Kingdom: Plantae
Phylum: Tracheophyta
Class: Liliopsida
Order: Alismatales
Family: Araceae
Genus: Schismatoglottis Zoll
Species: Schismatoglottis calyptrata
MORFOLOGI
Schismatoglottis calyptrata adalah tanaman herba dari famili Araceae yang tumbuh di daerah lembap dan teduh seperti hutan basah atau pinggir sungai. Tanaman ini memiliki daun besar berbentuk hati (cordate) dengan permukaan mengilap berwarna hijau tua. Daunnya tumbuh dari pangkal dalam bentuk roset pada tangkai panjang yang muncul dari rimpang. Rimpangnya pendek dan merayap di permukaan tanah. Bunga tanaman ini tersusun dalam bentuk tongkol (spadix) yang dilindungi seludang (spatha) berwarna hijau pucat, mirip ciri khas tanaman talas-talasan. Secara keseluruhan, tampilannya rimbun dan cocok sebagai tanaman penutup tanah di area lembap.
KANDUNGAN BAHAN KIMIA
Tanaman ini mengandung berbagai metabolit sekunder yang memiliki potensi farmakologis. Analisis fitokimia menunjukkan keberadaan senyawa seperti flavonoid, fenolik, tanin, alkaloid, saponin, dan beberapa senyawa antioksidan alami. Kandungan tersebut membuat tanaman ini memiliki aktivitas antibakteri, antiradang, dan dapat mendukung penyembuhan luka. Senyawa fenolik dan flavonoidnya berperan sebagai antioksidan yang membantu menangkal radikal bebas.
MANFAAT
Schismatoglottis calyptrata memiliki manfaat terutama sebagai obat tradisional dan tanaman hias. Dalam pengobatan, daun segarnya sering digunakan untuk meredakan bengkak, peradangan, serta iritasi kulit. Air rebusan daunnya juga dapat digunakan sebagai pembilas untuk mengatasi gatal-gatal atau infeksi ringan. Selain itu, karena bentuk daun yang lebar dan indah, tanaman ini banyak dimanfaatkan sebagai penghias area teduh di pekarangan atau taman alami. Kemampuannya tumbuh subur di tempat lembap menjadikannya pilihan yang baik sebagai tanaman penutup tanah.
CARA PERAWATAN
Perawatan tanaman ini cukup sederhana, terutama dengan menjaga kelembapan tanah. Tanaman harus ditempatkan di area teduh dengan cahaya matahari tidak langsung, karena sinar yang terlalu kuat dapat membuat daunnya menguning atau kering. Penyiraman dilakukan secara rutin, terutama pada musim panas, tetapi media tanam tidak boleh sampai tergenang untuk mencegah akar busuk. Pembersihan gulma di sekitar tanaman perlu dilakukan agar pertumbuhan tidak terganggu. Pemotongan daun tua secara berkala juga membantu menjaga tampilan tanaman tetap rapi dan sehat.
CARA BUDIDAYA
Budidaya tanaman ini umumnya dilakukan melalui pemisahan rimpang atau rumpun. Rumpun yang cukup besar dipisah menggunakan tangan atau alat tajam yang bersih, lalu ditanam pada media tanah humus atau campuran tanah dan kompos. Tanaman perlu ditempatkan di tempat yang teduh dan lembap, dengan tanah yang gembur dan kaya bahan organik. Penyiraman dilakukan secara teratur untuk menjaga kelembapan media tanpa menyebabkan genangan. Dalam beberapa minggu, tanaman akan mulai mengeluarkan tunas baru dan membentuk rumpun yang lebih besar.
CARA PENGOLAHAN
Pengolahan tanaman ini umumnya dilakukan untuk pemakaian luar. Daun segar dicuci bersih, kemudian diremas atau ditumbuk sampai lumat untuk ditempelkan pada bagian tubuh yang bengkak, meradang, atau terkena iritasi kulit. Untuk penggunaan dalam bentuk air rendaman atau air bilasan, daun direbus terlebih dahulu hingga air berubah warna, lalu digunakan untuk membasuh area kulit yang bermasalah. Pengolahan dilakukan secara sederhana karena tujuannya adalah memanfaatkan kandungan alami dari daun tanpa proses kimiawi tambahan.
PETA SEBARAN
REFERENSI
Schismatoglottis calyptrata (Roxb.) Zoll. & Moritzi in GBIF Secretariat (2023). GBIF Backbone Taxonomy. Checklist dataset https://doi.org/10.15468/39omei accessed via GBIF.org on 2025-11-29.