Foto Arca Lingga
Sumber: Koleksi Lab. Museologi Dep. Sejarah FIS UM
Lingga adalah sebuah objek atau simbol dalam agama Hindu yang digunakan untuk memuja Dewa Siwa. Lingga memiliki makna ganda, yang pertama adalah sebagai perwujudan Dewa Siwa dalam bentuk phallus (Lingga) yang diletakkan di atas vulva (Yoni). Simbol ini melambangkan kekuatan dan simbol benih dari segala sesuatu yang ada di alam semesta ini (Suta, 2018). Makna simbolis kedua dari Lingga adalah sebagai representasi api atau cahaya yang mewakili manifestasi kekuatan dan kekuasaan Dewa Siwa (Linggotbhawa murti).
Adapun bagian dari lingga memiliki tiga bagian yang dapat dibedakan: (1) bagian bawah berbentuk persegi yang disebut Brahmabhaga, (2) bagian tengah berbentuk segi enam yang disebut Wisnubhaga, (3) bagian atas berbentuk silinder yang disebut Rudrabhaga. Bagian Rudrabhaga memiliki dekorasi garis lengkung yang disebut Brahmasutra.
Lingga juga bisa berdiri sendiri tanpa disertai Yoni, dan jenis Lingga tersebut dikenal sebagai Lingga semu atau Lingga Pathok (Sunoto, 2017). Lingga Pathok hanya memiliki bagian segi empat dan silinder, tidak ada bagian segi enam. Fungsi Lingga pathok digunakan sebagai penanda batas wilayah.
RUJUKAN:
Sunoto, S. (2017). Lingga Yoni Jejak Peradaban Masyarakat (Jawa, Bali) dari Perspektif Positivistik. Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya, 45(2), 155-169.
Suta, I. M. (2018). Fungsi dan Makna Lingga dalam Ajaran Agama Hindu. Widya Duta: Jurnal Ilmiah Ilmu Agama dan Ilmu Sosial Budaya, 13(2), 88-100.