TINJAUAN TERHADAP EKSISTENSI LUSI KE DEPAN DARI PARA PAKAR MANCA NEGARA: Dr. Mark Tingay, Australia
Dikontribusikan Oleh: Hardi Prasetyo
Dalam rangka kunjungan Humanitas Foundation, Australia ke BPLS dan Lusi April 2010
PROLOG
Ø Paradigma Dampak Lusi (Deformasi geologi) ke depan:
Bertitik tolak pada realitas bahwa sampai HUT Lusi yang ke tiga, tepatnya pada 29 Mei 2009 semburan masih demikian dahsyat, maka isu aktual yang berkembang saat itu semakin berfokus pada perkiraan keadaan seperti apa dampak ke depan daerah di sekitar terdampak Lusi, disamping tetap mencari misteri pembentukannya.
Ø Pertanyaan mendasar keberadaan dan perkembangan Lusi ke depan?
Untuk itu prakiraan jangka pendek, menengah dan panjang terkait langsung atau tidak pada pertanyaan mendasar: 1) apakah semburan dapat dihentikan?: 2) berapa lama durasi kehidupannya?, dan 3) bagaimana dampak jangka panjang?.
Ø Dasar prakiraan Lusi ke depan:
Sebagai dasar perkiraan keadaan yang digunakan:
o Umumnya didasarkan kepada data ilmiah kuantitatif dan asumsi-asumsi, sebagai masukan pemodelan matematika atau statistik.
o Secara kualitatif berdasarkan kepada baseline informasi yang tersedia dari beberapa sumber, terutama yang dipublikasikan pada jurnal internasional yang dinilai mempunyai reputasi dan kredibilitas.
o Berdasarkan analogi umum terhadap proses lahir dan berkembangnya mud volcano di dunia.
Ø Dr. Mark Tingey terpilih sebagai representasi Pakar Australia:
Dokumen ini merupakan tinjauan dari pernyataan dan pandangan Dr. Mark Tingay, dari Curtis University, Australia, merupakan salah satu ahli geologi yang secara berkelanjutan meneliti dan mempublikasikan hasil temuannya tentang Lusi pada media massa.
Pernyataan Tingey umumnya juga diperkuat dari publikasi yang sebelumnya dimuat oleh Geological Society of Australia.
Ø Catatan terhadap Mark Tingey:
Beberapa catatan dan rasionalisasi yang melatarbelakanginya antara lain:
o Mark Tingay sebagai ahli geologi, yang pada Debat Lusi di forum Internasional AAPG (2008), masuk kepada kelompok ‘Lusi dipicu Pemboran’’ dipimpin oleh R. Davies, yang beranggapan bahwa Lusi dipicu oleh pemboran sumur BJP-1;
o Penulis tersebut sebagai salah satu saksi sejarah, dimana untuk mematikan suatu semburan mud volcano yang berkembang di lepas pantai Brunei, diperlukan waktu 20 tahun dan menggunakan lebih dari 20 relief well (Lihat Makalah Bagian 2).
o Pada pertengahan April 2010 ini Bapel BPLS mendapatkan tamu dari Humanitus Foundation Australia, untuk menjajaki kerjasama ke depan. Oleh kerena itu pandangan dan pendapat Mark Tingey, dihimpun untuk merepresentasikan pandangan Pakar dari Australia, sebagai bagian dari keseluruhan Seri Pandangan Pakar dari Mancanegara tentang Lusi.
Ø Judul artikel publik on line
Judul Yang diangkat oleh media massa online Physorg.com, 18 Juni 2009 pada website http://www.physorg.com/news164525416.html berjudul Mud Volcano Indonesia mungkin bisa berumur 30 tahun: Ahli; Judul asli ‘Indonesia mud volcano may last 30 years: expert’, dihimpun dari pandangan Mark Tingay.
Ø Dua kata kunci Lusi merusak dan bisa 30 tahun: Ringkasan dari artikel ini terdiri dari dua kata kunci yaitu: 1) Lusi sebagai mud volcano yang merusak, dan 2) akan terus menyembur 30 tahun;
Ø Dengan pernyataan lengkap yaitu, ditambah besarnya semburan dibandingkan kolam ukuran Olimpiade: Mud volcano di Indonesia yang merusak dapat bertahan menyembur untuk 30 tahun mendatang, dimana saat makalah ditulis setiap harinya dapat mengisi setara 50 kolam renang ukuran Olimpiade.
Ø Pasca tiga tahun ancaman berlanjut pada subsidence: Sampai tiga tahun setelah gunung lumpur pertama kalinya menyembur dikhawatirkan bahwa 10.000 orang penduduk tetap berada pada ancaman dari subsidence,
Ø Berlanjutnya subsidence kecepatan 2-3cm/hari: Sebagai dampak, keseluruhan daerah di sekitar kawah akan tenggelam (sinking) antara 2 sampai 5 cm tiap harinya karena meningkatnya level lumpur.
Ø Ancaman deformasi dan potensi kebakaran: Menyebabkan lebih banyaknya kerusakan pada desa dan memicu terjadinya kebakaran yang berasal dari semburan gas di sekitar perumahan.
Uraian Besarnya kerusakan atau kerugian material
Ø Kerusakan: disebabkan oleh lumpur, yang telah merusak tanah dan rumah di Sidoarjo sejak 29 Mei 2006, diperkirakan sekitar 4,9 milyar $US.
Ø Kumulatif korban dan dampak: Volcano telah mengubur 12 Desa, meninggal 15 orang, memindahkan lebih dari 42.000 orang dan menyapu lebih 800 hektar tanah petani penduduk dan industri.
Posisi Pandangan Lusi ke depan
1. Estimasi pengisian 30 Tahun
Ø Besarnya luapan sampai 30 tahun ke depan, analogi besarnya Pelabuhan Sydney: Pada 30 tahun mendatang Mud volcano dapat menghasilkan lumpur yang mengisi dua kali besarnya pelabuhan Sydney, tapi ini skala waktu hanya diestimasi.
2. Kecepatan yang tinggi 2 tahun atau ratusan tahun
Ø Lusi dengan kecepatan semburan tinggi bisa seratus tahun:
Kecepatan semburan tinggi dari Lusi mungkin hanya berlanjut untuk dua sampai tiga tahun, atau berlanjut sampai seratus tahun. "The high flow-rate may only continue for two to three years, or it might continue for hundreds of years,"
3. Sebagai mud volcano eksistensi Lusi bisa 100 tahun mendatang
Ø Lusi bisa hidup seratus tahun lagi:
Sebagaimana mud volcano lainnya, Lusi kemungkinan akan eksis dan berlanjut untuk seratus tahun mendatang. "And like other mud volcanoes, Lusi will probably be in existence for thousands of years, even if its flow-rate subsides,"