Srikaya
(Annona squamosa L.)
Srikaya
(Annona squamosa L.)
Srikaya berasal dari Amerika tropis. Di Indonesia, srikaya memiliki sebaran daerah tumbuh yang luas. Buahnya biasanya dimakan karena rasanya manis dan kaya vitamin C, juga sebagai sumber kalium yang berperan dalam menjaga kesehatan jantung. Sedangkan daun, biji, kulit kayu bahkan akarnya diyakini berkhasiat untuk kesehatan dan digunakan sebagai obat herbal.
Tumbuh baik di wilayah dengan ketinggian hingga 800 m dpl, suhu antara 21-30 °C, curah hujan 500-1.000 mm/th, pH tanah 5,5-7,5. Menyukai tekstur tanah berpasir sampai tanah lempung berpasir dengan sistem drainase yang baik.
Akar tunggang.
Batang cokelat muda, bagian dalamnya berwarna kuning muda dan agak pahit.
Daun tunggal, bertangkai, kaku, letaknya berseling, bentuk lonjong sampai jorong menyempit.
Bunga terletak ekstra aksilar, berada pada anak cabang yang muda.
Buah semu, berbentuk bulat atau kerucut, berdiameter 5–10 cm, daging buah berwarna putih berbintik kuning.
Biji membujur di setiap daging buah, berwarna cokelat tua hingga hitam.
Perbanyakan generatif (biji) yaitu biji disemai di bak plastik atau seed bed. Biji srikaya mulai berkecambah 2–4 minggu, dipindahkan ke lahan setelah 6 bulan.
Perbanyakan vegetatif, pada umumnya melalui sambung pucuk, okulasi, dan cangkok.
Antihipertensi, antiinflamasi, antidepresi, demam, diare, luka, kudis, mempercepat pemasakan bisul dan abses, mengobati cacingan, batuk, menghilangkan kutu kepala.
Flavonoid, borneol, kamphor, terpen, alkaloid, anonain, saponin, tanin, polifenol, resin, asam amino, mucilago.
Socfindo Conservation. 2023. Srikaya. https://www.socfindoconservation.co.id/plant/288 (22-06-2023)