link ke web site LUSI LIBRARY - ADAM THOMAS
https://sites.google.com/site/lulibprevhomas/1-umum
April 2010 |
GEOconnexion International Magazine
UMUM
Gambar 1 (sebagai gambar judul) memperlihatkan pertahanan Tanggul dan upaya mengalirkan Lusi ke selatan.
Nama LUSI dalam bahasa Indonesia sehari-hari sebagai gunung lumpur (Lumpur - Sidoarjo) mulai menyembur pada tanggal 29 Mei 2006, selama pengeboran sebuah eksplorasi sumur gas di Kecamatan Porong Jawa, Indonesia.
Catatan :
Persepsi penulis makalah bahwa Lusi dipicu oleh Pemboran sumur BJP-1.
Selama 3 ½ tahun terakhir, luapan lumpur panas beracun dari LUSI terus menerus berlangsung dengan intensitas antara 100.000 dan 160.000 meter kubik
per hari dan luas kawasan yang ditenggelamkan sekitar 6,4 persegi kilometer. Walaupun upaya oleh otoritas setempat untuk mengamankan luapan antara lain dengan pembangunan bendungan yang besar (Gambar 1 & 2).
Catatan:
Dipersepsikan Lusi beracun sebagai ‘the continuous flow of hot toxic mud from LUSI’, pada email berikutnya akan dikoreksi.
Semburan mud volcano Lusi telah menyebabkan tiga belas orang meninggal dunia, pengungsian lebih dari 30.000 orang. Luapan lumpur juga telah menenggelamkan rumah tinggal, pabrik, lahan pertanian dan Jalan Tol Surabaya-Gempol.
Disamping itu telah diposisikan tingkat bahaya atau adanya risiko terhadap keberadaan rel kereta api, air permukaan dan jaringan drainase irigasi, ekosistem, dan jaringan pipa air dan gas, dan kabel fibre-optic yang menghubungkan Surabaya dengan Kawasan Timur Indonesia.
GAMBAR 2. Dampak dari genangan lumpur. Catatan kedalaman lumpur dalam kaitannya dengan tingginya atap bangunan yang berdekatan ke Kolam Lusi. Foto diambil 29 Mei 2007. © Atkins Ltd 2007.
Dampak berkelanjutan dari semburan LUSI terhadap fisik, ekonomi dan politik telah didokumentasikan secara luas di surat kabar, pada internet dan dalam jurnal akademik.
Namun asal mula (origin) dari mud volcano LUSI masih menjadi hal kontroversi, dengan dua hipotesis yang saling bersebrangan.
Catatan:
Dua hipotesis kontroversi tentang asal mula (Origin) Lusi, serta Lusi sebagai mud volcano telah semakin diterima secara universal
Yang pertama mengusulkan bahwa letusan itu adalah hasil dari sebuah ledakan bawah tanah yang disebabkan oleh pengeboran dari sumur eksplorasi gas (result of an underground blowout caused by the drilling of an exploratory gas well).
Hipotesis kedua menyarankan bahwa mud volcano Lusi dipicu oleh gempa bumi yang terjadi dua hari sebelumnya, pada jarak 300 kilometer sebelah barat Porong, yang selanjutnya mengaktifkan kembali sistem patahan lokal, yang pada gilirannya berperan sebagai saluran untuk keluarnya lumpur.
Catatan:
Pengendali telah diadopsi mekanisme Lusi dipicu oleh gempabumi dari Mazinni dkk., 2007, yaitu mengaktifkan kembali Sistem Patahan Watukosek, menimbulkan rekahan (fractures), sebagai conduit semburan,
Dalam periode awal pascaerupsi LUSI, perhatian dari komunitas lokal masih cukup besar. Masyarakat ingin mengetahui apa dampak dari semburan lumpur yang sedang terjadi (what impact the erupting mud was going to have), berapa lama akan berlangsung (how long it would last) dan tindakan mitigasi apa yang akan diimplementasikan (what mitigating measures would be implemented).