Cordiyline fruticosa (L.) (Hanjung) adalah tanaman hias dari keluarga Asparagaceae, yang berasal dari austronesia, Asia Tenggara dan Oseania. Tanaman ini secara lokal dikenal sebagai tanaman andong, pohon ti, atau hanjung.
Nama daerah untuk tanaman Andong ini di antaranya adalah Bak Juang (Aceh), Linjuang (Minang), Tumjuang (Palembang), Hanjuang (Sunda), Andong (Jawa Tengah), Kayu Urip (Madura), Andong (Jakarta), Endong (Bali), Renjuang (Dayak), Endong (Nusa Tenggara), Tabango (Gorontalo), Palili (Makasar), Panjureng (Bugis), dan Weluga (Ambon).
Hanjuang (Cordiyline fruticosa) adalah tanaman tahunan yang berfungsi sebagai tanaman pelindung dan penghalang di sawah atau ladang. Tujuanya untuk menentukan tanaman Hanjuang (Cordiyline fruticosa) berdasarkan morfologi dan anatominya.
Menurut Siti Sutarmi (2010) morfologi tumbuhan adalah cabang ilmu Biologi yang mempelajari tentang bentuk dan susunan luar tubuh tumbuhan beserta fungsinya dalam kehidupan tumbuhan. Karakter morfologi merupakan ciri yang umum di gunakan untuk mengklasifikasikan tumbuhan. Morfologi tumbuhan berdasarkan kesamaan ciri dapat dikelompokan dalam kelompok taksa tertentu (Gembong dikutip oleh Sa’adah, 2015).
Menurut Sri Mulyani (2006) anatomi tumbuhan adalah salah satu cabang ilmu Biologi yang mempelajari tentang struktur dalam tumbuhan beserta fungsinya. Karakter anatomi di gunakan sebagai dasar taksonomi untuk menempatkan suatu tumbuhan pada tingkat takson tertentu.
KLASIFIKASI
Kingdom : Plantae
Subkingdom : Tracheobionta
Super Divisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Sub kelas : Liliidae
Famili : Agavaceae
Genus : Cordyline
Spesies : Cordyline fruticosa (L) A. Chev.
MORFOLOGI
Pengamatan tanaman Hanjuang (Cordyline fruticosa) secara morfologi memberikan informasi bahwa daun berbentuk bangun lanset, ujungnya runcing, pangkalnya runcing, tepinya berombak, susunan tulangnya menyirip, dagingnya seperti kertas, dan warnanya ungu. Batang arah pertumbuhanya secara monopodial. Akar berbentuk serabut.Tanaman Hanjuang (Cordyline fruticosa) memiliki daun dengan susunan tulang menyirip karena menyesuaikan dengan habitat tanaman Hanjuang (Cordyline fruticosa) tumbuh. Susunan daun tanaman Hanjuang (Cordyline fruticosa) yang menyirip menyerupai seperti susunan tulang ikan. Susunan tulang daun yang menyerupai susunan tulang ikan berimplikasi dengan komponen daun lainya. Implikasi yang memungkinkan adalah ujung dan pangkal daun berbentuk runcing. Sedangkan tepi tanaman Hanjuang (Cordyline fruticosa) yang berombak mirip seperti tepi daun tanaman Lidah Mertua (Sansevieria spp.). Daging daun tanaman hanjuang (Cordyline fruticosa) seperti kertas yang mirip dengan tanaman pisang (Musa spp.). Permukaan daun tanaman Hanjuang (Cordyline fruticosa) halus seperti daun bunga kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis). Warnah daun tanaman Hanjuang (Cordyline fruticosa) menunjukan warna ungu karena warna yang di serap dari cahaya matahari untuk fotosintesis, yaitu warna merah dan biru atau ungu. Hal ini karena warna lain dari cahaya matahari di refleksikan atau di serap lalu direfleksikan.
Arah pertumbuhan batang tanaman hanjuang (Cordyline fruticosa) secara monopodial. Tanaman yang tumbuh secara monopodial bagian kuncup apikalnya akan terus tumbuh. Kuncup yang terus tumbuh dapat menyebabkan bagian kuncup lateral mengalami dormansi. Bila kuncup apikal di potong maka kuncup lateral akan hilang masa dormansinya dan mengakibatkan arah pertumbuhanya menjadi simpodial.
Akar tanaman Hanjuang (Cordyline fruticosa) berbentuk serabut karena akar sekundernya lebih banyak bercabang. Hal ini disebabkan akar primernya telah hilang dan di gantikan dengan akar sekunder.
ANATOMI
Pengamatan tanaman Hanjuang (Cordyline fruticosa) secara anatomi memberikan informasi bahwa daun pada sayatan longitudinal memiliki jaringan penyokong berupa kolenkim, stomata berbentuk aktinositik, zat ergastik berupa kristal jarum, mengandung antosianin dan tidak mengandung karotenoid.
Batang pada sayatan transversal memiliki jaringan pengangkut berupa xilem yang lebih besar daripada floem, terdapat jaringan epidermis yang sangat dekat dengan jaringan pengangkut, dan memiliki jaringan penyokong berupa kolenkim. Akar pada sayatan transversal berbentuk radial pada jaringan pennganggkut dan jaringan penyokong berupa kolenkim.
SEBARAN
Asli Himalya-Indonesia, tapi sejak dahulu kala tersebar luas; merupakan tumbuhan eksotik benua eropa tumbuh di Asia – Perancis Polynesia, Hawai’ dan Selandia Baru.
EKOLOGI
Tanaman Hanjuang bisa di tanam sebagai tanaman hias di pekarangan, kebun atau kuburan, di gunakan sebagai pagar atau pembatas di perkebunan the. Andong berasal dari Asia Timur dan banyak di temukan di antara rendah hingga ketinggian 1.900 m dpl, tumbuh hingga 1.900 m dpl.
REFERENSI
Sa’adah, Lilis. (2015). Karakterisasi Morfologi dan Anatomi Selada Air (Nasturtium spp.) di Kabupaten Batang dan Semarang Sebagai Sumber Belajar Dalam mata kuliah Morfologi dan Anatomi Tumbuhan. Skripsi. Universitas Negeri Islam Walisongo
Tjitrosomo, Siti Sutarmi, dkk. (2010). Botani Umum 1 Bandung: Angkasa
Mulyani E.S, Sri. (2006). Anatomi Tumbuhan. Yogyakarta: Kanisius.
https://desainlanskap.blogspot.com
https://smkabdurrab.sch.id>artikel