Pseuderanthemum reticulatum adalah spesies melati yang berasal dari Asia selatan (di India, Myanmar dan Sri Lanka. Penyebaranya dimulai dari Hindustan ke Indocina, lalu Kepulauan Melayu. Bunga melati merupakan salah satu tanaman semak yang ditemukan di gebus jasminum. Bunga ini memiliki beragam spesies, ada sekitar 220 spesies lain yang tersebar di seluruh dunia. Di Indonesia tanaman ini sangat terkenal, bahkan dijadikan sebagai “puspa bangsa” atau simbol nasional, dikarenakan bunga ini melambangkan kesucian dan kemurnian, serta dikaitkan dengan berbagai tradisi dari banyak suku di negara Indonesia. Bunga ini merupakan suatu keharusan sebagai hiasan rambut pengantin dalam upacara pernikahan berbagai suku di Indonesia, terutama suku Jawa dan Sunda.
KLASIFIKASI
Kingdom : Plantae
Phylum : Tracheopyta
Class : Magnoliodsida
Ordo : Lamiales
Famili : Acanthaceae
Genus : Pseuderanthemum Radik
Spesies : Pseuderanthemum reticulatum
MORFOLOGI
Pseuderanthemum reticulatum di sebut Melati Jepang mempunyai bentuk pohon berbatang kecil, tinggi batang Melati Jepang hanya sekitar ½ sampai 2 meter. Daun terletak berhadap-hadapan, tumbuh berselang-seling. Daun Melati Jepang ini berukuran lebar antara 5–10 cm dan panjangnya dapat mencapai 15 cm. Daunnya berwarna hijau tua atau hijau muda dengan campuran warna kuning, bunga-bunga Melati Jepang terdapat pada satu tangkai yang bulat dan panjangnya sekitar 20 cm. Bunganya ini terdapat di sepanjang tangkai dapat merapat pada ujungnya, bentuk kumpulan bunga, secara keseluruhan merupakan tandan yang ke luar dari ketiak daun. Kelopak bunga berwarna hijau dan mempunyai sela-sela dalam yang menyerupai gigi. Mahkota bunga bentuknya seperti tabung yang pada ujungnya terbuka. Bentuk bulat telur atau bulat panjang, Warna dari mahkota bunganya ini ungu muda yang hampir berwarna putih susu.
Pseuderanthemum reticulatum merupakan tanaman perdu atau semak kecil yang biasanya tumbuh hingga ketinggian sekitar 1 meter. Tanaman ini biasanya ditemukan di daerah tropis dan subtropis, dan sering ditemukan di hutan atau di tepi jalan. Kelopak bunga berwarna hijau dan mempunyai sela-sela dalam yang menyerupai gigi. Mahkota bunga bentuknya seperti tabung yang pada ujungnya terbuka. Bentuknya bulat telur atau bulat panjang. Warna dari mahkota bunganya ini ungu muda yang hampir berwarna putih susu. Bunga Melati Jepang dapat tumbuh dimana saja. Di dataran rendah bunga ini dapat tumbuh dengan baik begitu juga jika ditanam di dataran tinggi, maka Melati Jepang dapat tumbuh dengan sempurna. Dalam menanam Melati jenis ini diperlukan beberapa syarat yang harus dipenuhi agar bunga tumbuh subur dan baik. Hal utama yang harus dipenuhi yaitu adalah tanah, menanam Melati Jepang harus dengan tanah yang tidak mudah digenangi oleh air dan juga mengandung banyak bahan organik. Tempat penanamannya harus mempunyai curah hujan rata-rata 112 sampai 119 mm per bulan. Selain itu, kelembaban udara berkisar antara 50%-80%.
HABITAT
Pseuderanthemum reticulatum dapat tumbuh pada ketinggian tempat dataran rendah < 600 dpl, dengan curah hujan rata-rata 5-6 bulan basah/tahun dan toleran terhadap curah hujan tinggi. Suhu udara siang 28-36°C dan malam 24-30°C dengan kelembaban udara 50 – 80%.Sebagian besar tanaman melati ditemukan di daerah beriklim tropis hingga sub tropis, meskipun beberapa di antaranya dapat tumbuh subur di daerah beriklim sedang. Tumbuhan melati dapat tumbuh sepanjang tahun dan cenderung mudah dirawat.
KANDUNGAN FITOKIMIA
Pseuderanthemum reticulatum dikenal sebagai pseuderanthemum terjaring, adalah spesies tumbuhan dalam famili Acanthaceae. Ada penelitian terbatas tentang komposisi fitokimia tumbuhan ini. Beberapa penelitian telah mengidentifikasi adanya senyawa tertentu pada daun dan batangnya. Ini termasuk:
Alkaloid – Ini adalah senyawa yang mengandung nitrogen yang dapat memiliki berbagai efek pada tubuh, seperti pereda nyeri dan relaksasi otot.
Flavonoid – Ini adalah pigmen tumbuhan yang memiliki sifat antioksidan dan mungkin memiliki efek anti-inflamasi, antivirus, dan antikanker.
Tanin – Ini adalah jenis polifenol yang memiliki sifat astringen dan mungkin memiliki efek antiinflamasi dan antioksidan.
Saponin – Ini adalah glikosida yang memiliki aksi berbusa dan mungkin memiliki sifat anti-inflamasi, antijamur, dan antibakteri.
Senyawa fenolik – Ini adalah senyawa yang memiliki sifat antioksidan dan mungkin memiliki efek antiinflamasi, antimikroba, dan antikanker.
Terpenoid – Ini adalah kelompok beragam senyawa yang memiliki berbagai aktivitas biologis, termasuk sifat anti-inflamasi, antijamur, dan antivirus.
POTENSI
Melati (Jasminum sambac) merupakan salah satu jenis tanaman florikultura yang memiliki potensi untuk dikembangkan baik untuk memenuhi kebutuhan pasar di domestik maupun ekspor. Di Indonesia, melati dikenal sebagai Puspa Bangsa, dengan bunga yang putih bersih dan memiliki aroma khas yang sangat harum, menjadikan melati sebagai komoditas spesial. Melati banyak digunakan sebagai bahan roncean untuk rangkaian/dekorasi maupun sebagai aksesoris pengantin tradisional, selain itu juga dapat dijadikan sebagai bahan pewangi teh dan minyak atsiri, sehingga melati banyak dibudidayakan terutama di daerah sentra.
ETNOBOTANI
Pseuderanthemum reticulatum merupakan spesies tumbuhan yang biasa dikenal dengan sebutan “Never Never Plant” atau “Semangka Pseuderanthemum”. Itu milik keluarga Acanthaceae dan berasal dari Asia Tenggara dan Australia utara.
Dalam pengobatan tradisional, Pseuderanthemum reticulatum telah digunakan untuk berbagai keperluan, seperti mengobati penyakit kulit, gangguan pencernaan, dan peradangan. Daunnya diyakini memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan, yang membuatnya berguna untuk mengurangi stres oksidatif dan peradangan.
Selain kegunaan obatnya, Pseuderanthemum reticulatum juga biasa digunakan sebagai tanaman hias di taman dan lansekap karena dedaunannya yang menarik, yang menampilkan tanda hijau dan putih yang mengingatkan pada semangka.
Selain itu juga, Sebagian masyarakat di Asia dan Australia telah menggunakan Pseuderanthemum reticulatum sebagai bahan obat tradisional untuk mengatasi berbagai penyakit seperti demam, batuk, dan sakit kepala. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa tanaman ini memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi. Pseuderanthemum reticulatum sering dijadikan tanaman hias karena memiliki daun yang indah dengan corak unik seperti pada buah semangka. Tanaman ini cocok ditanam dalam pot maupun di kebun.Konservasi tanah Pseuderanthemum reticulatum juga dapat dimanfaatkan untuk konservasi tanah dan air karena sistem perakarannya yang kuat mampu menahan erosi tanah dan memperbaiki kualitas tanah.Dalam Potensi sumber daya hayati Ekstrak dari Pseuderanthemum reticulatum juga memiliki potensi sebagai bahan baku untuk industri farmasi, kosmetik, dan pangan karena kandungan senyawa aktifnya yang dapat digunakan sebagai antioksidan dan antimikroba.
PETA SEBARAN
REFERENSI
Pseuderanthemum reticulatum (hort. Ex Hook.fil.) Radlk.di Sekretariat GBIF (2022). Taksonomi Tulang Punggung GBIF. Dataset daftar periksa https://doi.org/10.15468/39omei diakses melalui GBIF.org pada 30-04-2023.
Kosasih, R., fahrurozi, A. 2017.Pengklasifiksian Bunga dengan Menggunakan Metode Isomap dan Naive Bayes Classifier, Jurnal Ilmiah Dan Komputer, Vol. 22, No 3.
Agustina, S., Wiraningtyas, A. And Bima, K. (2016) ‘Skrining fitokimia tanaman obat Di kabupaten bima’, 4, pp. 71–76.