MEGA POND TAS:
Penggabungan beberapa Pond di akhir Tahun 2008
Dikontribusikan oleh: Dr. Ir. Hardi Prasetyo
Bagian dari alat bantu Analisis kebijakan Penanggulangan Lupsi
Desember 2008
Mega Pond TAS terbentuk sebagai dampak langsung (direct impact) berlanjutnya pengaliran Lupsi dari Pusat Semburan (Pond Utama) ke arah utara.
Pengaliran ke utara pada hakeketnya merupakan suatu langkah darurat (emergency effort), dari aliran yang seharusnya (alternatif 1) yaitu ke selatan melalui Kanal Barat dengan target ke Intake. Atau alternatif 2 ke Timur, target Basin 41. Dari intake/Basin 41 Lupsi yang dikumpulkan untuk untuk sementara, selanjutnya akan dipompakan ke Kali Porong. Sebagai tahap akhir, Lupsi dari Kali Porong dengan energi bebas (free energy) diangkut menuju tempat penampungan akhir (TPA) di Selat Madura (Madura Strait).
Monitoring dan Evaluasi (Monev) secara berkelanjutan (continuation) terhadap dinamika semburan dan luapan Lumpur Panas Sidoarjo (LUPSI) pada Desember 2008, telah mengindikasikan terjadinya suatu tahap akhir terbentuknya Mega Pond TAS. Pembentukkannya sebagai suatu proses panjang (long way process) melalui penggabungan(merger) atau konglomerasi (conglomerathon) dari beberapa komponen pond individu(individual pond component) dari sistem Lupsi (Lupsi System).
Mega Pond TAS pembentukannya hampir tuntas setelah Tanggul Reno (T1-6) di sisi barat Pond Reno yang memisahkan dengan Pond TAS dalam tahap akhir akan tenggelam. Sehingga akhir Desember 2008 atau awal Januari 2009 (tanpa ada suatu perubahan yang signifikan), diprediksi akan terjadi penggabungan antara dua subsistem Pond (TAS-Reno).
Terbentuknya Mega Pond TAS memberikan sinyal dan indikasi (signal and indication) bahwa semburan Lupsi sampai pada durasi mendekati tahun ke 3 (diawali 29 Mei 2006) masih dberlangsung dengan dahsyat.
Dibandingkan dengan upaya dan langkah manusia (the men efforts) untuk mengendalikannya. Sehingga memberikan implikasi terhadap potensi ancaman yang dapat ditimbulkan, baik langsung pada keamanan warga di sekitarnya serta sendi-sendi kehidupan masyarakat, termasuk sosial ekonomi dan infrastruktur.
Gambar 2: Alur pikir dinamika pembentukan Mega Pond TAS
Indikasi di lapangan menunjukkan bahwa telah lebih dari dua bulan upaya pengaliran Lupsi melalui jalur alternatif-2 ke tenggara, dengan sasaran antara (ultimate target) menuju Basin 41 (Tenggara Pond Utama) telah mengalami kegagalan.
Sehingga Lupsi seolah-olah dengan suatu ‘ketidakberdayaan’ tanpa jeda (continuously) dari Kaldera Lupsi di Pond Utama dialirkan ke utara ke Pond TAS melalui overflow.
Terjadinya Mega Pond TAS merupakan dampak dari berkembangnya paradigma baru (new paradigm) diusulkan oleh penulis dalam Sistem Penanggulangan Lupsi setelah (Prasetyo, Juni 2008).
Paradigma baru timbul pasca terjadinya suatu perubahan mendasar (fundamental change), yaitu fenomena runtuh seketika (sudden collapse) di sekitar Pusat Semburan. Deformasi di pusat semburan yang terjadi pada tanggal 2 Juni 2008 merupakan interval perulangan kedua(second sudden collapse interval) telah mengubah pusat semburan berupa daerah kawah berbentuk kerucut (cone) dari suatu mud volcano, yang awalnya dicirikan oleh topografi tinggian (high topography). Selanjutnya telah berubah menjadi suatu cekungan (basin)dicirikan sebagai suatu daerah depresi yang luas.
Gambar 3: Pola aliran (drainage pattern) di Mega Pond TAS memperlihatkan plla fan shape radial dengan apek di overflow 44.2 sebagai inlet di Kaldera Lupsi (Pond Utama). Di Pond Siring pola aliran dikendalikan oleh semburan dari bubble (disebut Kelompok Bubble Siring). Pond Reno sudah dialiri Lupsi yang masuk dari Celah Reno (Reno Gap) akibat runtuhnya Tanggul 6. Di barat Glagaharum, pipa gas telah bergesar ke timur dari posisi sebelumnya, mengindikasi kuatnya kecepatan arus pekat (density current).
Perubahan mendasar tersebut memberikan implikasi semakin rumit, atau rasio kesulitan semakin meningkat (increasing difficulty ratio) untuk dapat mengalirkan kembali Lupsi dari Kaldera ke Intake/Basin 41, melalui jalur yang diamanatkan oleh kebijakan (policy direction)yaitu ke selatan melalui Kanal Barat/Timur menuju Kali Porong.
Mencermati bahwa dalam konsep rancangan (planning concept) pengaliran Lupsi selama ini, dialirkan ke selatan ke Kali Porong dalam Pond Utama. Maka keberadaan Pond-Pond lingkar luar (outer ring dikes or levees) merupakan benteng terakhir terhadap langkah kedaruratan(emergency) bila terjadi kegagalan baik pada tanggul cincin (jebol) atau pengaliran ke selatan.
Memperhatikan bahwa dalam grand strategy sistem penanganan Luapan Lupsi, maka pada musim penghujan Lupsi atau Lupsi padu (dense and old Lupsi) dibuang secara maksimal ke Kali Porong. Sedangkan pada musim kering (dry session) Lupsi disimpan sementara (bukan permanen dan sudah disiapkan sistem pengalirannya atau menguras) di dalam pond.
Dengan memperhatikan grand strategy tersebut dimana sistem belum siap sepenuhnya menjalankan misi tersebut, maka pada saat ini (Desember 2008) sekali Lupsi dialirkan ke dalam Mega Pond TAS maka belum ada/disiapkan sistem permanen (permanent system)pengaliran langsung dari Mega Pond Tas ke Kali Porong.
Langkah mitigasi bencana menghadapi potensi ancaman meluasnya Peta Terdampak PAT dikendalikan dari Mega Pond adalah dengan memasang (installing) dan mengoperasikan sistem pompa booster yang ditempatkan di selatan dari Pond Reno yang baru dibangun. Selanjutnya melalui pipa gas yang telah ada di sisi timur jalan tol, Lupsi dialirkan ke Kali Porong.
Gambar 4 : Mekanisme pengisian Pond Reno secara bertahap melalui jalur Celah Reno yang secara bertahap tenggelam dengan propagasi ke selatan (T-1). Sisa-sisa T-6 yang mengalami sudden collapse pola terban. Pipa gas Pertamina yang bergeser puluhan meter dari tempat sebelumnya.
Anatomi Mega Pond TAS terdiri dari komponen beberapa pond yaitu Pond-pond: 1) PerumTAS di utara Pond Utama, 2) Pond Osaka (barat-utara), 3) Siring (baratdaya), Marsinah (barat-timur) dan 4) Reno.
Perkembangan ke depan dengan asumsi bila pengaliran Lupsi ke utara terus berlanjut sebagaimana dua bulan terakhir ini (November-Desember 2008), maka Pond Glagaharum pada awal tahun 2008 diprediksi akan mdnyusul masuk ke dalam Mega Pond TAS.