Narasi 13
🚨NSFW ahead — you’ve been warned. | 18+ readers only. Minors Are Strictly Prohibited. 🔞
𓂃˖˳·˖ ִֶָ ⋆。 ‧˚ʚ🍋ɞ˚‧。 ⋆ ִֶָ˖·˳˖𓂃 ִֶָ
Wonwoo menutup matanya dengan tagannya ketika sentuhan dingin bibir Mingyu mengecup lehernya. Bathrobe yang awalnya terikat rapi, kita sudah terbuka memperlihatkan tubuhnya yang sedikit dingin.
Tetesan air dari rambut Mingyu pun terkadang membuat Wonwoo menggeliat karena rasa dingin yang di berikannya.
“Min…” lenguhnya saat kecupan itu berubah menjadi gigitan lalu hisapan cukup keras di tulang belikatnya.
“Lo dingin banget. Tadi mandinya ga pake air hangat?” tanya Mingyu mendongak melihat mata Wonwoo yang bersembunyi di balik tangannya.
“Pake, cuma emang kadang gue cepet dinginnya emang… kayaknya gara-gara di luar tadi.” balas Wonwoo.
Mingyu menarik tangan Wonwoo, membuat pria itu duduk lalu mendaratkan sebuah ciuman yang memaksa lidahnya untuk masuk. Melihat itu Wonwoo pun ikut membalas lumatan Mingyu yang bertempo cepat.
Ia bisa merasakan jika tangan Mingyu mulai memelintir putingnya, dan membuatnya memekik di tengah-tengah ciuman mereka.
“Min…” Wonwoo melenguh saat kecupan Mingyu kini berakhir di putingnya.
Ia lupa sudah berapa lama ia tidak berhubungan badan, gariah yang menumpuk membuatnya juga bersemangat. Jemarinya perlahan meraih kejantanannya sendiri dan mengocoknya pelan. Sementara Mingyu sibuk bermain dengan puting miliknya.
Mingyu pun merasakan jika miliknya sudah mulai tegak dan berkedut, suasana malam yang sunyi membuat dirinya bisa mendengar dengan jelas desahan dan erangan yang di keluarkan oleh Wonwoo.
Tangan kanannya dengan alami meraih lube yang sudah siapkan. Dengan sedikit buru-buru, ia membalur cairan itu ke jemari kirinya sebelum mengelus pelan lubang milik Wonwoo.
“Ahh.” pekik pria itu merasakan sensasi dingin di bawahnya, “gue cek dulu, lo udah ready apa belum.”
Wonwoo membuka matanya, dan mengangguk pelan. Ia mengigit bibir bawahnya ketika merasakan jari-jari milik Mingyu perlahan masuk ke dalamnya.
“Udah agak loose, tapi masih kurang…” sahut Mingyu sambil menggerakkan jarinya yang membuat tubuh Wonwoo menggeliat, “sakit ga?”
Wonwoo menggelengkan kepalanya, ia masih mengigit bibirnya dengan tangan nya masih mengocok kepunyaannya.
“Jangan ditahan, ga ada yang denger…” celetuk Mingyu menyeringai.
Wonwoo mendecak, sebelum kembali memekik saat mingyu mempercepet garakan jarinya, “Min.. Min… hhh” lenguhnya
Tangannya yang tadinya sibuk memanjakan miliknya, secara relfek meraih pergalangan tangan Mingyu yang masih bergerak di bawah sana.
“Sebentar lagi. You’re so warm down here, sayang…” komentar Mingyu yang kembali mendaratkan sebuah ciuman, membungkan lenguhan yang keluar dari bibir Wonwoo.
Kepalanya sekarang terasa pening. Mingyu sangat talkative dan itu membuat kepalanya pusing. Tanpa ia sadari ia mengalungkan lengannya di leher Mingyu, melumat bibir pria itu seakan berkompetisi mengabaikan nafasnya yang mulai terasa berat.
Tubuhnya sudah memanas, pergerakan tangan Mingyu masih di bawah sana masih bisa ia rasakan, semakin cepat dan dalam.
“Ahh hng.” pekiknya tertahan saat ia melepaskan tangannya secara cepat. Tubuhnya terperanjat namun luamatan mereka tidak terlepas.
“Gue pake pengaman dulu ya…” sahut Mingyu melepaskan ciuman mereka, meninggalkan Wonwoo dengan tatapan sayu dan mulut terbuka menatap Mingyu yang mengigit plastik persegi itu dan merobeknya.
Sedari tadi tatapannya luput melihat milik Mingyu yang sudah menegang.
“Damn.” gumamnya tanpa sadar.
“Mau masangin?” tanya Mingyu.
Wonwoo menggeleng, “ga, gue mau tiduran aja. Kayaknya gue bakalan capek.” balasnya yang membuat kekehan tawa keluar dari bibir Mingyu.
Mata Wonwoo mengerjap melihat Mingyu memasang kondom itu. Jantungnya pun berdebar. Rasa tidak sabar dan bersemangat seakan mendominasi perasaannya.
Ditambah dengan sentuhan alkohol yang membuatnya sedikit melayang.
“Gue masuk?”
Wonwoo mengangguk, jemarinya terulur secara refleks, membantu kejantanan milik Mingyu masuk secara perlahan. Ia bisa merasakan betapa keras dan hangat penis itu sudah masuk setengah.
Nafasnya tertahan, merasakan benda keras itu terus bergerak menyeruak masuk.
Kedua tangan Mingyu menyentuh pinggang rampingnya, dan sedetik kemudian ia menghentakkan pinggulnya, membuat kejatannannya masuk sepenuhnya di lubang Wonwoo.
“Ahh!” Pekikan Wonwoo tertahan, dengan matanya yang terpejam merasakan bagian bawahnya terasa penuh.
“Ugh… you’re so tight.” komentar Mingyu, “when was the last time you’ve done this?”
Wonwooo menggeleng, “ga tau ga inget.. Hhh Min… move…” mohon Wonwoo.
Mingyu tidak menyahut lagi, mendengar kalimat itu, dengan cepat ia menggerakkan pinggulnya. Hentakan demi hentakan memanggil erangan nikmat dari Wonwoo. Gerakan Mingyu yang awalnya pelan berubah menjadi cepat.
Desahan pun juga keluar dari mulut Mingyu, keningnya mengernyit ketika mersakan kedutan miliknya di dalam lubang Wonwoo yang menjepitnya.
“Hh.. why you’re so thight. Fuck… it feeels so good.” komentarnya di sela-sela hentakan yang ia lakukan kepada Wonwoo.
Kecupan-kecupan secara refleks Mingyu berikan di setiap jenjang tubuh Wonwoo. Dari mulut, perlahan turun ke lehernya. Menikmati setiap desahan Wonwoo di telinganya yang seakan menjadi kata-kata magis untuknya bergerak cepat.
Dan Wonwoo sama sekali tidak menahan dirinya. Mungkin karena efek alkohol, ia tidak malu untuk meminta Mingyu mendorong miliknya lebih dalam.
“Deeper… min… please…” lenguhnya membuat Mingyu menyeringai. Ia menarik kejantanannya, lalu dengan cepat membalik tubuh Wonwoo sebelum memasukkannya miliknya penuh dan dalam. Berhasil membuat Wonwoo tersentak dengan wajah membenam di selimut mereka.
Tangan kedua tangan Mingyu menarik tangan Wonwoo, membuat pria itu berisumpuh dengan dada membusung. Kepalanya tertunduk bergerak seirama dengan hentakan gerakan Mingyu.
Sementara Mingyu sibuk ngecup punggung Wonwoo.
“You feel so good, Wonwoo.” bisik Mingyu di telinganya yang sudah memerah, membuatnya merasakan geli.
Wonwoo tidak membalas, kepalanya sekarang terasa penuh dengan kenikmatan yang di berikan oleh Mingyu. Pria itu berhasil membuat Wonwoo tidak bisa memikirkan apapun lagi selain sensai nikmat saat kejantanan itu menyodok dinding kenikmatannya.
“Ahh.. ahh.. Min… I…” Kalimatnya terputus saat ia mencapai klimaksnya. Tapi tidak dengan Mingyu, pria itu masih bergerak menghentak bagian belakangnya dengan bersemangat.
Tatapan Wonwoo perlahan sudah tidak fokus dan beberapa kali terpejam dengan kepalanya yang sudah mulai pusing. Ia tidak bisa menghitung waktu berapa lama Mingyu menghentakkan tubuhnya. Suara kulit mereka yang beradu, di tambah kecupan-kecupan dari Mingyu membuatnay tidak bisa berpikir jernih.
Ia membiarkan Mingyu memberikanya kenikmatan yang sudah lama tidak ia rasakan. Malam itu pun terasa sedikit lebih panjang.
Desahan demi desahan beradu dengan keringat yang membasahi keduanya.
“Little bit more… hhh… ugh…” suara berat Mingyu disertai oleh nafasnya yang tersengal mengalun di telinga Wonwoo yang sudah tidak bisa mengeluarkan kalimat apapun.
Bibirnya terbuka mengeluarkan erangan di setiap sodokan yang Mingyu berikan.
Deeper and faster.
Satu hentakan terakhir membuat Wonwoo memekik cukup keras. Tubuhnya terkulai lemah dan kakinya bergetar dengan nafasnya yang tersengal-sengal.
“Ugh..” lenguhnya ketika Mingyu mengeluarkan miliknya dari lubang Wonwoo yang kini sudah memerah.
Mingyu masih berlutut di posisinya. Melihat tubuh Wonwoo yang sudah terlihat lelah. Pria itu tidak bergerak, walau nafasnya masih terdengar berat.
Ia kemudian melepas kondomnya lalu mengikatnya sebelum melemparnya ke tempat sampah.
Ia tersenyum puas sebelum beranjak untuk mengambil tissue dan membersihkan Wonwoo.
Pria itu sudah memejamkan matanya dengan mulut terbuka untuk menarik oksigen.
“Capek ya?”
Perlahan Wonwoo membuka matanya yang mulai terasa berat, “Min…”
“Hm.. sebentar, gue bersihin dulu.”
Wonwoo menggeliat tidak nyaman saat tissue itu menyentuh bagian belakangnya yang masih berkedut dan perih, “udah...” ujarnya pelan dan menarik tangan Mingyu yang terasa tidak bertenaga.
“Iya. Lo tidur aja. Gue yang beresin…” balas Mingyu, masih tetap membersihkan tubuh pria itu dengan lembut.
Wonwoo tidak lagi bisa mendengar apa kalimat Mingyu selanjutnya. Ia terlelap lebih awal. Mungkin karena alkohol yang ia minum dan juga sex yang Mingyu berikan.
Ia tidak tahu, tapi malam itu Wonwoo tertidur sangat lelap dari biasanya.