CONTOH KEMANFAATAN ‘CYBER WAR”, DARI TULISAN YANG TELAH SAYA TEMPATKAN
DI SALAH SATU BLOG DALAM RANGKA HUT LUSI 4 TAHUN 29 MEI 2010.
SELANJUTNYA PADA PEMANFAATAN PUBLIK, TELAH DIMUAT KEMBALI OLEH
NOENKCAHYANA, DIKEMAS DENGAN BAHASA PUBLIK YANG APIK DAN POPULIS,
TANPA MENGUBAH MAKNANYA.
MEMBANGUN WACANA PUBLIK TENTANG KEBENCANAAN LUSI DITUJUKAN JUGA
MUNDUKUNG JAJARAN HUMAS BPLS, DENGAN SEMANGAT MENCARI SOLUSI YANG
ELEGAN DAN HOLISTIK, DARI KONTROVERSI YANG BERKEPANJANGAN.
Hardi
http://noenkcahyana.blogspot.com/2010_10_10_archive.html
Minggu, 10 Oktober 2010
Setelah 4 tahun Musibah Lumpur Sidoarjo
Pokok-Pokok Tulisan versi Publik dari Naskah Asli yang saya tempatkan di BLOG
1. Lusi mulai menunjukkan model perkembangan dari mud volcano Bleduk
Kuwu di Jawa Tengah, dimana semburan dengan Kick lumpur tanpa disertai
aluran lumpur, namun diingat bahwa pada Lupsi masih lumpur panas.
2. Kecepatan aliran sedimen lebih kecil dari kecepatan subsidence,
sehingga terjadi perubahan dari pertumbuhan positif sebelumnya menjadi
saat ini negatif, di citra satelit terjadi propagasi secara radial.
3. Walaupun pada 31 Mei 2010 flow rate semburan relatif kecil ~5000
atau mendekati 0 m3/hari, namun fakta lapangan Lusi terus menari
serimpi bergerak secara perlahan dengan pola tertentu.
4. Pada 7 Mei saat dilakukan pemantauan sebelum naskah ini ditulis, di
sebelah baratdaya Semburan Utama kembali muncul semburan baru,
sebagaimana biasanya berevolusi dari bentuk bubble(gelembung), menjadi
semburan dengan kick lumpur tanpa semburan uap, dan bila berlanjut
akan dibarengi dengan semburan uap putih (akan dipantau).
5. Para ahli kebumian dari manca negara saat ini sudah cenderung tidak
mempermasalahkan lagi (diterima secara universal) bahwa keberadaan
Lusi sebagai suatu Mud Volcano dari yang berkembang ribuan di dunia,
yang merupakan remobilisasi lumpur bertekanan berlebih (over pressure)
dari dalam bumi (interior Earth) ke permukaan bumi.
6. Sedangkan yang sejak kelahirannya yang lebih dipermasahkan oleh
Para Ahli Kebumian sejagad adalah penyebab (causing) dan
pemicu(trigering) dengan dua kelompok besar antara man-made mud
volcano dipicu oleh pemboran eksplorasi atau natural-mud volcanodipicu
gempabumi Yogyakarta yang mengaktifkan kembali Patahan Watukosek.
7. Pengalaman sejarah Ilmu Kebumian terhadap suatu kontroversi sudah
merupakan hal yang biasa. Contoh saat datangnya teori Plate Tectonics
versus hipotesis Geosyncline, dimana pada akhirnya seiring perjalanan
waktu (sekitar sepuluh tahun) dengan bukti-bukti baru yang meyakinkan
akhirnya akan diterima secara universal salah satu diantaranya (atau
perpaduan diantaranya).
Dalam contoh ini akhirnya tanpa suatu voting teori Plate
Tectonicsditerima oleh ahli kebumian untuk menjelaskan pengendali
mekanisme asal-usul bumi dan proses tektonik dunia baru (new global
tectonics), termasuk terbentuknya sumber daya alam tidak terbarukan
(non-renewable resources) dan terjadinya bencana alam/geologi
(natural/geological hazzard) seperti gempabumi/tsunami, letusan gunung
api, longsoran, dan mud volcano.
Dalam fenomena di atas tidak ada ahli kebumian yang merasa menang atau
kalah, semuanya berlangsung dengan alami walupun memerlukan waktu
sampai suatu kebenaran dianggap dapat diterima secara universal,
setelah itu semuanya memasuki tahap implementasi PARADIGMA BARU
TEKNONIK DUNIA BARU DENGAN PENGENDALI MEKANISME PLATE TECTONICS.
8. Dari segi kebencanaan mud volcano Lusi sebagai paradigma baru Lusi
31 Mei 2010, dengan tanpa perubahan yang mendasar, maka potensi bahaya
geologi (geohazard) yang ditimbulkan langsung semburan Lupsi relatif
menurun.
Demikian dengan flow rate yang relatif kecil (tipe Bleduk Kuwu) maka
potensi ancaman dari luapan lumpur panas yang langsung juga menurun.
Dalam hal ini kekecualian adalah masih berpotensinya Tanggul Jebol
karena akumulasi air yang ekstrim, namun biasanya Lumpur Padu sulit
bergerak, kecuali lumpur encer dan fluida air di permukaan (lesson
learns sejak tahun 2006).
9. Ke depan yang masih terus menjadi tantangan adalah deformasi
geologi (geohazard) karena Danau Lusi telah terakumulasi sedimen Lusi
yang relatif tebal pada daerah yang luas (sejak Juni 2006), sehingga
masih menimbulkan efek beban (loading effect).
Karena itu tugas ke depan yang merupakan tantangan adalah bagaimana
mengurangi akumulasi sedimen padu di Danau Lusi terutama sektor Barat,
dalam hal ini menggunakan senjata yang ada Kapal Keruk.
10. Hal yang cukup menggembirakan dari Paper Andreas dan Abidin H.
yang dipresentasikan di Australia April 2010 disampaikan kecepatan
subsidence Lusi sangat spektakuler mengalami penurunan, bila
dibandingkan dengan kurun waktu 2006-2007.
11. Bila kita melihat suatu realita bahwa LUSI merupakan mud volcano
yang sedang dalam pengorganisasian menuju model Bleduk Kuwu, namun
masih terus menari (masih sangat dinamis), sehingga penulis menilai
suatu realitas bahwa LUPSI masih SULIT DIHENTIKAN.
12. Dalam kaitan bahwa MUD VOLCANO LUSI MASIH SULIT DIHENTIKAN,kita
menyimak satu acuan nyata yang bisa digunakan sebagai pertimbangan:
Ahli Kebumian Mark Tingay (2009) dari Asutralia yang sering menulis
bersama ahli Mud Volcano Davier R (Durham UK) menyatakan Hanya Ada
Satu Mud Volcano yang dihentikan yaitu di lepas pantai Brunei
Darusalam, inipun memerlukan waktu 20 Tahun dan menggunakan 20 Relief
Well.
13. Davies R. yang sejak kelahiran Lupsi menjadi populer dengan
diagram model perkembangan mud volcano Lusi yang beranggapan Lusi
dipicu oleh kegiatan pemboran eksplorasi didekat lokasinya, yang
sekaligus menyanggah Manzzini, A (2007) dengan teori Lusi dipicu oleh
gempabumi Yogyakarta.
Pada Artikel berjudul menarik DAVID AND GOLITAH BATTLE AGAINST MUD
VOLCANO (3 April 2007) padahttp://www.terradailly.com/report/David And
Goliath Battle Aggainst Mud Volcano 999.html dari hasil wawancara AFP
menyatakan "NO ONE HAS EVER STOPPING A MUD VOLCANO", ditambahkan 'the
plumbing of the mud volcano is probably not simple, it could be
composed of a number of complek fractures'.
Akan disampaikan Naskah Asli Menyambut HUT LUSI 4 Tahun (29 Mei 2010)
Hardi
10 attachments — Scan and download all attachments View all images
GAM-BLOG1.jpg
131K View Scan and download
SEMB_KELILING.jpg
109K View Scan and download
SEM-OSAKA.jpg
126K View Scan and download
4_Danau_hut.jpg
107K View Scan and download
5_TAS.jpg
135K View Scan and download
6_anatomi_kawah.jpg
106K View Scan and download