Reviewed by Hardi Prasetyo for Lusi Library
3-Introduction
Mud volcanoe?
Mud volcanoes merupakan suatu jalur lintasan (pathways through) dimana sedimen klastika lepas (argillaceous loose sediments) dan batuan terlitifikasi (lithified rocks) yang terkubur (buried) di bawah permukaan (sub-surface), mengalami perubahan. Untuk selanjutnya diangkat kembali ke permukaan bumi (surface).
Jenis mekanisme pembentukannya (mechanisms of formation) dari mud volcano dalam memelihara dan memicu proses alam ini berbeda sangat besar. Dimana proses daurulang sedimen (recycle sediments) berlangsung dengan sangat luas, tergantung kepada sifat-sifat eksternal dan bagian dalam.
Dimensi:
Ukuran mud volcano berkisar dari beberapa millimeter sampai kilometer (bandingkan gryphon dengan Lupsi).
Bentuk luarnya:
Bentuk mud volcano sangat bervariasi mulai dari suatu struktur runtuh kaldera (caldera-like collapse structures) seperti Lupsi yang sekarang, sampai pada bentuk kerucut yang menonjol (petruding cones).
Tingkat aktivitas (Activity degree):
Tingkat aktivitas mud volcano berkisar mulai dari yang sangat sulit untuk dilihat secara visual. Sampai pada yang ekstrim, yaitu suatu kebakaran gas dengan kobaran api yang tinggi mencapai ukuran kilometer.
Semburan aliran Lumpur:
Semburan aliran mud volcano bervariasi dari dengan viskositas rendah (low-viscosity) yang didominasi oleh air. Sampai aliran, dengan viskositas tinggi (high-viscosity), wujud lumpur seperti pasta gigi.
Emisi gas (gas emission):
Mud volcano juga melibatkan emisi dari gas metan (methane) dan karbon dioksida (carbon dioxide).
Jumlah:
Jumlah mud volcano yang diketahui di dunia sekitar 2000 di daratan (terrestrial) dan lepas pantai (offshore).
Kebanyakan mud volcano berlokasi dan berkembang secara baik di sepanjang batas lempeng aktif konvergen (active convergent plate boundaries).
Walaupun beberapa contoh juga dikenal dari tepian kontinen pasif (passive continental margins) dan bagian dalam dari kontinen (continental interiors).
Aspek sedimentasi:
Mud volcano, dicirikan oleh pengendapan sedimen yang tinggi (high sediment accumulation rates).
Contoh di daerah delta yang tumbuh, dan tidak sempurna dalam proses kompaksi, sehingga terbentuk suatu sedimen dicirikan dengan tekanan berlebih (overpressure sediment).
Aspek Tekanan
Terbukti bahwa mud volcanisme merupakan suatu proses dengan tekanan yang mandiri (mud volcanism is a pressure-dependant process).
Sifat non teknis yaitu kurang dieksplorasi, berpotensi menimbulkan bencana, dan mengkontribusikan emisi gas.
Mud volcano relatif kurang dieksplorasi sebagai suatu jendela (titik) di dalam perut bumi (Earth interior),
Di seluruh dunia merupakan salah satu kenampakan dari bencana geologi dan memberikan kontribusi terhadap gas global (global gas) di atmosfer dan biosfer dengan jumlah yang signifikan
Kemanfaatan mud volcano:
Mud volcanoes sangat bernilai pada aspek ilmiah (high scientific), ekonomi (economic value), lingkungan (environmental) dan perhatian pada isu sosial (societal interest) sebagai dampak yang ditimbulkannya, pada skenario terjadi bencana (seperti Lupsi).