Morinda citrifolia L.
Morinda citrifolia L.
Morinda citrifolia L yang lebih dikenal sebagai mengkudu atau noni, adalah tanaman tropis yang berasal dari wilayah Asia Tenggara dan Australasia, termasuk Indonesia. Tanaman ini telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional karena kandungan senyawa bioaktifnya yang melimpah, seperti flavonoid, alkaloid, dan iridoid. Buahnya yang beraroma khas dipercaya memiliki efek antiinflamasi, antibakteri, antioksidan, dan imunomodulator, serta telah digunakan untuk membantu mengatasi berbagai gangguan kesehatan seperti hipertensi, diabetes, dan nyeri sendi. Selain buah, bagian lain dari tanaman ini seperti daun dan akarnya juga digunakan sebagai ramuan herbal. Meskipun potensi khasiatnya menjanjikan, efektivitas dan keamanannya dalam penggunaan jangka panjang masih memerlukan penelitian ilmiah lebih lanjut.
KLASIFIKASI :
Kingdom : Plantae
Divisi : Tracheophyta
Class : Magnoliopsida
Ordo : Gentianales
Family : Rubiaceae
Genus : Morinda L
Species : Morinda citrifolia L
MORFOLOGI
Semak hijau atau pohon kecil, tinggi hingga 5 m, seringkali berdaging; cabang berbentuk segi empat, gundul. Daun berhadapan atau menyendiri di seberang perbungaan; tangkai daun 5-20 mm, gundul; bilah berdaging, mengering seperti kertas, lonjong-lonjong, lonjong, atau bulat telur, 10-25 × 5-13 cm, gundul dan mengkilap pada kedua permukaan, pangkal akut atau asin, ujung tajam sampai tumpul; urat sekunder 5-7 pasang, dengan domatia puber; bintik-bintik interpetiolar, bebas atau menyatu dengan tangkai daun, berbentuk segitiga lebar sampai bulat telur, 4-16 mm, tumpul atau bulat. Perbungaan soliter dan berseberangan dengan daun; tangkai 1-1,5 cm; kepala 1, lonjong sampai subglobose, diameter 5-10 mm, banyak berbunga; bracts tidak ada. Bunga dengan hypanthia menyatu sebagian, distylous. Kelopak gundul atau puber; tungkai terpotong sampai terpotong, 0,2-0,5 mm, kadang-kadang dalam 1 sampai banyak bunga kepala dengan 1 (-3) kalikofil, putih, elips sempit sampai oblanceolate, 5-16 mm, tumpul sampai tajam. Mahkota bunga putih, bentuk corong, bagian luar gundul; tabung ca. 15 mm, bervili padat di tenggorokan; lobus 5, bulat telur-lanset, sekitar 6 mm. Drupecetum putih, bulat telur tidak beraturan hingga subglobose, 2,5-5 cm. Buah berbiji tidak dapat dibedakan secara individual. Fl. dan fr. sepanjang tahun.
HABITAT
Morinda citrifolia L. (mengkudu) tumbuh secara alami di wilayah tropis dan subtropis, terutama di kawasan Asia Tenggara, Pasifik Selatan, dan Australia bagian utara. Tanaman ini biasanya ditemukan di daerah pesisir, hutan sekunder, dan lahan terbuka yang mendapat sinar matahari penuh. Mengkudu dapat tumbuh dengan baik di berbagai jenis tanah, termasuk tanah berpasir, tanah liat, dan tanah berbatu yang kurang subur, serta tahan terhadap kondisi kekeringan maupun genangan air dalam waktu singkat. Ketinggian ideal untuk pertumbuhannya adalah antara 0–1.500 meter di atas permukaan laut. Karena sifatnya yang adaptif dan tahan terhadap lingkungan ekstrem, Morinda citrifolia sering dijadikan tanaman pekarangan dan mudah dibudidayakan tanpa perawatan khusus.
KANDUNGAN FITOKIMIA
Morinda citrifolia L. (mengkudu) mengandung berbagai senyawa fitokimia yang berkontribusi terhadap manfaat farmakologisnya. Berikut adalah beberapa kandungan fitokimia utama pada tanaman ini:
Iridoid
Senyawa utama yang banyak ditemukan pada buah mengkudu, seperti scopoletin, damnacanthal, dan asperulosid acid, yang memiliki efek antiinflamasi, antioksidan, dan antikanker.
Flavonoid
Berperan sebagai antioksidan kuat yang menangkal radikal bebas. Flavonoid dalam mengkudu juga mendukung fungsi kardiovaskular dan memiliki efek antiinflamasi.
Alkaloid
Termasuk xeronine, yang dipercaya membantu perbaikan sel dan meningkatkan fungsi sistem imun, meskipun keberadaan dan mekanismenya masih kontroversial secara ilmiah.
Saponin
Bersifat antimikroba dan berkontribusi dalam memperkuat sistem kekebalan tubuh.
Antrakuinon
Senyawa seperti alizarin dan lucidin yang memiliki efek antibakteri, meskipun penggunaannya perlu hati-hati karena beberapa jenis bersifat toksik dalam dosis tinggi.
Sterol dan Terpenoid dikenal memiliki efek antiinflamasi, analgesik, serta mendukung fungsi metabolik tubuh
POTENSI
Potensi besar dalam bidang pengembangan obat herbal dan industri kesehatan karena kandungan senyawa bioaktifnya yang beragam. Berbagai studi menunjukkan bahwa tanaman ini memiliki efek farmakologis yang menjanjikan, seperti antikanker, antidiabetes, antimikroba, dan imunomodulator.
MANFAAT
Morinda citrifolia L. (mengkudu) memiliki berbagai manfaat kesehatan yang telah dimanfaatkan secara tradisional maupun diteliti secara ilmiah. Buah, daun, dan akar tanaman ini diketahui mengandung senyawa aktif seperti iridoid, flavonoid, dan alkaloid yang memberikan efek farmakologis seperti antioksidan, antiinflamasi, antimikroba, dan imunomodulator. Mengkudu sering digunakan untuk membantu menurunkan tekanan darah, mengontrol kadar gula darah, meredakan nyeri sendi, serta memperkuat sistem kekebalan tubuh. Selain itu, ekstrak buah mengkudu juga menunjukkan potensi sebagai agen antikanker dan hepatoprotektif dalam beberapa studi praklinis. Meski demikian, konsumsi jangka panjang dan dalam dosis tinggi tetap perlu dikaji lebih lanjut untuk memastikan keamanannya secara klinis. Tanaman ini juga digunakan sebagai bahan suplemen dan produk herbal di berbagai negara karena khasiatnya yang beragam dan alami.
PETA SEBARAN
REFERENSI
https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:77219732-1 https://www.worldfloraonline.org/taxon/wfo-1000025849
https://www.flowersofindia.net/catalog/slides/Snow%20Rose.html https://www.selinawamucii.com/plants/rubiaceae/buchozia-japonica/