http://rovicky.blogspot.com/2006/06/mungkinkah-gempa-penyebab-mud-flow.html
Sejak awal banyak yg curiga bahwa gempa menjadi penyebab "mencairnya" batuan lempung (clay) di dalam tanah yg tergetar oleh gempa. Apakah mungkin ?
Mungkin saja karena hal ini pernah terjadi dibelahan dunia lain ... eh tapi bukan dunia othok owok looh :)
Mari coba lihat fakta yg sudah ada didunia nyata
Sebuah statistik menunjukkan beberapa erupsi mud volcano terjadi akibat getaran gempa. Hal ini juga terlihat dan terjadi setelah gempa besar di Aceh tahun 2004. Proses mencairnya batuan yg akhirnya menyembur (erupsi) ini disebut sebagai liquifaction.
sumber : http://eqinfo.ucsd.edu/~dkilb/mud.html
Gambar diatas menunjukkan hubungan antara besarnya gempa dengan jarak titik pusat gempa. Terlihat semakin dekat akan semakin banyak kemungkinan terjadinya erupsi mud volcano ini.
Dalam gambar diatas terlihat bahwa erupsi mud volcano terjadi bila kekuatannya getaran didaerah tersebut melebihi 6M.
Bagaimana dengan gempa Jogja dan erupsi mud flow di sumur Banjarpanji-1. Jarak sumur Banjarpanji ini dengan sumber gempa sejauh 250 Km. Sedangkan jarak antara Sumber gempa dengan mud volcano yg sudah ada di Kuwu 120 Km.
Kalau di Jawa Timur terjadi erupsi volcanic tentunya tetangga terdekatnya akan lebih merasakan goyangan lah yaw ... lah iya, tetangga deket tentunya lebih denger teriakan anak-anak daripada tetangga jauh kan ?
Jadi mengapa di Bledug Kuwu tidak terjadi erupsi ? Mungkin getaran di Bledug Kuwu hanya terasa 5 M, tidak cukup utk menggetarkan yg menyebabkan erupsi.
Mungkin ada beberapa penjelasan lain : Bledug kuwu tidak berada pada pola dissipasi atau tidak berada pada arah "tembakan" gelombang gempa. Gelombang akan merambat pada batuan keras tetapi akan teredam pada batuan lunak. Nah, posisi pusat gempa berada pada batuan keras ke arah timur. Memang ada kemungkinan kearah timur lebih kuat karena memang gempa Jogja itu dirasakan di bali jauh lebih kuat ketimbang di Kebumen. Lihat juga penjelasan saya ketika melihat kerusakan atau damage area.
Jadi kemungkinan selalu saja ada. Walopun kemungkinan itu sangat kecil. Namun pendapat pribadi saya, besarnya kekuatan getaran di Jawa timur ini masih tidak cukup signifikan untuk membuat batuan yg kenyal dibawah sana untuk "mencair" mengalami liquifaction. Anda tidak harus sama seperti yang saya yakini, kan ?
Kejadian gempa, gunung api, serta mud flow di Jawa Timur itu "coinsident" (waktunya) tetapi bukan "coinside". Atau kalau bahasanya wong matematik itu ada korelasional tetapi bukan kausal. Kalau toh kausal ya harus dijelaskan dengan cara yang lain, misalnya chaotic behavior yg rumit. Sedangkan saya lebih menyukai "Occam Razor" The simplest answer is usually the correct answer. atau seperti kata Einstein "As simple as possible, but no simpler". Lah, itulah sebabnya apa yg menurutmu mudah dimengerti ya ambil saja itu, barangkali itu yang terbaik untuk kamu mengenali alam ini.
Gitu saja !