Suweg
(Amorphophallus paeoniifolius (Dennst.) Nicolson)
Suweg
(Amorphophallus paeoniifolius (Dennst.) Nicolson)
Suweg adalah tanaman asli Asia Tenggara dan tumbuh di hutan kawasan Malaysia, Filipina, serta India tropis (bagian selatan). Di Filipina, umbi suweg sering diolah menjadi bentuk tepung sebagai bahan baku pembuatan roti. Di Jepang, umbi-umbian sekerabat suweg banyak dimanfaatkan untuk bahan pangan, misalnya bahan pembuatan mie instan. Di Indonesia, tepung suweg digunakan sebagai bahan dasar pembuatan kue dan khususnya di Jawa umbi suweg dikonsumsi sebagai sayuran dan kolak.
Suweg merupakan tanaman yang tumbuh di wilayah hingga ketinggian 900 m dpl. Tanaman ini dapat tumbuh di tanah kering dengan kandungan humus yang tinggi, tanah berpasir dan berlempung dengan pH 6-7,5.
Akar serabut, putih kotor.
Umbi berukuran cukup besar, bentuk yang bulat, kulit berwarna cokelat dengan bagian dalam berwarna putih kemerahan.
Batang lunak, silindris, berumbi, hijau.
Daun tunggal, menjari, tepi rata, ujung lancip, pangkal berlekuk, hijau.
Bunga majemuk, berkelamin dua, bentuk bongkol, panjang ± 7,5 cm. Warna terang hampir gelap seperti merah keunguan.
Buah bulat, diameter 1 cm.
Biji bulat, berwarna merah.
Perbanyakan melalui pemisahan anakan atau memotong tunas anakan yang tersebar di permukaan umbi saat umur 18 bulan. Tanaman dapat ditanam pada lubang 60 x 60 x 60 cm, dengan jarak tanam 90 x 90 cm.
Penyembuh luka, menjaga stamina, antiracun khususnya untuk sengatan hewan atau gigitan ular berbisa, menjaga kekuatan tulang dan gigi, penangkal radikal bebas, antiinflamasi, menghentikan pendarahan pada luka, menyembuhkan bisul dan penyakit kulit.
Saponin, flavonoid, polifenol, asam oksalat, kumarin, steroid, asam betulinic, β-sitosterol, stigmasterol, β-sitosterol palmitate, lupeol, triacontane, asam amino, tiamin, riboflavin, niacin, dan karoten.
Socfindo Conservation. 2023. Suweg. https://www.socfindoconservation.co.id/plant/621 (22-06-2023)