Foto Relief Parthayajna
Sumber: Koleksi Lab. Museologi Dep. Sejarah FIS UM
Candi Jago merupakan salah satu candi hasil peninggalan dari masa Kerajaan Singhasari. Candi Jago (Jajaghu) ini adalah tempat Wişnuwardhana dimuliakan. Candi Jago memiliki ciri khas yakni kakinya bertingkat tiga dan tersusun berundak-undak serta tubuh candi berada di bagian belakang kaki candi, menunjukkan timbulnya unsur-usur Indonesia atau limas berundak-undak (Soekmono, 1973). Di dalam candi Jago terdapat relief-relief sebagai ornamen khas dari candi Jago salah satunya yaitu Relief Parthayajna.
Relief Parthayajna merupakan relief yang berkisah tentang Mahabharata, umumnya cerita Arjunawiwaha dan Krishnayana. Relief Parthayajna berada di teras kedua dari Candi Jago. Menceritakan permainan dadu antara Pandawa dan Kurawa. Sebagai akibat kekalahan di pihak Pandawa, Arjuna harus melakukan tapa untuk menebus dosa. Di dalam Relief Parthayajna dominan menceritakan tentang perjalanan Arjuna ke Indrakila. Dalam setiap panel dari relief Parthayajna memiliki arti penting, seperti contoh relief yang menunjukkan kekalahan Arjuna atas Iblis Niwatakawaca dan dilanjutkan dengan relief Krishnayana mewakili kemenangan melawan raja jahat Kalayawana dengan bantuan orang bijak Mucukunda. Kedua adegan tersebut menggambarkan aspek penting dari raja yang ideal yaitu siap untuk menjauhkan semua kejahatan dari dunia dan dapat memulihkan ketertiban dunia. Dia hanya dapat melakukannya setelah melalui pemurnian (Kieven, 2013).
RUJUKAN:
Kieven, L. 2013. Following the cap-figure in Majapahit Temple Reliefs. Brill
Soekmono. 1973. Sejarah Kebudayaan Indonesia Jilid 2. Yogyakarta: Kanisius