Sukun
(Artocarpus altilis (Parkinson) Fosberg)
Sukun
(Artocarpus altilis (Parkinson) Fosberg)
Kluwih berasal dari Papua Nugini, Indonesia, dan Filipina. Tersebar luas di Asia bagian tropis dan subtropis. Salah satu daerah sebaran kluwih di Indonesia adalah Maluku. Kluwih merupakan salah satu tanaman penghasil pangan. Buahnya dapat dikonsumsi sebagai sayuran. Secara tradisional, kluwih juga dimanfaatkan sebagai tanaman obat, mengandung zat besi yang baik untuk mengatasi anemia karena mampu meningkatkan sel darah merah.
Tumbuh baik di dataran rendah hingga ketinggian 1.550 m dpl dengan curah hujan rata-rata 1.300-3.800 mm/th. Umumnya ditemukan di tepi sungai bahkan daerah rawa.
Akar tunggang, warna cokelat.
Batang tegak, percabangan simpodial, bergetah, permukaan kasar, warna cokelat.
Daun hijau, tunggal, berseling, berbentuk lonjong, ujung dan pangkal daun meruncing, tepi bertoreh, pertulangan menyirip, berbulu pada urat daun bagian atas dan bawah.
Buah oval, kulit buah berwarna hijau muda atau kekuningan, berduri. Daging buahnya kuning keputihan.
Biji berbentuk ginjal, panjang 3-5 cm, jumlah 12-150 per buah, berwarna cokelat.
Perbanyakan secara generatif (biji).
Bibit siap pindah tanam jika ketinggian kurang lebih 60-70 cm. Lubang tanam dibuat dengan ukuran 50 x 50 x 40 cm.
Mengobati sakit gigi, diabetes, memiliki aktivitas sebagai antikanker, antivirus, antiinflamasi (antiradang), diuretik (peluruh urin), antimalaria, antihipertensi, dan antituberkulosis.
Daun: friedelinol, squalene, sitosterol, stigmasterol, phytol. Batang: polyprenol, cycloartenol, cycloartenol acetate.
Socfindo Conservation. 2023. Sukun. https://www.socfindoconservation.co.id/plant/209 (22-06-2023)