Sawolo 2009
Sawolo 2009
The LUSI mud volcano triggering controversy: Was it caused by drilling?
· Nurrochmat Sawolo, Edi Sutriono, Bambang P. Istadi, , Agung B. Darmoyo
http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0264817209000750
Kontroversi pemicu LUSI MUD VOLCANO:
Apakah disebabkan oleh Pemboran?
The LUSI mud volcano triggering controversy:
Was it caused by drilling?
Pokok-Pokok Kata Kunci
· Perhatian banyak pihak, pasca terjadinya Lusi mud volcano
· Lusi menyembur di dekat lokasi sumur Banjarpanji-1
· Lusi menyediakan peluang mempelajari asal-usul mud volcano
· Data mentah disediakan yang dapat dimanfaatkan oleh semua pihak
· Lusi mud volcano merupakan Fenomena alam, di daerah yang rawan dari volkanisme lumpur
· Bukti tidak terjadi underground blow out, tekanan di sumur tidak menimbulkan tekanan fraktur pada sepatu selubung terakhir
· Penelitian menyanggah bahwa sumur Banjarpanji-1 sebagai pemicu semburan Lusi
· Masih diperlukan Penyelidikan Ilmiah lanjutan ke depan untuk mengklarifikasi pemicu Lusi yang sebenarnya
Abstrak
Perhatian banyak pihak, pasca terjadinya Lusi mud volcano
Menyusul terjadinya gempa bumi di Yogyakarta pada 27 Mei 2006, diikuti terjadinya semburan dari gunung lumpur, dimana telah diperhatikan dengan seksama dan dianalisa oleh komunitas geologi.
Lusi menyembur di dekat lokasi sumur Banjarpanji-1
Gunung lumpur, yang dikenal sebagai LUSI, mulai menyembur di dekat sumur eksplorasi Banjarpanji-1 di Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia.
Lusi menyediakan peluang mempelajari asal-usul mud volcano
LUSI menyediakan kesempatan yang unik untuk mempelajari asal-usul dan perkembangan gunung lumpur (LUSI offers a unique opportunity to study the genesis and development of a mud volcano).
Data mentah disediakan yang dapat dimanfaatkan oleh semua pihak
Untuk pertama kalinya, makalah ini menyajikan semua data mentah pengeboran dan ditafsirkan (this paper presents all raw and interpreted drilling data), sehingga setiap pihak yang berkepentingan dapat melakukan penilaian mereka sendiri (any interested party can perform their own assessment).
Lusi mud volcano merupakan Fenomena alam, di daerah yang rawan dari volkanisme lumpur
Studi kami menunjukkan bahwa gunung lumpur LUSI terjadi secara alami (Our study suggests that LUSI mud volcano was a naturally occurring) di daerah rawan untuk mud volkanisme-nya (in an area prone for its mud volcanism).
Bukti tidak terjadi underground blow out, tekanan di sumur tidak menimbulkan tekanan fraktur pada sepatu selubung terakhir
Analisis Tekanan dilakukan pada sumur Banjarpanji-1 juga menunjukkan bahwa tekanan yang berada di sumur lebih rendah dari tekanan fraktur pada sepatu selubung terakhir (that the pressure exerted at the well is lower than the fracture pressure at the last casing shoe), dan menunjukkan bahwa sumur masih utuh dan tidak mengalami ledakan di bawah tanah (suggests that the well was intact and did not suffer an underground blowout).
Hal ini lebih didukung oleh bukti dan pengamatan yang dilakukan selama pengeboran (seperti sirkulasi dilakukan pada BOP terbuka) dan berikutnya sumur horizontal “Relief Wells” (Sonan dan log suhu berjalan).
Penelitian menyanggah bahwa sumur Banjarpanji-1 sebagai pemicu semburan Lusi
Penelitian ini menawarkan alternatif yang berbeda dengan hipotesis sebelumnya (This study offers a different alternative to earlier hypothesis) bahwa peristiwa di sumur Banjarpanji merupakan pemicu untuk gunung lumpur LUSI (events at the Banjarpanji well were the trigger for the LUSI mud volcano).
Masih diperlukan Penyelidikan Ilmiah lanjutan ke depan untuk mengklarifikasi pemicu Lusi yang sebenarnya
Masih banyak pekerjaan yang diperlukan oleh komunitas ilmiah untuk mempelajari urutan kejadian (More work is needed by the scientific community to study the sequence of events) guna menjelaskan dan mengklarifikasi pemicu LUSI yang sebenarnya (in order to explain and clarify the real trigger of LUSI).
Volume 26, Issue 9, November 2009, Pages 1766–1784
Mud Volcanism: Processes and Implications
http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0264817209000750
Nurrochmat Sawolo, Edi Sutriono, Bambang P. Istadi, , Agung B. Darmoyo
Abstract
Following the Yogyakarta earthquake on May 27th, 2006, the subsequent eruption of a mud volcano has been closely observed and analyzed by the geological community. The mud volcano, known as LUSI, began erupting near the Banjarpanji-1 exploration well in Sidoarjo, East Java, Indonesia. LUSI offers a unique opportunity to study the genesis and development of a mud volcano.
For the first time, this paper presents all raw and interpreted drilling data, so any interested party can perform their own assessment.
Our study suggests that LUSI mud volcano was a naturally occurring mud volcano in an area prone for its mud volcanism.
Pressure analysis done on the Banjarpanji well shows that the pressure exerted at the well is lower than the fracture pressure at the last casing shoe, and suggests that the well was intact and did not suffer an underground blowout.
This is further supported by evidence and observation made during drilling (such as circulation was done on an open BOP) and subsequent relief wells (Sonan and temperature log runs).
This study offers a different alternative to earlier hypothesis that events at the Banjarpanji well were the trigger for the LUSI mud volcano. More work is needed by the scientific community to study the sequence of events in order to explain and clarify the real trigger of LUSI.