Tikel Balung
(Cissus Quadrangularis L.)
Tikel Balung
(Cissus Quadrangularis L.)
Berasal dari Afrika tropis, India dan Asia Tenggara. Beberapa negara terutama Malaysia, Indonesia (Jawa), Thailand, dan Afrika menggunakannya untuk pengobatan patah tulang. Di India Selatan dan Sri Lanka, tunas dan daun muda tanaman ini digunakan sebagai sayuran yang dapat dimakan. Sirkulasi tanaman ini dari kawasan Asia Selatan, Afrika, Arab, AsiaTenggara, Brazil, dan Amerika. Infus dari akarnya dapat digunakan sebagai pestisida melawan rayap, kutu, dan sebagai pengusir lalat.
Umumnya tumbuh di wilayah pesisir, hutan sekunder, tepi hutan, diantara vegetasi riparian (tepi hutan/danau), di halaman depan rumah dan pekarangan. Tumbuh pada ketinggian sampai 2.000 m dpl. Menyukai sinar matahari penuh, cocok di tanah berpasir, tanah lempung.
Akar tunggang berwarna putih.
Batang memiliki cabang berpotongan segi empat, ruas 8-10 cm (panjang) dan 1-1,5 cm (lebar). Setiap sudut adalah tepi kasar.
Daun trilobe bergigi lebar 2–5 cm, muncul di simpul, pangkal daun lebar dan membentuk seperti segitiga di ujungnya. Tekstur daun berdaging, tepi daun bergerigi. Masing- masing memiliki sulur yang muncul dari sisi yang berlawanan dari simpul.
Bunga berwarna kehijauan-kemerahan, berbunga banyak, dan beraroma manis.
Buah bulat seperti beri, merah saat matang, diameter 7 mm, memiliki 1 biji obovoid.
Perbanyakan secara vegetatif (stek batang). Potong batang beberapa ruas. Biarkan selama 2 hari, tanam pada media tanam.
Memulihkan patah tulang, rematik, mengobati luka bakar, bisul, kudis, wasir, osteoporosis, diabetes, penyakit jantung gangguan pencernaan, asma, masalah telinga, mimisan, mengecilkan berat tubuh (adipositas), analgesik (pereda nyeri).
Karotenoid, triterpenoid, asam askorbat, ketosteroid, resveratrol, zat anabolik steroid, 2-triterpenoid tetrasiklik asimetrik, β-sitosterol, δ-amyrin, δ-amyrone, flavonoid (quercetin).
Socfindo Conservation. 2023. Tikel Balung. https://www.socfindoconservation.co.id/plant/583 (29-04-2023)