Nampu
(Alocasia Cucullata (Lour.) G.Don )
Nampu
(Alocasia Cucullata (Lour.) G.Don )
Nampu hijau tersebar luas di Asia, China, India, Thailand, Sri Lanka, dan Myanmar. Tanaman ini sering ditanam sebagai tanaman hias berdaun eksotis yang juga memiliki khasiat bagi kesehatan. Di China, tanaman ini telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional untuk mengobati gigitan ular bahkan untuk pengobatan kanker. Di Laos dan Thailand, seringkali dianggap sebagai tanaman pembawa keberuntungan, sehingga disimpan di dalam kuil Budha.
Habitat tanaman ini berada di daerah yang lembap, sepanjang aliran sungai. Umumnya tumbuh pada ketinggian 200-2.000 m dpl. Kondisi tanah yang berdrainase baik, kaya humus, dan ternaungi dari sinar matahari langsung sangat disukai tanaman ini.
Akar serabut, berwarna putih kecokelatan, dan dapat membentuk umbi.
Daun tunggal, berbentuk perisai dengan ujung meruncing, bagian pangkal membulat, memiliki panjang sekitar 10-15 cm, berwarna hijau mengkilat.
Bunga tunggal, muncul dari ketiak daun, mahkota bunga berwarna putih, panjang tangkai silindris mencapai 30 cm.
Buah lanset, ukuran kecil, berwarna merah.
Biji berwarna hitam.
Perbanyakan secara vegetatif (pemisahan anakan).
Anakan di dekat induknya banyak terbentuk sepanjang tahun.
Detoksifikasi gigitan ular, mengatasi demam, mengobati rematik, radang sendi dan abses, memiliki aktivitas antitumor, mengobati kanker.
Senyawa steroid dan iridoid (alocasgenin, tenacigenin, marsdenoside, tenacigenoside), saponin, glikosida, flavonoid, dan polifenol.
Socfindo Conservation. 2023. Nampu. https://www.socfindoconservation.co.id/plant/549 (29-04-2023)