Salvia
(Salvia Leucantha Cav.)
Salvia
(Salvia Leucantha Cav.)
Salvia ungu adalah tanaman asli Meksiko hingga Amerika Tengah yang sekarang telah didistribusikan di seluruh dunia, termasuk di seluruh benua Amerika. Tanaman ini memiliki tampilan bunga yang unik, di mana permukaannya dipenuhi bulu lembut seperti beludru. Tampilan uniknya ini membuat species ini sering ditanam masyarakat sebagai tanaman hias di pekarangan. Secara tradisional, salvia ungu juga memiliki khasiat sebagai obat yang salah satunya diyakini mampu mengobati batuk. Selain itu, salvia ungu menghasilkan minyak esensial dengan beragam aktivitas farmakologi di dalamnya. Minyak esensial yang dihasilkan tersebut, biasanya digunakan di dalam industri wewangian dan penyedap makanan, juga dalam mikrobiologi medis dan klinis, botani farmasi, pengawetan makanan, dan lainnya.
Salvia ungu dapat ditemukan tumbuh di tempat pada ketinggian antara 700 - 3.400 m dpl. Spesies ini tumbuh baik pada tanah yang subur, berpasir, lembap merata, dan berdrainase baik dengan derajat kemasaman (pH) tanah berkisar antara 5,8 - 6,2. Meskipun spesies ini dapat mentoleransi beberapa naungan sore yang terang, tetapi pertumbuhannya paling baik ketika berada di bawah sinar matahari penuh (6 jam per hari). Salvia ungu menghendaki penyiraman yang teratur dan tahan terhadap kekeringan. Namun, meskipun species ini mampu mentoleransi kekeringan, pertumbuhannya yang paling baik yaitu dengan kelembapan biasa. Species ini juga tidak terlalu tahan terhadap embun beku dan tumbuh paling baik pada suhu 16 - 19 °C.
Batang bersudut 4, putih mencolok dan berbulu, bercabang, tegak dan sering melengkung di ujungnya.
Daun berbentuk lanset-linier panjangnya 10-20 cm, ujung daun runcing, tepi daun menggergaji (serrate), permukaan daun seperti berkerut (rugose), tulang daun menyirip, berwarna hijau keabu-abuan, bertekstur seperti beludru, puber (berbulu pendek dan lembut) di atas, tomentose (berbulu seperti wol) di bawah.
Bunga memiliki mahkota ungu atau putih yang ditutupi oleh rambut tipis seperti beludru, bengkak di tenggorokan, tanpa cincin berbulu di dalam. Kelopak berbentuk corong, berwarna ungu. Bracts bunga bulat telur, runcing, lebih pendek dari kelopak. Tersusun melingkar di setiap simpul.
Buah kecil, berwarna cokelat kemerahan.
Perbanyakan dilakukan secara generatif menggunakan biji, dan secara vegetatif menggunakan stek batang dan pemisahan rumpun.
Perbanyakan generatif, lakukan penyemaian terlebih dahulu. Bibit akan muncul dalam 15-21 hari dengan suhu lingkungan sekitar 21-24 °C.
Perbanyakan vegetatif (stek batang), dengan memotong cabang vegetatif (tidak berbunga) yang panjangnya sekitar 8 cm. Kemudian buang daun bagian bawah dan potong setiap potongan tepat di bawah simpul. batang yang sudah dipotong dapat ditempatkan pada media air atau tanah. Setelah stek batang berakar (sekitar tiga minggu), stek dapat langsung ditanam di lapangan.
Meredakan batuk, sakit dada, paru-paru, sakit perut, menyembuhkan luka. Memiliki aktivitas sebagai antioksidan, antimikroba, antibakteri, antispasmodik, neuroprotektif (melindungi atau mengurangi kerusakan saraf), antikanker, anti-Alzheimer.
Sesquiterpene hydrocarbon (6.9-guaiadiene, (E)-caryophyllene, bornyl acetate, germacrene D, (E)-β-farnesene, dan bicyclogermacrene), flavonoid (quercetin-3-O-α-L-rhamnopyranosyl-(16)-β-D-glucopyranoside).
Socfindo Conservation. 2021. Salvia Ungu.. https://www.socfindoconservation.co.id/plant/873 (24-04-2023)