Pohon Bunga Kupu Kupu
(Bauhinia purpurea L.)
Pohon Bunga Kupu Kupu
(Bauhinia purpurea L.)
Berasal dari daratan Asia, Myanmar, India, dan China, masuk ke Indonesia dari hasil introduksi. Tanaman ini sering digunakan sebagai tanaman hias, obat-obatan, peneduh maupun sebagai bahan makanan. Daun, kuncup bunga, bunga, dan biji muda dapat dimasak dan dikonsumsi sebagai sayuran.
Tumbuh baik di daerah tropis dengan ketinggian 500-2.000 m dpl, kondisi tanah subur, lembap, drainase baik, berpasir, liat atau berkerikil, suhu 12-21 °C, curah hujan tahunan 1.000-5.000 mm/th.
Akar membulat ganda seperti pangkal hati dengan ujung melonjong.
Batang berwarna cokelat keabu-abuan.
Daun berukuran 10-20 cm, berwarna hijau menyerupai sayap kupu-kupu.
Bunga berwarna merah muda dengan kelopak berjumlah 5 dan beraroma harum.
Buah masak berwarna cokelat tua, keras, dan sedikit merekah.
Perbanyakan dengan biji dan stek batang. Cepat berkecambah, bibit muncul dalam waktu 4-10 hari dan dalam 2 bulan tingginya dapat mencapai 1 m.
Pertumbuhan tanaman muda sangat cepat. Pada kondisi baik, dalam waktu 12 bulan dapat mencapai ketinggian 3 m. Bunga kupu-kupu berbunga pada akhir tahun.
Karminatif/meredakan kolik angin, antiinflamasi, antikanker, menurunkan kadar glukosa darah dan kolesterol, obat pencahar, diare, disentri, wasir, obat bisul, infeksi, nyeri, penyakit kuning, kusta, hipertiroid, dan batuk.
Bunga: astragalin, isoquercetin, quercetin, pelargonidin. Daun: alkaloid, tanin, kuinon, polifenolat, steroid, saponin, dan flavonoid. Getah dan batang kayu: asam tanat.
Socfindo Conservation. 2021. Bunga Kupu-Kupu. https://www.socfindoconservation.co.id/plant/544 (20-06-2023)