sendirinya pada ketinggian 840-1.460 m.
KANDUNGAN FITOKIMIA
Semua Euphorbia abyssinica mengandung getah putih, getah yang terdapat pada tanaman Euphorbia abyssinica mengandung hormone pengatur tumbuh indelo-3-acetoc acid.berbentuk susu beracun yang menyebabkan iritasi dan melepuh jika bersentuhan dengan kulit. Getahnya juga dapat menyebabkan kebutaan sementara atau permanen jika terkena mata. Hasil investigasi fitokimia lateks Euphorbia abyssnica Gmel (Euphorbiaceae) menghasilkan asam lemak tak jenuh hidroksi baru, asam 8 (R) – hidroksi – dec-3(E)-en-oat (1), selain empat senyawa yang diketahui lupeol (2), sitosterol (3), asam oleanolat (4) dan sitosterol-3-O-glukosida(5). Aktifitas anti bakteri dan antijamur in vitro dari senyawa yang diisolasi, serta skstrak methanol total dipeljari terhadap mikroorganisme yang berbeda; senyawa 1 menunjukan aktifitas anti jamur yang wajar terhadap jamur yang diuji.
POTENSI
Tumbuhan ini merupakan jenis spesies yang cocok tumbuh pada tanah yang di keringkan dengan baik di bawah sinar matahari. Akan tetapi, untuk tanaman yang muda lebih baik di tempatkan di dalam ruangan, dimana mereka dapat dengan mudah mencapai langit-langit. Euphorbia abyssinica di budidayakan sebagai tanaman hias. Di negara asalnya, batang kayu digunakan untuk kayu bakar dan kayu untuk atap, furniture dan barang lainnya, getahnya dapat digunakan untuk membunuh kutu pada ternak, pada pengobatan tradisional ketika getahnya di campurkan dengan mentega dapat meredakan infeksi jamur pada kulit, getah sering digunakan oleh tabir tradisional dalam pengobatan kasus malaria, tumbuhan ini terkadang digunakan untuk membantuk pagar hidup.
ETNOBOTANI
Lebih dari 200 tanaman obat termasuk Euphorbia abyssinica digunakan untuk pengobatan malaria dalam praktik medis tradisional ethiophia. Namun, keamanan, khasita dan kulitas tnaman obat ini sebagain besar tidak diketahui.
PETA SEBARAN
Referensi :
Euphorbia abyssinica JFGmel.di dalam Sekretariat GBIF (2022). Taksonomi Tulang Punggung GBIF. Daftar periksa dataset https://doi.org/10.15468/39omei diakses melalui GBIF.org pada 26-04-2023
El fiky F.Asres K,dkk.(2008).Investigasi fitokimia dan antimikroba lateks dari Euphorbia abyssinica Gmel. Diakses pada 29 april 2023 dari https://www.researchgate.net /publication/259752960_Phytochemical_and_Antimicrobial_Investigation_of_Latex_from_Euphorbia_Abyssinica_Gmel
Malar j.2019,Anti-malarial activity of the root extract of Euphorbia abyssinica, diakses pada 29 april 2023 dari https://translate.google.com/translate?u=https://www.ncbi.nlm.nih.gov /pmc/articles/PMC6668069/&hl=id&sl=en&tl=id&client=srp&prev=search