Monitoring of LUSI Mud-Volcano:
a Geo-Pressured System, Java, Indonesia
Pemantauan Mud Volcano Lusi:
Sistem Tekanan-Bumi, di Jawa, Indonesia
The LUSI mud-volcano is the dominant surface manifestation of a geo-pressured, low temperature geothermal system in Java.
It started with an eruption of hot fluids and mud at the end of May 2006, close to an uncompleted, 2.8 km deep oil exploration well, two days after a major earthquake.
The mud discharges from a concealed crater have been irregular with inferred long-term volume rates between 1 and 1.5 m3/s and have continued ever since.
The flooded area increased from c. 1 km2 in June 2006 to c. 6 km2 in May 2007; it displaced c. 40,000 people. The area has been enclosed and divided by a network of huge dams.
The discharged hot liquid mud came initially from depths around 1.7 km where formation pressures of c. 30 MPa and temperatures of 100 deg C (gradient of c. 40 deg C/km) prevail.
Pore pressure decrease in the upper sediments caused the initial subsidence over an area of the order of c. 7 km2 after one year.
The resulting subsidence bowl has accommodated only part of the extruded mud whose spreading is constrained by the huge dams.
SARI
Lusi sebagai sistem panas bumi bertemperatur rendah, manifestasi Geo-pressure
Gunung Lumpur (mud volcano) LUSI merupakan manifestasi permukaan yang dominan dari sistem tekanan bumi (Geo-pressure), sistem panas bumi bertemperatur rendah (low temperature geothermal system) di pulau Jawa.
Lusi berlokasi dekat sumur eksplorasi dan kejadiannya 2 hasi seteleh gempabumi besar
Gunung lumpur Lusi dengan semburan cairan panas dan lumpur (hot fluids and mud) pada akhir Mei 2006, dekat dengan lokasi sumur eksplorasi sedalam (deep oil exploration well) 2,8 km yang belum selesai sumur, dua hari setelah gempa bumi besar (major earthquake).
Imbuhan lumpur dari kawah tersembuny dengan kecepatan luapan 1 - 1,5m3/detik
Imbuhan lumpur (mud discharges) yang berasal dari sebuah kawah tersembunyi (concealed crater) secara tidak teratur, dengan kesimpulan tingkat kecepatan volume (volume rate) jangka panjang antara 1 sampai 1,5 m3 /detik dan terus berlanjut sejak saat itu.
Dampak daerah tergenang 6 km2 dan menyebabkan pengungsi 40.000 orang
Daerah tergenang (flooded area) telah meningkat dari awalnya 1 km2 pada bulan Juni 2006 menjadi 6 km2 Mei 2007; telah menyebabkan 40.000 orang mengungsi. Daerah ini telah tertutup dan tersekat-sekat dengan suatu jaringan bendungan yang besar(network of huge dams).
Sumber lumpur cair panas 1,7 km, tekanan 30Mpa, temperatur 100oC gradien 40oC/km
Imbuhan dari lumpur cair panas (discharged hot liquid mud) pada awalnya berasal dari kedalaman sekitar 1,7 km dimana membentuk tekanan sebesar 30 MPa dan temperatur 100 derajat C (dengan gradien sebesar 40 derajat C/km).
Pasca 1 th. penurunan tekanan pori lapisan atas menyebabkan ablesan area seluas 7km2
Setelah waktu satu tahun penurunan tekanan pori (Pore pressure) di lapisan sedimen lebih atas (upper sediments) telah menyebabkan terjadinya awal amblesan (initial subsidence) pada suatu area seluas 7 km2.
Pada daerah tercakup luapan lumpur membentuk amblesan berbentuk baskom
Sebagai hasil amblesan berbentuk mangkok (subsidence bowl) telah diakomodasikan hanya pada bagian dari lumpur yang ekstrusikan (extruded mud), dimana luapannya dilindungi oleh bendungan besar yang dibangun.