Awar-Awar
(Ficus Septica Burm.f.)
Awar-Awar
(Ficus Septica Burm.f.)
Awar-awar tersebar luas di Jepang (Kepulauan Ryukyu), Taiwan, Malaysia, Indonesia, Filipina, Papua Nugini, Australia utara (Queensland), Kepulauan Solomon, dan Vanuatu. Tanaman ini memiliki nilai sebagai bahan pengobatan tradisional yang dipercaya mampu mengobati berbagai penyakit. Hampir semua bagian tanaman ini dapat digunakan sebagai obat tradisional, namun konsumsi yang berlebihan dapat menyebabkan efek samping hingga kematian. Selain itu, awar-awar sering digunakan sebagai tanaman konservasi air, serta kayunya dapat dimanfaatkan untuk membuat warangka keris. Warangka keris dari kayu awar-awar cukup indah karena menghasilkan corak yang disebut nginden.
Awar-awar biasa ditemukan tumbuh di hutan hujan sekunder, vegetasi semak belukar, hutan terbuka pada ketinggian hingga 1.800 m dpl. Jenis ini sering kali tumbuh di pinggir sungai dan mampu tumbuh di berbagai jenis tanah.
Batang bengkok-bengkok, lunak, ranting bulat silindris, berongga, gundul, bergetah putih kekuningan. Permukaan batang cokelat pucat hingga cokelat kekuningan.
Daun tunggal, bertangkai, duduk daun berseling atau berhadapan. Helaian berbentuk bulat telur atau elips, dengan pangkal cordate (membentuk seperti jantung) hingga runcing, ujung daun meruncing, tepi daun rata, permukaan atas berwarna hijau tua mengkilat, dengan banyak bintik-bintik yang pucat, permukaan bawah berwarna hijau muda, gundul (tidak berbulu). Memiliki daun penumpu (stipula) berwarna kemerahan.
Bunga majemuk susunan periuk berpasangan, bertangkai pendek, pada pangkalnya memiliki 3 daun pelindung yang berwarna hijau muda atau hijau abu-abu.
Buah tipe periuk, berdaging, buah masak berwarna keputihan dengan bintik kekuningan, tekstur kasar dan berbintil-bintil.
Biji berjumlah banyak dan kecil.
Perbanyakan secara generatif (biji) dan vegetatif (stek).
Mengobati penyakit kulit, radang usus buntu, mengatasi bisul, gigitan ular berbisa, sesak napas (asma), penawar racun ikan, obat muntah, bengkak-bengkak, sakit kepala, pilek, batuk, demam, disentri atau diare, infeksi saluran kemih, mengatasi demam berdarah, mencegah kanker, menyembuhkan luka, keracunan makanan, mengatasi penyakit trikomoniasis. Memiliki aktivitas sebagai antirematik, antioksidan, dan diuretik.
Akar: sterol dan polifenol. Batang: fenantroindolisidin (ficuseptin B, ficuseptin C, ficuseptin D, 10R,13aR-tylophorin N-oxide, 10R,13aR-tylocrebrin N-oxide, 10S,13aR-tylocrebrin N-oxide, 10S,13aR-isotylocrebrin N-oxide, dan 10S,13aS-isotylocrebrin N-oxide). Daun: senyawa flavonoid genistin dan kaempferitrin, kumarin, senyawa fenolik, pirimidin, alkaloid antofin, 10S,13aR-antofin N-oxide, dehidrotylophorin, ficuseptin A, tylophorin, 2-Demetoksitylophorin, 14α-hidroksiisotylopcrebin N-oxide, saponin triterpenoid, sterol, stigmasterol, β-sitosterol, alkaloid isotylocrebin, dan tylocrebin.
Socfindo Conservation. 2023. Awar-Awar. https://www.socfindoconservation.co.id/plant/706 (29-04-2023)