KELADI TIKUS
(Typhonium flagelliforme (G.Lodd.) Blume)
KELADI TIKUS
(Typhonium flagelliforme (G.Lodd.) Blume)
Keladi tikus tersebar luas di India, China, Jepang sampai ke Australia. Di Indonesia, banyak terdapat di sepanjang pulau Jawa, sebagian Kalimantan, Sumatra dan Papua. Secara tradisional keladi tikus digunakan untuk mengobati beberapa penyakit kulit, Namun, sejak tahun 2000 tanaman ini dikenal sebagai tanaman ajaib yang dipercaya mampu menghambat perkembangan sel kanker.
Keladi tikus tumbuh di tempat dengan ketinggian 1-300 m dpl. Pertumbuhannya menyukai tempat lembap yang tidak terkena sinar matahari langsung.
Umbi berbentuk bulat rata sebesar buah pala, bagian dalam umbi berwarna putih, bagian luar berwarna coklat muda keputihan.
Batang berbentuk bulat, berwarna hijau. Pangkal batang berwarna putih.
Daun oval menyerupai segitiga berlekuk di bagian bawah, ujung daun meruncing berwarna hijau, tepi daun rata.
Perbanyakan secara vegetatif (melalui pertunasan umbi).
Menghambat pertumbuhan sel kanker (kanker payudara, usus, kelenjar prostat, hati, leukimia), menghilangkan efek buruk kemoterapi, antivirus, antibakteri.
Stigmasterol, saponin, steroid atau triterpenoid, kumarin, senyawa terpenoid, kampesterol, β-sitosterol, pheophorbide-a, pheophorbide-a, pyropheophorbide-a, methyl pyropheophorbide-a, asam oleat, asam linoleat, asam linolenat.
Socfindo Conservation. (No Date). Keladi Tikus. https://www.socfindoconservation.co.id/plant/322 (06-04-2023)