Eugenia brasiliensis Lam.
Eugenia brasiliensis Lam.
Eugenia brasiliensis Lam., dijuluki grumichama atau Brazil cherry, adalah pohon kecil hingga sedang dari famili Myrtaceae, endemik di hutan Atlantik Brasil bagian selatan—terutama di negara bagian Paraná dan Santa Catarina. Tingginya bisa mencapai 7,5–15 m, dengan tajuk kompak, dan populer sebagai pohon hias di lanskap tropis maupun subtropis.
KLASIFIKASI :
Kingdom : Plantae
Divisi : Tracheophyta
Class : Magnoliopsida
Ordo : Myrtales
Family : Myrtaceae
Genus : Eugnia
Species : Eugenia brasiliensis Lam.
MORFOLOGI
Pohon ini bersifat selalu hijau dengan daun tunggal, berhadapan, berbentuk oval-leathery (~9– 16 cm x 5–6 cm), permukaan licin dan mengkilap, dengan warna hijau gelap; pucuk muda mengundang mata berwarna kemerahan . Bunga tunggal muncul di ketiak daun, berwarna putih, dengan empat kelopak dan puluhan hingga seratus benangsari, berukuran ±2,5 cm. Buahnya berupa berry sferis kecil (1,2–2 cm diameter), matang berwarna ungu tua hingga hitam, dagingnya putih kekuningan, rasa manis-keasam menyerupai ceri/plum. Sepal kelopak tetap menempel pada buah.
HABITAT
Endemik di Brasil selatan, tumbuh di hutan hujan Atlantik, dataran aluvial, dan lereng lembap dari ketinggian 0 hingga sekitar 1.100 m. Tanaman ini cocok pada iklim tropis hingga subtropis, tahan suhu ringan rendah mendekati −3 °C, dan menyukai tanah asam kaya unsur butuh drainase baik.
KANDUNGAN FITOKIMIA
Penelitian menunjukkan buah grumichama kaya akan vitamin C (~18,75 mg/100 g FW), karotenoid (terutama beta-cryptoxanthin ±22,3 μg/g), dan anthocyanin (±4.837 mg/100 g peel kering). Juga terdapat flavonoid, asam fenolat, proanthocyanidin, mineral (K, Ca, Mg), serta minyak atsiri dengan komponen utama α-pinene, β-pinene, 1,8-cineol, dan seskuiterpen (caryophyllene oxide) pada varian buah ungu.
POTENSI
Ekstrak buah dan limbahnya kaya antioksidan, bersifat antikanker, antibakteri, dan antiinflamasi, sehingga menjanjikan sebagai bahan nutraceutical atau farmasi alami . Studi efek anti-obesitas dan resistensi insulin pada tikus menunjukkan bahwa anthocyanin dari varian ungu mampu mengurangi penambahan berat badan, meningkatkan sensitivitas insulin, serta menurunkan kadar trigliserida hati. Ekstrak daun hidroalkoholik aman secara toksikologi pada tikus, juga menunjukkan efek antinociceptive dan menurunkan sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α, IL-1β, IL-6.
MANFAAT
Buah grumichama dimakan segar atau diolah menjadi selai, jeli, dan minuman fermentasi . Secara tradisional digunakan untuk meredakan peradangan, nyeri sendi, dan memiliki sifat astringen/diuretik. Ekstrak hidroalkoliknya menunjukkan aktivitas antiinflamasi topikal (penghambatan oedema telinga tikus) dan analgesik.
PETA SEBARAN
REFERENSI
Embrapa (2017). Karakterisasi fitokimia Alice+2Embrapa+2Embrapa+2 PubMed antiinflamasi topikal (2008)
PubMed bioaktivitas residu buah (2023) Embrapa+3PubMed+3Embrapa+3 PubMed fitokimia varietas buah, termasuk anthocyanin & mineral (2022) PubMed studi antiobesitas dan insulin (2021)
PubMed toksikologi dan efek antinyeri (2023) Studi minyak atsiri varietas buah (2007)
Wikipedia (2025). Grumichama (Eugenia brasiliensis) PubMed+14Wikipedia+14Amazon+14