Foto Relief Merga
Sumber: Koleksi Lab. Museologi Dep. Sejarah FIS UM
Relief merga merupakan relief yang memiliki ukiran berbentuk kijang (merga), oleh karena itu disebut relief merga. Belum banyak sumber yang membahas relief merga ini di masa Hindu Buddha. Relief merga dapat dijumpai pada gapura “B” di Sendang Duwur, dengan bentuk seperti lengkungan di atas pintu masuk (kala) yang kedua ujungnya berakhir dengan kepala kijang (merga). Hiasan seperti ini terdapat pula pada Candi Jago, Penataran, Tigawangi, dan Penanggungan. Hiasan Kala Merga menunjukkan penghormatan bagi pahlawan atau orang besar. (Wiandik dan Kasdi, 2014).
Masa kejayaan Islam di Nusantara tidak menghilangkan secara mutlak hasil kebudayaan dari masa Hindu-Buddha. Sebagai contoh di Candi Bentar yang merupakan makam Wali di Jawa Timur sebagai hasil akulturasi dari masa Hindu-Buddha yang dibuktikan pada bentuk dan ragam hias naga merga. Relief merga pada candi Hindu-Buddha diadopsi pada masa Islam di Nusantara sebagai kalamerga dan pengganti kalamakara yang berbentuk butakala (Maisyaroh, 2015).
RUJUKAN:
Maisyaroh. 2015. Perkembangan Makna Candi Bentar di Jawa Timur Abad 14-16. AVATARA Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 3 No. 2
Wiandik, & Kasdi, A. 2014. Aspek-Apek Akulturasi Pada Kepurbakalaan Sendang Duwur di Paciran Lamongan. AVATARA Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 2 No. 3