Foto Al-Qur’an Abad ke-19
Sumber: Koleksi Lab. Museologi Dep. Sejarah FIS UM
Al-Qur'an di Nusantara telah hadir sejak akhir abad ke-13, ketika kerajaan Samudra Pasai menjadi yang pertama di wilayah Nusantara yang secara resmi mengadopsi Islam. Proses penyalinan Al-Qur'an secara manual terus berlangsung hingga akhir abad ke-19 atau awal abad ke-20 (Hakim, 2012). Masyarakat Muslim di berbagai wilayah seperti Aceh, Padang, Palembang, Banten, Cirebon, Yogyakarta, Surakarta, Madura, Lombok, Sambas, Pontianak, Banjarmasin, Samarinda, Makassar, Bone, Ambon, dan Ternate terlibat dalam kegiatan penyalinan Al-Qur'an.
Pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, terjadi peralihan teknik produksi mushaf Al-Qur'an. Di sisi satu, penyalinan manual masih berlangsung, sementara di sisi lain, teknologi cetak mulai digunakan secara luas. Masa ini dapat disebut sebagai masa transisi dalam produksi mushaf Al-Qur'an di Nusantara. Meskipun teknologi cetak semakin populer, praktik penyalinan manual tetap berlanjut dalam beberapa komunitas.
RUJUKAN:
Hakim, A. (2012). Al-Quran Cetak di Indonesia Tinjauan Kronologis Pertengahan Abad ke-19 hingga Awal Abad ke-20. Suhuf, 5(2), 231-254.