Krokot
(Portulaca oleracea L.)
Krokot
(Portulaca oleracea L.)
Krokot diperkirakan berasal dari daratan Amerika tropis (Brazil). Tersebar di daerah tropis dan daerah bermusim empat. Umumnya ditanam sebagai tanaman hias dan obat. Selain sebagai tanaman hias dan obat tradisional yang banyak manfaatnya bagi kesehatan, krokot juga dimakan sebagai daun sayuran di banyak wilayah di Eropa, Timur Tengah, Asia, dan Meksiko.
Gulma yang tumbuh di dataran rendah hingga 1.800 m dpl. Tumbuh liar di lapangan, menyukai jenis tanah berpasir dan tanah liat. Memiliki sifat adaptif yang baik terhadap lingkungan, sehingga dapat hidup pada kondisi tanah kekurangan air.
Akar tunggang, berwarna putih kotor.
Batang merah keunguan, bulat, halus, berdaging, beruas, tumbuh tegak sebagian atau seluruhnya.
Daun tunggal, berdaging, tebal, pangkal dan ujung tumpul, tepi daun rata warna hijau, panjang 1-3 cm, dan lebar 1-2 cm.
Bunga majemuk, letaknya di ujung cabang, kecil, kelopak berwarna hijau, mahkota berbentuk jantung warna kuning, kepala putiknya berjumlah tiga sampai lima berwarna putih, atau kuning.
Buah berbentuk kotak, berbiji banyak, hijau.
Biji bentuk bulat, kecil mengkilat, dan hitam.
Perbanyakan melalui biji yang mengering dan jatuh ke permukaan tanah dan stek batang.
Metode penanaman, yaitu ditanam langsung kemudian ditutup oleh kompos.
Waktu panen adalah 20-30 hari setelah tanam, dengan memanen pucuknya setiap 2-3 minggu
Obati radang akut usus buntu, disentri dan diare akut, radang payudara, keputihan, gangguan sistem saluran kencing, buang air kecil berdarah, sakit kuning, cacingan, sesak nafas, luka, badan lemah, lesu, dan pegal.
Alkaloid, steroid/terpenoid, tanin, saponin, flavonoid, asam organik (asam oksalat, asam kafein, asam malat, asam sitrat).
Socfindo Conservation. (No Date). Krokot. https://www.socfindoconservation.co.id/plant/239 (24-04-2023)