Soga
(Peltophorum pterocarpum )
Soga
(Peltophorum pterocarpum )
Tumbuhan ini termasuk ke dalam suku polong-polongan (Fabaceae, atau Leguminosae). Soga menyebar alami mulai dari Srilanka, Andaman, Bangladesh, Burma, Kamboja, Vietnam, Thailand, Semenanjung Malaya, Indonesia, Papua Nugini, dan Australia. Tanaman ini juga diintroduksi ke Filipina, Pakistan, Nigeria, dan Amerika Serikat.
Habitat alami soga adalah dataran rendah; pohon ini di alam jarang ditemui di atas ketinggian 100 m dpl. Soga acap didapati tumbuh di sekitar pantai dan sisi belakang hutan bakau. Di Jawa, soga juga diketahui hidup liar di hutan-hutan jati dan padang ilalang. Tumbuhan ini menyukai tempat-tempat terbuka dan hutan-hutan yang terganggu. Soga hidup di lingkungan tropis dengan 1–3 bulan kering (kemarau); di hutan hujan atau vegetasi pantai dengan musim kemarau yang jelas, atau di lingkungan sabana berpohon, dengan kisaran curah hujan antara 1.500–4.500 mm pertahun. Soga juga dapat tumbuh hingga ketinggian 1.600 m dpl.
Akar tumbuhan berkayu
Batang silindris, monopodial dengan tinggi bebas cabang yang cukup tinggi. Kulit batang bagian luar bertekstur pecah-pecah bersisik berwarna kelabu kehitanaman. Kulit batang bagian dalam berwarna merah jambu. Ketebalan kulit 1,5 cm. Pada keadaan tertentu terlihat berakar banir.
Daun majemuk menyirip berganda. Panjang 6–16 inci, dengan 5–11 pasang sirip. Daun penumpu kecil bentuk garis, lekas tanggal. Anak daun 9–20 pasang pada sirip yang tengah. Bentuk daun lonjong, 0,5–0,7 × 0,3 inci. Ujung daun melekuk atau meruncing kecil. Pangkalnya sangat tak simetris; agak seperti kertas.Sisi bawah atau kedua-dua permukaan berambut amat halus. Daun akan gugur secara total dimusim kering.
Bunga berbentuk malai terminal. Tegak, besar, hingga 18 inci, dengan sumbu berambut beledu cokelat kemerahan. Daun pelindung cepat gugur. Diameter kuntum bunga sekitar 1,5 inci. Mahkota kuning menggelombang, berambut cokelat di pangkalnya. Benangsari kuning belerang dengan serbuk sari berwarna jingga.
Buah berbentuk polong jika tua berwarna cokelat merah keunguan. Ukuran panjang 2,5–5,5 , lebar: 1 inci, berisi 1–5 biji. Setelah tua buah akan pecah dan biji terlempar ke luar.
Perbanyakan dengan generatif (biji) dan vegetatif (stek batang dan cangkok).
Kulit kayu tanaman ini juga mengandung banyak senyawa kimia antara lain asam glutamat, asam aspartic, lysine, leucine, arginine, tyrosine, proline, methionine, tannin, alanine, glysine.
Bunga: astragalin, isoquercetin, quercetin, pelargonidin. Daun: alkaloid, tanin, kuinon, polifenolat, steroid, saponin, dan flavonoid. Getah dan batang kayu: asam tanat.
https://dlhk.jogjaprov.go.id/soga-pohon-berbunga-indah