Foto 1. Alat Serpih
Sumber: Koleksi Lab. Museologi Dep. Sejarah FIS UM
Alat serpih (flakes) pertama kali ditemukan oleh Koenigswald tahun 1934. Pasca peninjauan atas penemuannya di Sangiran, alat serpih ditengarai berasal dari tingkatan Plestosen atas. Alat-alat serpih ini seringkali ditemui bersamaan dengan penemuan kapak perimbas, alat batu, maupun juga kerangka manusia purba, seperti Pithecanthropus (di situs Sangiran).
Alat serpih memiliki fungsi sebagai alat untuk menguliti hewan buruan, mengiris daging, maupun memotong umbi-umbian (lihat foto 2). Selain dari batuan sedimen, alat serpih juga terbuat dari batu-batu indah berwarna seperti calsedon (Noor & Mansyur, 2015; Soejono & Leirissa, 2010). Pada dasarnya alat serpih dibentuk menggunakan teknik pembuatan Clacton, yakni menghasilkan dataran dan kerucut pukul lebar. Selain di Sangiran, flakes juga ditemukan di Pacitan, Gombong, Parigi, Jampang Kulon, Ngandong (Jawa), Lahat (Sumatera), Batturing (Sumbawa), Cabbenge (Sulawesi), serta Mangeruda (Flores).
Foto 2. Umbi-umbian
Sumber: Koleksi Lab. Museologi Dep. Sejarah FIS UM