See References from Abidin et al., 2008:
Author Affiliations
Exceptional quality 3D data for the largest mud volcano yet described provide the first detailed imaging of the plumbing architecture that connects a major volcanic edifice to its source layer at depth.
The volcano is in the South Caspian Basin and consists of an extruded submarine mud bicone, 10 km wide and 1.4 km thick, overlying an oval caldera 1.2–1.6 km in width and 0.5 km in depth.
The caldera narrows downwards into a zone of collapsed country rock forming a downward tapering cone, 1 km in height, the vertex of which is located close to the top of the mud source layer. The imaged structural elements lead to an evolutionary model.
A narrow, steep fluidization pipe fed the oldest, ‘pioneer’ cone. We propose that numerous additional fluidization pipes injected the country rock, forming a densely intruded, cylindrical zone, similar to ‘gryphon’ swarms observed at outcrop onshore.
Wall-rock erosion and compaction of the intruded zone led to collapse of the downward tapering cone that linked upwards into ring faults that define the caldera margins.
Later mud flowage focused on the conical sheared margins. Volumetric contraction of the extruded volcanic cone led to an unusual concentric system of minor, outward-facing normal faults. This model has many similarities to syntheses of igneous maar–diatreme–caldera systems, for which it may be analogous.
Makalah Terkait dari Prof. Dr. Richard Davies yang telah ditempatkan pada Lusi Library Knowledge Management
Pergerakan gunung lumpur raksasa di Cekungan Caspia Selatan: Pencitraan seismik refeksi 3D dari zona akar
Emplacement of giant mud volcanoes in the South Caspian Basin: 3D seismic reflection imaging of their root zones
Richard J. Davies1 and Simon A. Stewart2
3DLab, School of Earth, Ocean and Planetary Sciences, Cardiff University, Main Building, Park Place, Cardiff CF10 3YE, UK (e-mail: Richard.Davies@earth.cf.ac.uk)
BP Azerbaijan, c/o Chertsey Road, Sunbury on Thames, Middlesex TW16 7LN, UK
Pokok Bahasan
· Pertama kalinya data seismik 3D dengan kualitas luar biasa digunakan untuk pencitraan detil arsitektur saluran bawah permukaandari gunung lumpur terbesar
· Gunung lumpur terbesar yang diamati terdiri dari batuan terekstrusi menjadi dua kerucut lumpur
· Geometri kaldera menyempit kezona batuan induk yang runtuh membentuk kecurut terletak di dekat lapisan sumber lumpur
· Citra 3D dari unsur struktur dapat membantu mengarahkan pemaknaan pada model secara evolusi
· Model utama dimana pipa fluidasasi yang sempint mengumpar kerucut perintis tertua
· Terdapat pipa fluidasasi tambahan yang menyuntikan batuan induk membentuk zona silinder mirip gryphon
· Mekanisme keruntuhan kerucut dipermukaan membentuk patahan cincin yang menentukan batas kaldera
· Aliran lumpur terfokus membentuk cerucut, terjadi patahan normal yang miring ke luar
· Model gunung lumpur terbesar dianalogikan mempunyai kesaman dengan sistem diatreama kaldera batuan beku
Abstrak
Pertama kalinya data seismik 3D dengan kualitas luar biasa digunakan untuk pencitraan detil suatu arsitektur saluran bawah permukaandari gunung lumpur terbesar
Data 3D berkualitas luar biasa (Exceptional quality 3D data) untuk gunung lumpur terbesar yang belum pernah dijelaskan (largest mud volcano yet described).
Telah memberikan pencitraan detil pertama kalinya (first detailed imaging) dari arsitektur saluran (plumbing architecture) yang menghubungkan bangunan vulkanik atau gunung utama (that connects a major volcanic edifice) ke lapisan sumbernya pada kedalaman (to its source layer at depth).
Gunung lumpur terbesar yang diamati terdiri dari batuan terekstrusi menjadi dua kerucut lumpur
Gunung lumpur tersebut berada di Cekungan Kaspia Selatan dan terdiri dari batuan lumpur bawah permukaan terekstrusi menjadi dua kerucut (extruded submarine mud bicone), lebarnya 10 km dan tebal 1,4 km, berada di atas kaldera oval 1,2-1,6 km dan kedalaman 0,5 km.
Geometri kaldera menyempit kezona batuan induk yang runtuh membentuk kecurut terletak di dekat lapisan sumber lumpur
Kaldera menyempit ke arah bawah (The caldera narrows downwards) ke dalam zona batuan induk yang runtuh (a zone of collapsed country rock) membentuk kerucut ke arah bawah (forming a downward tapering cone), setinggi 1 km, titik di mana terletak di dekat lapisan sumber lumpur (top of the mud source layer).
Citra 3D dari unsur struktur dapat membantu mengarahkan pemaknaan pada model secara evolusi
Citra dari unsur-unsur struktural (The imaged structural elements) telah mengarahkan pada suatu model secara evolusi (lead to an evolutionary model).
Model utama dimana pipa fluidasasi yang sempint mengumpar kerucut perintis tertua
Pipa fluidisasi yang sempit dan curam (A narrow, steep fluidization pipe) memberi umpan kerucut 'perintis' tertua (pipe fed the oldest, ‘pioneer’ cone).
Terdapat pipa fluidasasi tambahan yang menyuntikan batuan induk membentuk zona silinder mirip gryphon
Diusulkan bahwa banyak pipa fluidisasi tambahan (numerous additional fluidization pipes) menyuntikkan batuan induk, membentuk suatu zona silinder dari diintrusi yang padat (forming a densely intruded, cylindrical zone), mirip dengan kelompok 'gryphon'(‘gryphon’ swarms) yang diamati pada singkapan di darat.
Mekanisme keruntuhan kerucut dipermukaan membentuk patahan cincin yang menentukan batas kaldera
Erosi dinding batuan (Wall-rock erosion) dan pemadatan zona intrusi (compaction of the intruded zone) telah menyebabkan keruntuhan kerucut ke bawah (collapse of the downward tapering cone) yang dihubungkan ke atas menjadi patahan cincin (ring faults) selanjutnya yang menentukan batas kaldera (the caldera margins).
Aliran lumpur terfokus membentuk cerucut, terjadi patahan normal yang miring ke luar
Kemudian aliran lumpur terfokus (mud flowage focused) pada tepian-tepian “shear” yang berbentuk kerucut (on the conical sheared margins).
Kontraksi volumetrik (Volumetric contraction) dari kerucut vulkanik yang diekstrusikan (the extruded volcanic cone) menyebabkan sistem konsentris yang tidak biasa (led to an unusual concentric system of minor) dari patahan normal yang kecil dan mengarah ke luar (outward-facing normal faults).
Model gunung lumpur terbesar dianalogikan mempunyai kesaman dengan sistem diatreama kaldera batuan beku
Model ini memiliki banyak kesamaan dengan sintesis sistem maar-diatreme-caldera batuan beku (to syntheses of igneous maar–diatreme–caldera systems), yang mungkin menjadi analoginya.
South Caspian Basin mud volcanoes fluidization calderasseismic reflection
Received June 21, 2004.
Accepted August 16, 2004.
© 2005 The Geological Society of London
Structural controls on mud volcano vent distributions: examples from Azerbaijan and Lusi, east Java
Journal of the Geological Society, July 2011, v. 168, p. 1013-1030
Sector collapse of mud volcanoes, Azerbaijan
Journal of the Geological Society, January 2011, v. 168, p. 49-60
A composite mud volcano system in the Chalk Group of the North Sea Central Graben
Journal of the Geological Society, December 2010, v. 167, p. 1209-1224
113DLab, School of Earth, Ocean and Planetary Sciences, Cardiff University, Main Building, Park Place, Cardiff CF10 3YE, UK (e-mail: Richard.Davies@earth.cf.ac.uk)
22BP Azerbaijan, c/o Chertsey Road, Sunbury on Thames, Middlesex TW16 7LN, UK