Medinilla magnifica (nama Medinilla magnifica) adalah semak cemara abadi yang dapat tumbuh setinggi 4 hingga 8 kaki . Spesies ini adalah tanaman tropis yang tumbuh paling baik di tempat teduh dan memiliki dedaunan biru-hijau. Ini mekar dari bulan April sampai Agustus, ketika bunga merah muda yang besar terkulai dari batang. Medinilla magnifica, Medinilla mencolok atau anggur mawar, adalah spesies tanaman berbunga dalam keluarga Melastomataceae, asli Filipina . Itu adalah epifit. Berbagai spesies dan hibrida dalam keluarga ini terkenal dan populer di kalangan kolektor tanaman dengan Medinilla speciosa ditemukan hampir identik. Buah parijoto yang berwarna cantik memiliki kandungan antioksidan alami yang sangat tinggi. Kandungan ini didapatkan dari flavonoid, tanin, dan saponin. Kandungan antioksidan inilah yang membuat buah parijoto sangat bermanfaat bagi kesehatan. Antioksidan dapat mencegah akibat buruk dari radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh. Untuk mempersatukan pengetahuan dan pehaman serta memudahkan tekuninya jadi beberapa pakar membikinkan klasifikasi. arijoto adalah nama yang dikenal masyarakat Jawa. Tidak diketahui nama resmi tumbuhan dari famili Melastomataceae ini dalam bahasa Indonesia.Tanaman ini memiliki nama ilmiah Medinilla speciosa, Blume, sedangkan dalam bahasa Inggris disebut Showy Asian Grapes. Nama genus Medinilla, diberikan sebagai penghormatan kepada J de Medinilla, Gubernur Kepulauan Mariana (di Samudra Pasifik, masuk wilayah administrasi Amerika Serikat, Red), pada 1820. Medinilla speciosa, adalah semak hijau, epifit, yang tumbuh dalam kisaran tinggi 45–60 cm. Batang dan cabangnya berkayu, daunnya lonjong, berukuran panjang 20 cm dan 15 cm lebar, dengan urat-urat daun melengkung yang terlihat jelas.Bunganya yang cantik berukuran kecil berwarna merah muda terang, tersusun dalam malai yang besar berwarna merah.
Di negara empat musim, masa berbunga berlangsung pada awal musim panas hingga musim gugur. Begitu masa berbunga usai, dalam kurun waktu satu bulan, muncullah buah kecil-kecil, mula-mula berwarna merah muda, kemudian berubah menjadi ungu kemerahan ketika masak. Sepintas, buahnya juga mengingatkan pada buah gohok. Parijoto banyak dijumpai di Kalimantan, Jawa, dan Filipina, di ketinggian 500 – 1.000 meter di atas permukaan air laut. Di Kalimantan, tumbuhan ini dapat dijumpai di wilayah Kinabalu, yang masuk wilayah Malaysia. Di Jawa, tanaman ini banyak dijumpai di antaranya di wilayah Gunung Muria (Jawa Tengah), Gunung Andong (Magelang), dan beberapa gunung lainnya.Walaupun banyak tumbuh liar, tumbuhan ini dapat dibudidayakan. Orang menanamnya di pekarangan, di dalam pot, atau dijadikan tanaman hias dalam ruangan. Musim berbunganya November – Januari, dan memasuki panen pada Maret – Mei.Parijoto dalam bentuk buah berwarna ungu kemerah-merahan, dijajakan pedagang sebagai oleh-oleh di sepanjang jalan jika berziarah ke Sunan Gunung Muria di Kudus, Jawa Tengah. Rasanya asam-asam sepat.Parijoto dijual dengan harga Rp10.000-Rp50.000. Buah ini juga dijajakan secara online. Harganya bisa mencapai Rp70.000 untuk 5 batang besar.Masyarakat Kudus dan sekitarnya, turun-temurun, meyakini buah ini dapat meningkatkan kesuburan hormonal pada wanita hingga menjaga fisik bayi dalam kandungan. “Buah ini dipercaya dapat membuat jabang bayi cakap saat dilahirkan. Parijoto merupakan tanaman peninggalan atau warisan Sunan Muria," kata Ketua Paguyuban Masyarakat Pelindung Hutan (PMPH) Pegunungan Muria, Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Muhamad Sokib Garno Sunarno, dalam wawancara dengan tribunnews.com, 19 Juli 2016.Selain itu, parijoto juga dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit, antara lain sariawan, diare, dan kolesterol. Sidik Raharjo dalam bukunya, Rangkuman Fungsi dan Khasiat Tanaman Obat, terbitan Merapi Farma Herbal, menyebutkan daun parijoto dimanfaatkan untuk obat diare, sementara buahnya untuk obat sariawan dan antiradang. Inge Octaviani, B Boy Rahardjo Sidharta, LM Ekawati Purwijantiningsih, dari Fakultas Teknobiologi, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, melalui penelitian “Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Parijoto (Medinilla speciosa) terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus”, mencoba melihat potensi parijoto sebagai sumber senyawa antibakteri. Mereka melakukan penelitian untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun parijoto terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus.
KLASIFIKASI
Kingdom : Plantae
Subkingdom : Tracheobionta
Superdivisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Subkelas : Rosidae
Ordo : Myrtales
Famili : Melastomataceae
Genus : Medinilla
Spesies : Medinilla magnifica Lindl.
MORFOLOGI
Batang parijoto adalah tanaman epifit yang menumpang tumbuh pada tanaman lain. Parijoto berukuran kecil dan pendek. Tingginya hanya sekitar 45 cm sampai 60 cm. Tanaman semak kecil ini bersifat evergreen, yaitu bisa terus tumbuh sepanjang tahun. Parijoto mempunyai batang-batang berkayu. Batang tersebut berukuran kecil ini menjadi tempat tumbuhnya daun parijoto.
Daun parijoto mempunyai daun berwarna hijau, teksturnya lembut seperti kulit. Ukuran panjang daun parijoto mencapai 20 cm dan lebar hingga 15 cm. Bagian urat daunnya dapat terlihat dengan jelas.
Bunga tumbuhan parijoto memiliki bunga yang ukurannya kecil dan teksturnya halus. Warna bunga parijoto merah muda cerah. Bunga parijoto tumbuh di atas malai yang berukuran besar pada batang dengan warna kemerahan.Waktu berbunga tanaman parijoto sekitar awal musim panas hingga musim gugur. Masa berbunga parijoto ini akan berlangsung selama 1 bulan, kemudian disusul dengan kemunculan beberapa buah berukuran kecil yang tampak seperti buah beri. Kondisi menandakan bahwa tanaman parijoto akan mulai berbuah.
Buah parijoto yang tampak seperti buah beri akan muncul setelah masa berbunga, yakni di musim kemarau. Buahnya tumbuh secara bergerombol karena merupakan buah majemuk. Buah parijoto berbentuk bulat. Di awal tumbuhnya, buah ini berwarna merah muda. Namun saat matang, warna buah berubah menjadi ungu kebiruan. Warna inilah yang membuat buah parijoto sering disebut sebagai Showy Asian Grapes. Sebab warnanya hampir serupa dengan salah satu jenis buah anggur.
HABITAT
Tumbuhan ini banyak tumbuh liar di daerah pegunungan, sehingga dapat dikatakan parijoto lebih menyukai daerah yang teduh dan lembab. Parijoto akan optimal tumbuh di ketinggian 500 meter hingga 1.000 meter di atas permukaan laut. Tanaman parijoto umumnya tumbuh secara liar di pegunungan. Namun karena telah diketahui manfaat dan khasiatnya, maka banyak juga yang mulai membudidayakan tanaman ini. Untuk membudidayakannya, cara yang digunakan ialah menanamnya dalam pot ataupun pekarangan. Karena bentuk dan warna bunga dan buahnya yang indah, maka tak jarang parijoto juga menjadi tanaman hias.
Di Kudus, tanaman parijoto banyak ditanam untuk kepentingan pribadi dan dibudidayakan selama bertahun-tahun secara turun-menurun. Buah parijoto dipercaya sangat ampuh untuk mengatasi masalah hormonal dan kesuburan. Bahkan buah parijoto juga dipercaya dapat menjaga kondisi kandungan. Masyarakat Kudus percaya bahwa jika rajin mengonsumsi buah parijoto, maka anak yang lahir akan memiliki paras tampan atau cantik.
Oleh warga sekitar, tanaman parijoto juga dipercaya sebagai salah satu flora peninggalan dari Sunan Muria, sebab tanaman ini hanya tumbuh di sekitar Gunung Muria yang merupakan tempat tinggal Sunan Muria. Hingga kini, di sekitar makam Sunan Muria pun banyak tumbuh tanaman parijoto.
POTENSI
Ada beberapa potensi yang dimiliki oleh tanaman Medinilla magnifica (parijoto):
Tanaman semak yang hidup di hutan hujan tropis
Dipercaya bermanfaat untuk kesuburan dan ibu hamil
Tanaman hias yang menjadi primadona
Dapat dikonsumsi dalam berbagai bentuk
Inspirasi motif batik Nusantara
KANDUNGAN FITOKIMIA
Rakterisasi senyawa aktif dalam buah Parijoto (Medinilla magnifica) skrining fitokimia dilakukan dalam tiga tahap, yakni tahap ujikualitatif, tahap uji semi kuantitatif dengan kromatografi lapis tipis dan karakterisasi dengan spektrofotometer IR, serta dilanjutkan dengan uji kuantitatif untuk menentukan kadar flavonoid total pada fraksi-fraksi buah parijoto (Medinilla magnifica.) dan Hasil penapisan fitokimia menunjukkan bahwa buah parijoto mengandung senyawa flavonoid, tannin, saponin dan alkaloid (Vifta, 2018). Hasil uji penapisan fitokimia menunjukkan bahwa secara kualitatif senyawa aktif yang terkandung dalam buah parijoto meliputi flavonoid, tannin, saponin, dan alkaloid (Marliana, 2007). Buah parijoto (Medinilla magnifica) memilki manfaat sebagai antioksidan, antidiabetes, antiacne, antikolestrol, antihiperlipidemia, antibakteri, antikanker payudara dan toksisitas (Tussanti et al., 2014).
ETNOBOTANI
Tanaman berbentuk semak dengan batang dancabang tua berwarna coklat muda abu-abu,bersayap, kulitnya pecah-pecah. Cabang mudabersayap, berwarna hijau muda dan berbintik-bintik putih. Pada ketiak daun tumbuh akar nafas yang pendak, lebat, berwarna coklat kehitaman. Daun tunggal berseling berhadapan, oblong/ bulat panjang, tepi berwarna kemerahan, ujung meruncing, pangkal berlekuk, panjang daun20,5–38,5 cm, lebar 9,5–17,5 cm. Warna dauntua hijau mengkilap, sedangkan daun mudaberwarna hijau muda kekuningan dan daunyang masih kuncup berwarna coklat tua agakkemerahan Tulang daun 10 buah, berwarna hijaumuda abu-abu, menonjol pada permukaan daun bagian bawah, melengkung sesuai dengan bangundaunnya dan kelihatan jelas. Permukaan daun bagian atas berwarna hijau muda kekuningan.Tandan bunga panjangnya mencapai 66 cm, terminal pada ujung tanaman, bentuknya panjang mengerucut, berwarna merah muda keputihan/pink, tangkai tandan bersegi/bersayap. Kelopaktandan bunga sangat menonjol karena besar,pajangnya mencapai 17 cm, lebar 12 cm, berwarna merah muda keputihan/pink. Mahkota bungalima helai berwarna putih kemerahan, benangsari 10 berkas dengan pangkal berwarna putihkekuningan dan ujungnya berwarna pink, sedan-gkan ujungnya yang melengkung berwarna ungumuda. Putik satu buah berwarna putih, ujungnyameruncing agak melengkung. Buah berwarna merah muda keputihan/pink belum terjadi buahtua karena buah muda capat gugur.
TANDA SINYAL FISIK
Tanaman tumbuh setinggi 3 m, dengan daun berlawanan, kokoh, kasar, yang tumbuh hingga panjang 20–30 cm dalam bentuk bulat telur dengan ujung pendek. Bunganya tumbuh dalam malai dengan panjang hingga 50 cm, dengan bracts berwarna merah muda bulat telur . Bunga individu berukuran hingga 25 mm, dan berwarna merah muda, merah atau ungu. Buahnya berwarna ungu, beri berdaging, lebarnya sekitar 1 cm.Di Filipina M. Magnifica tumbuh di cabang-cabang pohon besar. Ini adalah epifit , yaitu tumbuhan yang tumbuh di pohon lain tetapi tidak menarik makanannya dari pohon itu seperti yang dilakukan parasite.
TANDA SINYAL EKOLOGIS
Di daerah tropis, ditanam sebagai tanaman tahunan . Ini juga merupakan tanaman rumah umum di iklim yang lebih sejuk. Raja Boudewijn dari Belgia adalah pemuja besar Medinilla . Dia menumbuhkan mereka di konservatori kerajaan dan mereka digambarkan pada uang kertas 10.000 franc Belgia. Di zona beriklim sedang , tanaman ini harus ditanam di bawah perlindungan sepanjang tahun, karena tidak mentolerir suhu di bawah 15 °C (59 °F). Ini membutuhkan tingkat kelembapan yang tinggi, dan sinar matahari yang cerah dengan naungan pada waktu terpanas hari itu. Ini telah mendapatkan Penghargaan Royal Horticultural Society of Garden Merit .
MANFAAT MEDINILLA MAGNIFICA
Manfaat Parijoto untuk Kandungan Ibu Hamil
Buah Parijoto ternyata dalam timbangan medis bermanfaat untuk kesehatan ibu hamil Khasiat ini diperoleh dari zat kardenolin, saponin, flavonid yang terkandung dalam buah parijoto dan daunnya yang mengandung tannin. Kandungan tersebut ternyata sangat baik sebagai penambah nutrisi ibu hamil. Sehingga, para pemburu parijoto banyak yang berasal dari luar kota demi mendapatkan buah ini. Karena terdapat mitos yang ingin memiliki bayi yang cantik atau ganteng makanlah buah Parijoto.
Manfaat Parijoto berguna mencegah Kolesterol
Buah dan sayur yang kaya akan antioksidan dikenal sebagai tumbuhan yang mampu mencegah kolesterol dan menurunkan risiko penyakit jantung . Buah Parijoto memiliki kandungan anti oksidan yang cukup tinggi. Sehingga penderita kolesterol disarankan memakan buah atau sayur yang mengandung antioksidan yang tinggi seperti buah Parijoto
Manfaat Buah Parijoto mengatasi Diare
Buah Parijoto dikatakan berguna untuk mengatasi masalah diare dan Biasanya yang digunakan dari buah Parijoto sebagai obat diare adalah daunnya. Caranya Siapkan Daun Parijoto segar sebanyak 20 gram lalu dicuci dahulu hingga bersih kemudian direbus dengan 400 ml air atau secukupnya tunggu sampai mendidih selama 15 menit. Setelah itu disaring dan didinginkan terlebih dahulu. Lalu minum ramuan herbal buah Parijoto tersebut untuk menyembuhkan diare Anda .
Manfaat Buah Parijoto mengobati Sariawan
Buah Parijoto yang berbentuk bulat kecil-kecil dan bergerombol ini memiliki kandungan vitamin C Sehingga buah Parijoto berkhasiat mengatasi Sariawan. Biasanya, buah parijoto segar sebanyak 5 gram dicuci kemudian ditumbuk halus. Setelah itu larutkan dalam 100 ml air matang kemudian gunakan untuk berkumur-kumur untuk menyembuahkan sariawan Anda . itulah beberapa manfaat Parijoto menurut kandungan gizi buah Parijoto .
PETA SEBARAN
REFERENSI
USDA, NRCS (nd). " Medinilla Magnifica " . Basis Data TANAMAN (plants.usda.gov) . Greensboro, Carolina Utara: Tim Data Tumbuhan Nasional . Diakses tanggal 30 Juni 2015 .
"Tanaman RUPS - Hias" (PDF) . Masyarakat Hortikultura Kerajaan. Juli 2017. hal. 64 . Diakses tanggal 4 April 2018 .
^Langsung ke:ab Gledhill, David (2008) . “Nama Tumbuhan”. Pers Universitas Cambridge. ISBN9780521866453(sampul keras),ISBN9780521685535(sampul kertas). hal 248, 253
Bautista, N. 2008. Growing Medinilla Species.TheUrban Gardener 2ndIssue Vol.1 No.2
http://plantamor.com/species/info/medinilla/magnifica#gsc.tab=0