Foto Kapak Persegi
Sumber: Koleksi Lab. Museologi Dep. Sejarah FIS UM
Nama kapak persegi bukan hanya digunakan untuk alat berupa kapak saja, melainkan ada banyak alat-alat lainnya dari berbagai ukuran yang besar yaitu, beliung atau pacul, sedangkan yang berukuran kecil yaitu tarah yang digunakan untuk mengerjakan kayu. Variasi yang paling umum dari kapak persegi atau beliung persegi adalah belincung yang banyak ditemukan di Jawa, Sumatra, dan Bali. Selain itu, adapula variasi-variasi lain seperti beliung bahu, beliung tangga, beliung atap, beliung biola, dan beliung penarah (Soejono dkk, 2010:216).Tajaman kapak persegi berkarakter bifasial, yang dibentuk dengan lebih mengintensifkan pengupamaan pada bagian ventral, sehingga bagian tersebut lebih terjal dibandingkan dengan bagian dorsalnya. Alat batu-alat batu tersebut tampaknya digunakan dengan dilengkapi tangkai yang diposisikan menjepit bagian proksimal; untuk itu bagian proksimal sengaja tidak diupam untuk mendapatkan bagian yang kasar, sehingga akan menghasilkan jepitan yang lebih kuat (Wiradnyana & Setiawan 2011:36).
Soejono, R. P. & R. Z. Leirissa. 2010. Sejarah Nasional Indonesia I Zaman Prasjarah di Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Soekmono, R. 1989. Pengantar Sejarah Indonesia 1. Yogyakarta: Kanisius.
Wiradnyana, K. & Setiawan, T. 2011. Gayo Marangkai Identitas. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.