DINAMIKA MARET 2012
Citra Satelit CRISP 10 Februari 2012 merupakan time series mencakup wilayah terdampak Lusi. Tampak semburan ganda dengan arah memanjang timur-barat.
Perbandingan citra satelit CRISP 4 Desember 2011 dan 10 Februari 2012, pada musim pancaroba dan semburan ganda.
Rincian Semburan Bungsu yang besar, Sulung lebih kecil di tenggara, dan Bungsu1? di barat?
Semburan ganda dilihat dari baratdaya, 2 jam pasca aliran lumpur dari Semburan Bungsu ke P25
Citra satelit di utara TAS, selatan Kali Ketapang memperlihatan genangan hasil aliran Lusi melalui celah Jebolan P68. Sebagai benchmarking adalah bangunan Puskesman di selatan Kali Ketapang.
Tumpang Tindih Citra Regional Google Earth mencakup Relokasi Jalan arteri, PAT (Lusi Dome), Sepanjang Kali Porong dan Pulau Lumpur di muara. Ditonjolkan bagian barat Pulau Lumpur, sistem Wanamina
Citra Helikpter 14 Februari, mempelihatkan bangunan Masjid yang indah, diutaranya 3 bangunan Green House dan selatannya Hulu Kali Porong.
Citra Helikpter dari arah timur memperlihatkan Blok P68 dibatasi 2 Kali di pojok timur dan barat, bagian tengah adalah Prisma Akrasi sedimen yang terangkat, aliran lumpur ke luar dari pojok tanggul jebol, mengalir ke utara, arah Kali Ketapang
Rincian citra heli memperlihatkan bagian barat Prisma Akrasi dan sungai P68 barat dengan aliran fluida dan koloida lumpur ke utara kearah Kali Ketapang. Lubang diisi air di baratnya adalah kubangan bekas diketemukannya excavator yang hanyut saat terjadinya tanggul jebol dari posisi di P 68 timur.
Citra helikopter daerah genangan aliran dari Kali P68, di utara Prisma Akrasi, dan mengarah ke utara (Kali Ketapang).
injauan citra satelit memperlihatkan hulu sampai ke hilir pasangan Kali P68 barat dan timur, dan aliran kearah utara. Disebelah barat adalah Kali P69 mengalir ke utara dan dibelokkan kearah barat, untuk akhirnya keluar melalui Sodetan P69, Masuk ke Pond Ketapang. Hulu sungai di selatan berbelok arah dari utara-selatan menjadi timur barat mengikuti batas lereng atas dan bawah, merupakan struktur terbentuk oleh pembentukan kaldera. -
Citra Heli di sektor Jatirejo (baratdaya Lusi) memperlihatkan bekas aliran lumpur mengarah ke barat di dalam Pond Jatirejo, Tanggul cukup terjal terhadap Pos Pantau, Rel KA, jalan Nasional.
Foto helikopter mencakup Wamanina di barat Pulau Lumpur. Ditambilkan bersama Google Earth memperlihatkan bagian barat.
Foto bersejerah, dari hasil ekspedisi ke Gunung Lusi selatan, memperlihatkan Kick lumpur yang tinggi dan semburan Bungsu yang kuat, beberapa menit sebelum terjadinya aliran lumpur panas baru ke selatan
Foto Pojok barat Kali P68 yang mengalir di sisi Tanggul, dan memperlihatkan gejala Tembusan Serpih (shale dike). Retakan paska tanggul jebol diinjeksi dengan lumpur, pada zona tumukan (kompresif).
Hanya dengan melakukan ekspedisi ke gunung, kita benar-benar dapat mengamati fenomena alami yang sedang berlangsung. Yaitu aliran Kali P 68 yang besar dan fenomena Shele Dyke
Foto Ekspedisi ke Gunung Lusi merekam berkembangnya Kali baru yang memotong bagian tengah Sodetan P70
Air Terjun Ketapang, berkembang pada bagian utara dari Sodetan P69.akhirnya masuk ke Pond Ketapang
Muara dari air terjun Ketapang, telah digenangi dengan koloid lumpur pada Pond Ketapang.
Fenomena terbentuknya ngarai di lereng atas P 69,mengindikasikan sungai memotong lumpur yang telah padat sebagai batulumpur
Aliran Kali P 69 di lereng atas membentuk Osaka Canyon, dimana memperlihatkan semakin tebalnya lapisan lumpur padu dan keras
Hulu Kali P 69 memperlihatkan berkembang pada lereng atas yang sebelumnya mengalami longsoran mementuk pita punggunan melingkar. Bendera merah putih sebagai benchmarking batas yang mengalami deformasi. Saat ini tidak terekam adanya gerakan aktif.
Foto di lereng atas Karka, memperlihatkan semburan ganda (semburan uap air putih), endapan lumpur baru (hitam) dan aliran lumpur cair di batas zona deformasi.
EkspediSi ke di lereng atas sektor Barata, memperlihatkan luapan lumpur cair ke arah baratlaut (Karka)
Aliran lumpur baru dari Semburan Bungsu, mengarah ke baratlaut.
Penafsiran citra helikopter di Zona Barata, memperlihatkan arah struktur timur-barat (punggungan antiklin) dan baratlaut-tenggara
Panorama di batas antara Pond Utama (selatan) dan bagian selatan mud volcano Lusi. Pada pertemuan batas keduanya berkembang Palung Selatan,
Kali Selatan dengan arah utara-selatan, memotong struktur Punggungan Antiklin dan khususnya struktur kubah (dome) dengan arah panjang timur-barat
Ekspedisi ke bagian selatan Gunung Lusi memperlihatkan semburan Bungsu yang besar, lumpur di permukaan yang kasar dengan butiran membundar, dan aliran Sungai selatan yang relatif besar
Ekspedisi ke Gunung Lusi bagian timur laut, menemukan Sungai terbesar, lebar sampai 3m dengan air hangat. Dilakukan uji coba mandi spa lumpu hangat. Diselatannya Kali P81 membentuk ngarai disebut Glagah Canyon, dimana sungai sempit memotong lapisan-lapisan lumpur padu yang padat dan keras, memenuhi kriteria batulumpur (mudstone)
Gambar di Pond Jatirejo dilihat dari barat, memperlihatkan kapal keruk terdampar, menara listrik yang miring sebagai dampak aliran lumpur panas (2 jam sebelumnya), permukaan lumpur masih berasap.
Gambar ringkasan hasil studi terbaru tentang lusi dari Mazzini, Februari 2012, yang mensintesiskan hubungan yang erat antara semburan Lusi dengan fenomena geotermal dari sistem gunung api Arjuno-Welirang
Hasil penting dari studi Tingay tentang Anatomi Lusi memperlihatkan usulan perubahan urutan batuan terumbu batugamping formasi Prupuh dan lapisan ekstrusi volkanik (welded tuff) untuk menggantikan Formasi Kujung dan lapisan pasir klastik pasir volkanik. Penampang seismik memotong Porong-1 digunakan sebagai analogi Formasi Kujung dan terjadinya struktur runtuh (collapse structure) mencapai ~400m