Bungur
(Lagerstroemia Speciosa (L.) Pers.)
Bungur
(Lagerstroemia Speciosa (L.) Pers.)
Bungur ditemukan tersebar di Filipina, Thailand, Indonesia, dan Jepang. Tumbuh di rimba jati, baik di tanah gersang ataupun di tanah subur. Terkadang, bungur ditanam juga sebagai pohon hias atau pohon pelindung di pinggir jalan. Masyarakat tertentu di Filipina memanfaatkan daunnya untuk obat diabetes dan masalah kemih.
Bungur dikenal sebagai pohon peneduh jalan atau pekarangan. Tumbuh hingga ketinggian 800 m dpl, suhu tahunan 18-35°C, curah hujan rata-rata 2.000-3.500 mm/th. Menyukai tempat yang mendapat sinar matahari penuh dan tanah yang lembap dengan pH antara 5,5-6,5.
Akar tunggang.
Batang bulat, berwarna cokelat muda. Kulit kayunya tipis dan gampang terluka.
Daun tunggal, bertangkai pendek.
Bunga majemuk berwarna merah muda keunguan.
Buah bulat memanjang, panjang 2-5 cm.
Biji cukup besar, pipih, ujung bersayap berwarna cokelat kehitaman.
Perbanyakan secara generatif (biji) dan vegetatif (cangkok). Kriteria bibit yang baik adalah besar dan kokoh, tidak ada bagian yang luka atau cacat. Tinggi bibit minimal 30-35 cm dari atas permukaan polibag. Ukuran lubang tanam 50 x 50 x 50 cm.
Mengobati diare, menyembuhkan darah tinggi, menyembuhkan kencing batu, kencing manis/diabetes, kencing darah dan eksim.
Flavonoid, saponin, tannin, asam corosolik, ellagitannin lagerstroemin, gallotannin, steroid, terpenoid, antrakuinon glycosida, senyawa fenolik, asam amino, alkaloid, minyak atsiri (terpineol, pinene, mycrene, bisabolene).
Socfindo Conservation. 2021. Bungur https://www.socfindoconservation.co.id/plant/153 (24-04-2023)