TATA URUT DAN KATA KUNCI
· Gunung lumpur merupakan fenomena geologi penting, terkait dengan aliran fluida secara vertikal dan semburan lumpur
· Pembentukan gunung lumpur oleh sedimen lempung kaya unsur organik dengan tekanan berlebih (Overpressur):
· Pengintegrasian data baru dan lama untuk penulisan makalah Lusi, yang berkembang di cekungan di busur belakang (backarc sedimentary basin) dekat dengan busur magmatik (magmatic arc):
· Lokasi yang berdekatan busur magma (magmatic arc) memicu transformasi mineralogi dan reaksi geokimia pada kedalaman dangkal (shallow deep):
· Pre semburan Lusi diindikasikan adanya strukur pembubungan (piercement):
· Pengendali mekanisme Lusi dari gempa Yogyakarta 27 Mei 2006, membentuk rekahan, depressurization fluida pori:
· Pembentukan sistem panas bumi dan ekspresi permukaan seperti geyser:
· Peluang mempelajari gunung lumpur sejak awal kelahirannya:
· Lusi memiliki perilaku yang menakjubkan dan masih berlanjut dalam waktu jangka panjang:
· Semburan lumpur di picu gempa bumi 27 Mei di Yogyakarta:
· Rekahan yang terbentuk menyebabkan migrasi lumpur bertekanan tinggi:
· Pengangkatan lumpur didorong oleh pengurangan tekanan dalam rongga pori:
· Volkanisme lumpur masih langka dipelajari di Indonesia:
· Awal semburan terhadap sumur eksplorasi BJP-1:
· Dampak sosial dan upaya penananan luapan:
· Lusi membuka peluang untuk mempelajari evolusi gunung lumpur sejak kelahirannya:
· Keunikan Lusi, semburan terus berlangsung:
· Keunikan Lusi temperatur di permukaan jauh lebih tinggi daripada tempat lain di dunia:
· Semburan terus berlangsung terdiri dari air panas dan lumpur:
· Sumber pengamatan di lapangan dan data kegiatan eksplorasi BJP-1:
· Tujuan dinamika semburan Lusi dan alternatif penyebabnya:
· Estimasi besaran volume semburan:
· Akuntabilitas lembaga pelaksana:
· Kation:
Kedudukan Geologi dan Stratigrafi
· Tektonik P. Jawa sebagai busur kepulauan dari penunjaman kerak samudera aktif:
· Tektonik busur muka (prisma akrasi dan busur magmatik):
· Tektonik cekungan busur belakang (backarc basin):
· Jarak terdekat Lusi dengan G. Pananggungan:
· Terdapatnya indikasi sesar reginonal:
· Ada tiga gunung lumpur yang telah terbentuk sebelumnya:
· Stratigrafi Sidorajo sampai pada ketebalan 3000m berumur Pleistosen:
· Perbandingan dengan Stratigrafi Sumur Porong-1:
· Umur mutlak batugamping Formasi Kujung:
· Bagian bawah pemboran BJP-1 menembus pasir turbidit (laut dalam?):
· Sanggahan pemboran tidak menembus Formaki Kujung:
· Bukti tidak adanya batuan karbonat dari bagian terdalam pemboran:
· Bukti kecepatan sedimen yang tinggi dan lapisan bertekanan tinggi:
· Analogi dengan volkanisme lumpur di tempat lain:
· Sejarah semburan dan dinamika (Eruption history and dynamics)
· Awal kejadian rembesarn air di permukaan, 29 Mei 2006:
· Komposisi air dan tinggi sembura uap:
· Kaitan semburan dan pola rekahan dan sesaran regional NE:
· Bubble sebagai bukti sistem pengaliran telah terbentuk:
· Fluktuatif volume semburan 2006-Juni 2007:
· Anatomi kaldera dan struktur runtuhan dari gunung lumpur:
· Kaitan orientasi daerah tenggelam dengan arah sesar regional:
· Pembacaan dan gradient temperatur
· Hasil pengukuran termperatur:
· Bukti tingginya geothermal gradient dalam lubang sumur BJP-1:
· Faktor pengontrol busur gunung api pada gradient geothermal:
· Komposisi dari erupsi gas dan air
· Kandungan gas metan, H2S, dan CO2:
· Indikasi kandungan klorin lebih rendah dari air laut:
· Indikasi kandungan SO4 dan Mg jauh lebih rendah dari air laut:
· Indikasi kandungan B dan Ca lebih tinggi dari air laut:
· Kandungan mineral lempung dan bukti sedimentasi pada lingkungan marin:
· Kondisi mineral lempung smektit dan ilit:
· Perkiraan sumber lumpur dari interval 1615-1825 m:
· Indikasi sumber lumpur dari lapisan volkanoklastik:
· Bukti biostratigrafi sumber interval lumpur 1219-1829m:
· Korelasi kandungan vitrinit reflektivitas:
· Prediksi sumber lumpur pada interval 1219 dan 1828m:
· Asal usul semburan padat dan fluida
· Bukti biostratigrafi, mineral lempung, vitrinit reflektivitas sumber utama lumpur dari interval 1615-1828m:
· Alternatif kombinasi dari kedalaman 1871 m dengan tiga alternatif mekanisme fluidization:
· Bukti-bukti adanya percampuran fluida dalam dan dangkal:
· Hipotesis yang mendukung bahwa gas Lusi berasal dari percampurn biogenic dan termogenik:
· Sumber gas biogenic lempung overpressure (1223-1871m):
· Sumber gas termonegik dari formasi yang lebih dalam:
· Kemungkinan H2S dikontribusikan dari gas dalam:
· Kecepatan dan komposisi semburan yang komplek:
· Tingginya kandungan CO2 cukup mengejutkan:
· Fluida dalam lumpur lebih kecil dari nilai air laut:
· Fluida LUSI diperkaya dalam B, Ca, Li, Na, Sr dan Br dan depresi dalam K, Mg and SO4:
· Bukti lain reaksi alterasi silikat:
· Perkiraan sumber dari pasir volkanoklastik:
· Bukti tambahan dominasi mineral lempung dari isotop pengkayaan 18O:
· Besarnya semburan air dari proses dehidarasi lempung:
· Lapisan 1109-1828 mengalami dampak transformasi smektit-ilit
· Daerah pengenggelaman 3,5 X 2 km sebagai daerah sumber:
· Hasil perhitungan total air dihasilkan transformasi smektit-ilit 1,2 milyar M3:
· Kontribusi tekanan dari diagenesis:
· Apakah kejadian Lusi dipicu oleh gempabumi?
· Even gempa bumi 27 Mei 2006:
· Hubungan semburan Lusi dan Gempabumi:
· Bukti-bukti adanya hubungan tersebut di bagian dunia lain:
· Faktor pendukung struktur diapiri terkait dengan struktur sesar dan lipatan:
· Fenomena struktur pengkubahan dan tektonik aktif relevan dengan pemicu Lusi:
· Bukti-bukti adanya Sesar Watukosek:
· Bukti-bukti terdapatnya gunung lumpur lainnya yang membentuk orientasi yang seragam:
· Bukti-bukti adanya struktur diapir, sebagai bukti sejarah adanya aliran vertikal:
· Sesar memicu terbentuknya rekahan atau reaktivasi struktur yang telah ada:
· Adanya bukti tambahan dari fenomena loss tanggal 27 Mei:
· Bukti pengurangan produksi gas dari sumur Carat:
· Peningkatan aktivitas semburan gunung lumpur di tempat lain:
· Pemicu dari gempabumi terhadap awal semburan Lusi:
· Fenomena gempabumi memicu kenaikan intensitas gunug api:
· Penulis beranggapan bahwa rekahan dan sesar yang telah ada mengalami tekanan berlebih akibat gempa bumi:
· Naiknya fluida bertekanan tinggi dari interval 1323-1871 melalui rekahan yang baru terbentuk:
· Mekanisme aliran fluida secara vertikal:
· Bersamaan terjadi mobilisasi dari lumpur.
· Pulsanisasi akibat pendidihan pada kedalaman 200m:
· Sumber pendidihan dan keluarnya CO2 dan CH4:
· Vulume lumpur 27 m3 yang dikeluarkan dari Mei 2006-Maret 2007:
· Penjelasan adanya waktu jeda 2 hari antara gempa dan awal semburan:
· Tidak adda kick dan semburan melalui lubang bor BJP-1:
· Bukti sepatu pemboran yang masih menempel, tidak ada semburan bersentuhan dengan sumur bor:
· Sangatlah tidak mungkin untuk menentukan pemicu semburan dari LUSI.
· Terjadinya fase fluktuatif semburan:
· Fenomena runtuhan gradual dan kaitan dengan pengurangan tekanan
· Model semburan berulang seperti system hidrotermal:
· H2S membuktikan fluida muncul dari satuan yang lebih dalam:
· Belum ada cukup bukti plumbing system berkaitan dengan busur gunung api:
· Semburan Lusi memperlihatkan perilaku quasi-hydrothermal:
· Lebih satu tahun: LUSI terus aktif
· Lusi pasca setahun masih dahsyat (semburan dan penenggelaman):
· Perulangan semburan semakin pendek (1,5-0,5 jam):
· Adanya indikasi terjadinya pengurangan secara gradual energi, namun karena jumlah sedimen padat besar akan menimbulkan bencana:
· Indikasi peningkatan viskositas, implikasi penanganan luapan dan mengalirkannya ke selatan:
· Insersi bola-bola beton dan kendala yang dihadapi: