LUSI 8 TAHUN:
3 TAHUN PASCA SIMPOSIUM INTERNASIONAL
Kunjungan Profesor Miller ke LUSI
Perkembangan signifikan pasca Simposium Internasional Lusi Mei 2011:
1) Kesepakatan umum bahwa terjadi penurunan eksponensial (exponential decay) terhadap intensitas semburan-amblesan dan tekanan overpressure pada sumber lumpur);
2) Metoda InSAR dan GPS memperkuat perkiraan umur kehidupan semburan Lusi (longevity Lusi eruption) menjadi 11-15 tahun menjadi lebih terkendali;
3) Metoda konvensional perhitungan kehidupan semburan berdasarkan sumber lumpur (Formasi Kalibeng) versus semburan dan sumber air (Formasi Batugamping Kujung) berkisar 25-35 tahun;
4) Geyser Lusi mempunyai kaitan erat dengan sistem hidrotermal dalam (deep hydrothermal system) dari gunung magmatik Penanggungan-Welirang. Salah satu jawaban mengapa secara umum Lusi Panas dan aliran air saat ini seperti air panas di Ciater Jawa Barat. Sedangkan Semburan Geyser analogi dengan Geyser Yellow Stone National Park di USA;
5) Studi kegempaan dan tektonik Lupi dkk., 2013, fokus pada terdapatnya pemantul berbentuk parabola di atas lapisan sumber lumpur, sehingga gelombang gempa dari Gempa Yogyakarta difokuskan dan diperkuat, menyebabkan fluidasasi pada sumber lumpur (Formasi Kalibeng). Walaupun pendapat ini, tetap mendapatkan sanggahan daripada banyak pihak.
PANDANGAN KE DEPAN:
1) Simposium Internasional Lusi 2011, merupakan Paradigma Baru Lusi dari kontroversi menuju solusi yang holistik. Juga merupakan terjadinya perubahan mendasar (basic change) dari semburan Lusi yang dahsyat dicirikan (semburan pernah mencapai 180.000m3/hari) sulit dikendalikan, dan merusak menjadi semburan lebih terkandali, dengan pola Geyser semakin setabil sebagaimana didukung oleh adanya penuruntan intensitas semburan (~20.000m3/hari), kecepatan amblesan (beberapa cm/tahun);
2) Sangat rasional Lusi sebagai:
(a) Keajaiban Alam di dunia (The Worlds Natural Wonder);
(b) Potensi Pariwisata Geologi Kelas Dunia, antara lain Semburan Geyser Lusi, sehingga dapat dikaitkan LUSI-BROMO-MERAPI VOLCANO TOURISM;
(c) Pusat Keunggulan Studi Mud Volcano di Indonesia dan di dunia. Telah dihasilkan PhD, MSc dan Sarjana "LUSI". Riset Lusi berkelanjutan terus dilaksanakan oleh berbagai pihak di dalam dan luar negeri, dalam kerangka LUSI RESEARCH NETWORKING (LRN);
(d) Pemanfaatan mineral Litium, Yodium, dan Pengembangan Energi Hijau berkelanjutan Panas Bumi bersekala kecil.
Solusi Yang Holistik
Dari semua Impian dan Kondisi Yang Diharapkan, hanya mungkin terwujud dengan layak bila terdapat harmonisasi penuntasan masalah sosial kemasyarakatan khususnya di dalam PAT maupun di luar PAT.